Kamis, 09 April 2026

DARI TAKUT MENJADI SAKSI

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: DARI TAKUT MENJADI SAKSI
Kamis, 9 April 2026

Bacaan: Kis 3:11–26; Mzm 8:2a,5–9; Luk 24:35–48

Dalam Injil hari ini, para murid masih diliputi ketakutan dan kebingungan. Mereka mendengar kabar kebangkitan, tetapi hati mereka belum sepenuhnya percaya. Di tengah situasi itu, Yesus hadir dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu.” Ia tidak menegur ketakutan mereka, tetapi justru meneguhkan mereka. Bahkan Ia menunjukkan tangan dan kaki-Nya, serta makan di hadapan mereka, untuk meyakinkan bahwa Ia sungguh hidup.

Lalu sesuatu yang sangat penting terjadi: Yesus membuka pikiran mereka untuk mengerti Kitab Suci. Dari sini kita belajar bahwa iman bukan hanya soal melihat, tetapi juga soal hati yang dibukakan oleh Tuhan. Dan setelah itu, Yesus memberi mereka tugas: mereka diutus menjadi saksi. Dari orang yang takut, mereka diubah menjadi pembawa kabar keselamatan.

Tuhan juga datang dalam hidup kita yang kadang penuh keraguan. Ia memberi damai, membuka pengertian kita, dan mengutus kita untuk menjadi saksi melalui hidup kita setiap hari.

Tuhan, bukalah hati dan pikiranku untuk mengerti kehendak-Mu. Beri aku keberanian untuk menjadi saksi-Mu dalam hidupku. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️,
Manuntun Sitinjak

Selasa, 07 April 2026

Selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.

Semangat Pagi Leader Miora yang dikasihi Tuhan ❤️

๐Ÿ“– “Selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.”
(2 Tawarikh 26:5)

Ayat ini sederhana, tapi sangat dalam. Uzia menjadi raja yang berhasil bukan karena kekuatannya, tetapi karena ia mencari Tuhan. Selama ia hidup dalam tuntunan Tuhan, hidupnya dipimpin, dilindungi, dan dibuat berhasil.

Dalam kehidupan kita—termasuk dalam membangun bisnis Miora—sering kali kita fokus pada strategi, kerja keras, dan target. Itu penting. Tetapi firman Tuhan mengingatkan kita bahwa ada satu kunci yang lebih dalam: hubungan dengan Tuhan.

Mencari Tuhan berarti:
✔ melibatkan Tuhan dalam setiap langkah
๐Ÿ’mau dipimpin, bukan berjalan sendiri
๐Ÿ’tetap rendah hati saat berhasil
๐Ÿ’tetap setia saat menghadapi tantangan

Sebagai Leader Miora, kita bukan hanya membangun jaringan, tetapi membangun kehidupan yang berdampak. Saat kita:
❤️berdoa sebelum mengundang
❤️meminta hikmat sebelum presentasi
❤️berserah saat menghadapi penolakan
❤️bersyukur saat menerima hasil

Maka kita sedang hidup dalam prinsip ini: mencari Tuhan terlebih dahulu.

Ingat, keberhasilan sejati bukan hanya soal hasil, tetapi tentang siapa yang memimpin hidup kita.

๐Ÿ‘‰ Selama kita mencari Tuhan, Dia yang akan membuat segala usaha kita berhasil.

Mari jalani hari ini dengan satu keputusan sederhana:
tidak berjalan sendiri, tetapi berjalan bersama Tuhan.

Salam Sukses Luar Biasa, Miora Tangguh Maju Terus ๐Ÿ™๐Ÿ˜
Manuntun Sitinjak

tmtnetwork.co.id
CS: 082211388998

#tmtmiora #miorasukses #miorasehat #mioracommunity #gointernational #imanbertumbuh #wecollaborate_wemakeentrepreneurs #cetakprestasi

Senin, 06 April 2026

SUKACITA DAN KEBENARAN TAK TERKALAHKAN

Malam Paskah, Gereja St Gregorius, Jambi 

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: *SUKACITA DAN KEBENARAN TAK TERKALAHKAN*
Senin, 6 April 2026

Bacaan: Kis 2:14,22–32; Mzm 16:1–2a,5,7–8,9–10,11; Mat 28:8–15

Perempuan-perempuan yang datang ke kubur berangkat dengan hati yang campur aduk—takut, sedih, namun penuh harapan. Tetapi ketika mereka berjumpa dengan Yesus yang bangkit, semuanya berubah. Mereka dipenuhi sukacita besar dan segera berlari membawa kabar itu. Sukacita itu bukan sekadar emosi, tetapi lahir dari kebenaran yang mereka alami sendiri: Tuhan sungguh hidup. Sementara itu, para penjaga dan pemimpin agama memilih jalan berbeda. Mereka menutupi kebenaran dengan uang dan kebohongan. Namun sejarah membuktikan, kebenaran tidak pernah bisa ditutup selamanya.

Sukacita dan kebenaran yang dibawa para wanita itu adalah kekuatan ilahi yang tidak akan pernah dapat dikalahkan oleh uang, kebohongan, maupun kecurangan. Inilah pesan bagi kita hari ini. Dalam hidup, mungkin kita melihat ketidakadilan, fitnah, atau cara-cara yang tidak benar seolah menang. Tetapi Tuhan mengajarkan: tetaplah berdiri dalam kebenaran. Sukacita sejati hanya lahir dari hidup yang jujur dan setia pada Tuhan. Ketika kita hidup dalam kebenaran, kita menjadi pembawa kabar baik bagi orang lain—bukan hanya lewat kata, tetapi lewat kehidupan kita.

Tuhan, ajar kami untuk tetap setia dalam kebenaran dan hidup dalam sukacita-Mu, meski dunia tidak selalu adil. Kuatkan kami untuk menjadi saksi-Mu setiap hari. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️, Manuntun Sitinjak

Kamis, 02 April 2026

KASIH YANG MERENDAHKAN DIRI DAN MELAYANI DI KAMIS PUTIHI


RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: KASIH YANG MERENDAHKAN DIRI dan MELAYANI

Kamis Putih, 2 April 2026

Bacaan:
Kel 12:1–8, 11–14
Mzm 116:12–13, 15–18
1Kor 11:23–26
Yoh 13:1–15

Bacaan hari ini mengajak kita masuk dalam misteri kasih yang nyata. Dalam Injil, Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya—sebuah tindakan yang tampak sederhana, tetapi penuh makna. Ia yang adalah Tuhan justru mengambil posisi sebagai pelayan. Ini bukan sekadar simbol, tetapi teladan hidup: kasih yang sejati selalu merendahkan diri dan memberi diri sepenuhnya.

Bacaan pertama tentang Paskah dan bacaan kedua tentang Perjamuan Tuhan menegaskan satu hal: kasih Allah selalu dinyatakan dalam pengorbanan. Yesus tidak hanya mengajarkan kasih, tetapi menyerahkan diri-Nya. Maka, ketika Ia berkata “kamu juga harus saling membasuh kaki,” Ia mengundang kita untuk hidup dalam kasih yang aktif—menguatkan, melayani, dan membangun sesama setiap hari.

Tuhan, mampukan kami memiliki kerendahan hati seperti Engkau. Mampukan kami untuk melayani dengan tulus, mengasihi tanpa syarat, dan menjadi berkat bagi sesama.

Tuhan memberkati kita semua ❤️, Manuntun Sitinjak

JANGAN MENJUAL YESUS DALAM HIDUP KITA


RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: JANGAN MENJUAL YESUS DALAM HIDUP KITA
Rabu, 1 April 2026

Bacaan: Yes 50:4–9a; Mzm 69:8–10,21–22,31,33–34; Mat 26:14–25

Dalam Injil hari ini, kita melihat momen yang sangat menyayat hati: Yudas Iskariot menjual Gurunya sendiri, Yesus Kristus, hanya dengan tiga puluh keping perak. Ini bukan sekadar kisah pengkhianatan, tetapi cermin yang mengajak kita bertanya: apakah kita juga pernah “menjual” Tuhan dalam hidup kita?

Nabi Yesaya menggambarkan hamba Tuhan yang tetap setia meski dihina dan disakiti. Yesus menggenapi itu dengan sempurna—Ia tahu akan dikhianati, tetapi tetap memilih kasih dan ketaatan. Di sisi lain, Yudas memilih jalan yang berbeda: ia dekat dengan Yesus, tetapi hatinya jauh. Ia berjalan bersama Tuhan, tetapi tidak sungguh-sungguh hidup untuk Tuhan.

Seringkali kita pun demikian. Kita mengenal Tuhan, melayani, bahkan berbicara tentang-Nya, tetapi dalam keputusan sehari-hari kita bisa saja lebih memilih “tiga puluh keping perak”: kenyamanan, ego, ambisi, atau kompromi kecil yang perlahan menjauhkan kita dari Tuhan.

Hari ini adalah undangan untuk bertobat dengan sungguh. Bukan sekadar menyesal, tetapi kembali. Bukan sekadar sadar, tetapi berubah. Karena yang Tuhan rindukan bukan kesempurnaan kita, tetapi hati yang mau kembali dan setia.

Tuhan, jangan biarkan aku menjauh dari-Mu. Bersihkan hatiku, kuatkan aku untuk setia, dan ajar aku memilih Engkau di atas segalanya. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️,
Manuntun Sitinjak

Selasa, 31 Maret 2026

MINGGU PALMA — AWAL PEKAN SUCI




MINGGU PALMA — AWAL PEKAN SUC
I

Sangat bersyukur kami dapat merayakan Minggu Palma di Gereja Paroki St. Vincentius, Gunung Putri, yang kini hampir selesai direnovasi. Kami mengambil tempat di lantai dua gereja, menyatu dengan umat yang hadir dengan penuh sukacita, membawa daun palma sebagai tanda penghormatan kepada Yesus Sang Raja Damai.

Misa dipimpin oleh Romo Eko, dan suasana begitu hidup. Saat pemberkatan palma, ada momen yang sangat berkesan: percikan air berkat mengenai wajah saya dan istri saya dengan begitu deras. Istri saya, Maria, berkata dengan penuh iman, “Ini tanda berkat yang berlimpah.” Kami pun menerimanya sebagai pengingat bahwa Tuhan selalu hadir dan mencurahkan rahmat-Nya, bahkan dalam hal-hal sederhana.

Dalam khotbahnya, Romo mengajak kita merenungkan sikap hati manusia yang sering berubah-ubah. Kita bisa seperti orang banyak di Yerusalem: hari ini berseru “Hosana!” sambil melambaikan daun palma, tetapi beberapa hari kemudian berteriak “Salibkan Dia!” (bdk. ).

Dalam kisah sengsara menurut Injil Matius (26:14–27:66), kita melihat bagaimana:

  • mengkhianati Yesus demi uang,
  • menyangkal-Nya karena takut,
  • orang banyak yang sebelumnya memuji, berubah menuntut penyaliban,
  • bahkan memilih “aman” daripada membela kebenaran.

Semua ini menggambarkan betapa mudahnya manusia terombang-ambing oleh tekanan, kepentingan, dan opini banyak orang. Kita sering gagal mengenali kebenaran sejati, bahkan ketika kebenaran itu ada di depan mata.

Minggu Palma mengajak kita bukan hanya untuk bersukacita, tetapi juga untuk masuk dalam permenungan yang lebih dalam:
Apakah iman kita tetap teguh ketika menghadapi tantangan?
Apakah kita setia kepada Yesus, atau justru ikut arus dunia?

Mari kita memasuki Pekan Suci ini dengan hati yang lebih peka, iman yang lebih kokoh, dan komitmen untuk tetap setia mengikuti Kristus, bukan hanya saat mudah, tetapi juga saat sulit.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Manuntun Sitinjak

Senin, 23 Maret 2026

Misa di Karanganyar, Kebumen

Gereja St Yoseph Pekerja, Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah 

Misa di Karanganyar, Kebumen

PERCAYA DAN HIDUP, HIDUP DAN PERCAYA

Hari Minggu, 22 Maret, saya dan keluarga ada di Kebumen karena mudik Lebaran.

Pagi ini pukul 06.00 kami sudah berangkat dari Dukuh Kesongging, Candiwulan, menuju Gereja Paroki St. Yoseph Pekerja, karena misa akan dimulai pukul 07.00 pagi.

Sesampainya di depan gerbang gereja, dekat Stasiun KAKA (Kereta Api Karanganyar), Rafael turun dari mobil untuk membuka pintu gerbang, karena memang belum dibuka. Kami masuk, masih sepi. Namun beberapa menit kemudian umat mulai berdatangan dan kami pun bersalaman dengan umat setempat.

Adik-adik kami, Hotlam dan Lambok beserta keluarga, juga ikut ke gereja. Mereka menyusul di belakang kami dengan mobil tersendiri bersama Michael.

Pukul 07.00 tepat misa dimulai dan dipimpin oleh Romo Paroki bersama tiga konselebran. Gereja terisi sekitar dua pertiga, namun umat tampak antusias, terutama koor dan para novis yang sedang belajar di Karanganyar.

Setelah bacaan Injil, homili dibawakan oleh salah satu konselebran, seorang frater asal Manado. Beliau membuka dengan salam dalam bahasa Jawa halus. Pesan renungan berpusat pada Injil Yohanes 11:1–45, dengan tema Minggu ke-5 Prapaskah yaitu sengsara.

Pesan utama yang saya tangkap adalah sabda Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku tidak akan mati selama-lamanya.” (Yoh 11:25–26)

Marta, saudari Lazarus, percaya, dan itulah yang menjadi dasar Yesus membangkitkan Lazarus, walaupun ia sudah empat hari di dalam kubur.

Pertanyaan yang sama seperti yang diajukan Yesus kepada Marta: “Percayakah aku akan hal ini?”

Mari kita memohon anugerah iman dari Tuhan untuk percaya. Sebab dengan percaya kepada Yesus, kita hidup dan memperoleh hidup kekal. Seperti Bapak kita Abraham yang menjadi bapa orang beriman karena ia percaya sepenuhnya kepada Tuhan, marilah kita meneladaninya.

Doa: Yesus Tuhanku, berilah aku anugerah untuk percaya sepenuhnya kepada-Mu, sebab itulah yang membuatku bangkit dan hidup. Yesus, aku percaya kepada-Mu. Engkaulah andalanku. Amin.

Kebumen, 23 Maret 2026

Manuntun Sitinjak

Senin, 23 Februari 2026

PERBUATAN KASIH YANG MENENTUKAN

Taba Mesir dekat Israel Border

PERBUATAN KASIH YANG MENENTUKAN

24 Februari 2026
Im 19:1–2.11–18; Mzm 19; Mat 25:31–46

Tuhan berfirman, “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” Kekudusan itu ternyata bukan sesuatu yang jauh dan sulit. Ia hadir dalam kejujuran, dalam tidak menipu, tidak menyimpan dendam, dan terutama dalam mengasihi sesama seperti diri sendiri. Kekudusan diwujudkan dalam kasih yang konkret.

Dalam Injil, Yesus menegaskan bahwa pada akhirnya kita akan dihakimi berdasarkan kasih. Ketika kita memberi makan yang lapar, melawat yang sakit, atau memperhatikan yang kecil dan tersisih, sesungguhnya kita sedang melayani Kristus sendiri. Kasih yang sederhana, tulus, dan tanpa pamrih itulah yang berkenan di hadapan Tuhan.

Hari ini, mari kita tidak menunda kebaikan. Mungkin hanya satu tindakan kecil—sebuah perhatian, bantuan, atau doa bagi sesama—namun di mata Tuhan itu sangat berharga.

Doa: Tuhan Yesus, jadikan hatiku lembut dan peka untuk mengasihi dengan nyata, agar hidupku sungguh berkenan di hadapan-Mu. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️,
Manuntun Sitinjak


Kamis, 12 Februari 2026

REFLECTION ON GOD’S WORD TODAY: FAITH THAT PERSISTS AND TOUCHES GOD’S HEART

Retret PLB Lembah Karmel 

REFLECTION ON GOD’S WORD TODAY: FAITH THAT PERSISTS AND TOUCHES GOD’S HEART

Thursday, February 12, 2026

Readings: 1 Kings 11:4–13; Psalm 106:3–4, 35–36, 37, 40; Mark 7:24–30

Today’s first reading shows us King Solomon, a man greatly blessed with wisdom, slowly losing the single-hearted devotion he once had. In his old age, his heart became divided. Not because he did not know God, but because his loyalty was no longer whole. This reminds us that faith is not only about starting well, but about remaining faithful until the end. God does not seek perfection, but a heart that stays focused on Him.

In the Gospel, we meet the Syrophoenician woman whose faith is tested. She does not withdraw when faced with what seems like rejection. Instead, her humility and perseverance open the way for God’s saving work. Jesus shows us that true faith is not about background, status, or eloquent words, but about total trust that does not give up when challenged. From this woman, we learn that faith which endures will always find its answer.

Prayer:
Lord Jesus, strengthen my faith so that it does not waver in trials or worldly temptations. Teach me to remain faithful as You are faithful, and to persevere in prayer even when answers seem delayed. Shape my heart to stay fixed on You alone. Amen.

God bless us all ❤️,
Manuntun Sitinjak

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: IMAN YANG TEKUN MENGETUK HATI TUHAN

RETRET PLB Lembah Karmel

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: IMAN YANG TEKUN MENGETUK HATI TUHAN

Kamis, 12 Februari 2026

Bacaan: 1Raj 11:4–13; Mzm 106:3–4.35–36.37.40; Mrk 7:24–30

Bacaan pertama hari ini menunjukkan bagaimana Salomo, yang begitu bijaksana dan diberkati Tuhan, perlahan kehilangan fokus hatinya. Di masa tuanya, ia membiarkan kasih dan kesetiaannya terbagi. Bukan karena ia tidak mengenal Tuhan, tetapi karena hatinya tidak lagi utuh. Firman ini mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya soal awal yang baik, melainkan tentang kesetiaan sampai akhir. Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tetapi hati yang tetap tertuju kepada-Nya.

Dalam Injil, kita bertemu dengan seorang ibu Siro-Fenesia yang imannya diuji. Ia tidak menyerah meski seakan ditolak. Kerendahan hati dan ketekunan doanya justru membuka jalan bagi karya Tuhan. Yesus menegaskan bahwa iman yang sejati bukan soal status, asal-usul, atau kata-kata indah, melainkan kepercayaan penuh yang tidak mundur meski diuji. Dari perempuan ini, kita belajar bahwa iman yang bertahan akan selalu menemukan jawabannya.

Doa:
Tuhan Yesus, kuatkanlah imanku agar tidak mudah goyah oleh keadaan atau godaan dunia. Ajarlah aku setia seperti Engkau setia, dan tekun berdoa meski belum melihat jawaban. Bentuklah hatiku agar selalu tertuju kepada-Mu. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️,
Manuntun Sitinjak

Minggu, 08 Februari 2026

Retret 4 Hari yang Sangat Berkesan dan Memberkati


Taman depan Kapel, sebelum pulang

Retret 4 Hari yang Sangat Berkesan dan Memberkati (5 to 8 Feb 2026): PENYEMBUHAN LUA BATIN di LEMBAH KARMEL

Saya mengikuti retret 4 hari bersama istri dan dua anak kami, Anastasia Sondang Sitinjak dan Michael Santoso H. Sitinjak. Retret ini sungguh menjadi pengalaman iman yang mendalam dan penuh karya Roh Kudus.

Hari pertama (Kamis) diawali dengan Misa pembukaan, dilanjutkan sesi pengantar dan adorasi. Suasana hening dan doa langsung membawa kami masuk dalam kehadiran Tuhan.

Hari kedua (Jumat) berfokus pada Doa Yesus dan sesi-sesi tentang kasih Tuhan yang menyembuhkan. Kami diteguhkan bahwa retret ini bukan kebetulan, melainkan sungguh undangan Tuhan. Sore harinya kami mengikuti Misa Jumat Pertama dan ditutup dengan Lectio Divina yang menenangkan jiwa.

Hari ketiga (Sabtu) dimulai dengan Misa pagi, dilanjutkan sesi tentang luka batin dan penjelasannya. Pada hari ini kami juga menerima Sakramen Pengakuan Dosa. Sore harinya dilanjutkan dengan tobat, doa penyembuhan luka batin, serta sesi pembasuhan kaki. Inilah bagian yang sangat berkesan: kami saling membasuh kaki, bahkan membasuh kaki figur yang melambangkan orang yang pernah melukai kami. Malam harinya ditutup dengan persekutuan doa yang penuh penghiburan.

Hari keempat (Minggu) diisi dengan Doa Yesus dan sesi Sakramen, yang menegaskan bahwa dalam Gereja Katolik, sakramen bukan sekadar simbol, melainkan sarana rahmat yang sungguh menyembuhkan. Ketika sakramen dijalani dengan iman, kepercayaan penuh, dan kesungguhan hati, Tuhan bekerja nyata memulihkan luka batin dan memperbarui hidup. Retret ditutup dengan Misa Penyembuhan yang penuh pengharapan.

Retret ini sangat saya rekomendasikan. Sungguh membantu menyembuhkan luka batin dan membawa kami semakin dekat dengan Tuhan. Kuncinya adalah percaya dan menjalaninya dengan kesungguhan. Ini nyata karya Roh Kudus yang bekerja lembut namun mendalam.

Kamis Malam Depan Kapel 

Di Taman depan Kapel

Sesi di Aula

Sesi dan doa di Kapel

Makan di kantin

Sesi di Kapel

Misa Penyembuhan 



Sabtu, 31 Januari 2026

JESUS IS IN OUR BOAT, DO NOT BE AFRAID


JESUS IS IN OUR BOAT, DO NOT BE AFRAID

Saturday, January 31, 2026

Gospel: Mark 4:35–41 | Memorial of St. John Bosco, Priest.

In Mark 4:35–41, the storm comes suddenly and the disciples panic. What shakes them most is not only the waves, but the feeling that God seems silent. Jesus is asleep, yet He is still in the boat. When He rises, one command is enough—the wind dies down and the sea becomes calm. Then Jesus points to the real issue: Why are you afraid? Have you still no faith? Faith does not mean a life without storms, but trusting that with Jesus, we are never abandoned.

Today the Church remembers St. John Bosco, a priest who faithfully accompanied young people whose lives were full of “storms.” He did not give up on them, but walked with them with firm love, hope, and patience. His life reminds us that when life is shaken, what matters most is staying close to Jesus, trusting in His presence and His perfect timing.

Prayer:
Lord Jesus, when my life is struck by storms, strengthen my faith. Teach me to trust that You are in the boat of my life, and make me an instrument of hope for others. Amen.

God bless us all ❤️,
Manuntun Sitinjak

YESUS ADA DALAM PERAHU KITA, JANGAN TAKUT


YESUS ADA DALAM PERAHU KITA, JANGAN TAKUT

Sabtu, 31 Januari 2026

Bacaan: Injil Markus 4:35–41 | Pw Santo Yohanes Bosco, imam.

Dalam Markus 4:35–41, badai datang tiba-tiba dan para murid panik. Yang paling mengguncang mereka bukan hanya ombak, tetapi perasaan: “Tuhan seperti diam.” Yesus memang tidur, namun Ia tetap ada di perahu. Ketika Ia bangun, satu perintah saja cukup: angin reda, danau tenang. Lalu Yesus menegur inti persoalan: mengapa takut, mengapa kurang percaya? Iman bukan berarti hidup tanpa badai, tetapi tetap yakin bahwa bersama Yesus, kita tidak akan ditinggalkan.

Hari ini Gereja mengenang Santo Yohanes Bosco, imam yang dikenal hadir dan setia membina kaum muda yang hidupnya penuh “badai”. Ia tidak menyerah pada keadaan; ia mendampingi dengan kasih yang tegas, memberi harapan, dan menuntun mereka melihat masa depan. Teladan ini meneguhkan kita: saat hidup berguncang, yang kita butuhkan pertama-tama adalah tetap dekat dengan Yesus, percaya pada waktu dan cara pertolongan-Nya.

Doa:
Tuhan Yesus, saat hidupku diterpa badai, kuatkan imanku. Ajari aku percaya bahwa Engkau ada dalam perahu hidupku, dan jadikan aku pribadi yang menghadirkan pengharapan bagi sesama. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️, Manuntun Sitinjak

Kamis, 15 Januari 2026

FAITH BRINGS RESTORATION

Gereja Kelahiran Yesus, Betlehem

DEVOTIONAL REFLECTION : FAITH BRINGS RESTORATION

Thursday, 15 Jan 2026

(1 Samuel 4:1–11; Mark 1:40–45)

Israel suffered defeat because they relied on a symbol of God’s presence without living in obedience and repentance. The Ark of the Covenant was brought into battle, yet their hearts were far from God. They trusted outward signs rather than a true relationship with Him. This reminds us that faith cannot be replaced by rituals or religious habits that are empty of obedience.

In contrast, the leper in the Gospel came to Jesus with simple faith and total surrender: “If You are willing.” He did not demand anything, but fully trusted in the Lord’s mercy. This sincere faith opened the way to restoration. God looks at a surrendered heart, and when true faith meets His compassion, genuine restoration takes place.

Prayer:
Lord Jesus, teach us to come to You with sincere faith and obedient hearts. Restore our lives according to Your will. Amen.

God bless us all ❤️
Manuntun Sitinjak

IMAN MEMBAWA PEMULIHAN

Nativity Church, Betlehem, Palestina


RENUNGAN FIRMAN : IMAN MEMBAWA PEMULIHAN

Kamis, 15 Jan 2026

(1 Samuel 4:1–11; Markus 1:40–45)

Bangsa Israel mengalami kekalahan karena mengandalkan simbol kehadiran Tuhan tanpa hidup setia dan bertobat. Tabut Allah dibawa ke medan perang, tetapi hati mereka tidak sungguh-sungguh kembali kepada Tuhan. Mereka berharap kemenangan dari tanda lahiriah, bukan dari relasi yang benar dengan Allah. Peristiwa ini mengingatkan bahwa iman tidak bisa digantikan oleh ritual, simbol, atau kebiasaan rohani yang dijalankan tanpa ketaatan.

Sebaliknya, orang kusta dalam Injil datang kepada Yesus dengan iman sederhana dan penyerahan total: “Kalau Engkau mau.” Ia tidak menuntut, tidak memaksa, hanya percaya pada belas kasih Tuhan. Iman yang tulus inilah yang membuka jalan bagi pemulihan. Tuhan berkenan pada hati yang berserah, dan ketika iman sejati bertemu kasih-Nya, hidup dipulihkan secara utuh.

Doa:
Tuhan Yesus, ajarlah kami datang kepada-Mu dengan iman yang tulus dan hati yang taat. Pulihkan hidup kami seturut kehendak-Mu. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Manuntun Sitinjak

Rabu, 14 Januari 2026

Mendengarkan Tuhan dan Setia Melangkah

Chapel of The Shepherd's Field, Betlehem 

Renungan Firman Tuhan Hari Ini: Mendengarkan Tuhan dan Setia Melangkah

Bacaan: 1 Samuel 3:1–10, 19–20; Markus 1:29–39

Samuel mengenal suara Tuhan dalam keheningan dan menanggapi-Nya dengan ketaatan. Yesus pun, di tengah pelayanan yang padat, memilih menyendiri untuk berdoa agar tetap setia pada misi Bapa. 

Kedua bacaan ini menegaskan bahwa panggilan hidup lahir dari hati yang mau diam, mendengar Tuhan, dan melangkah sesuai kehendak-Nya, bukan sekadar mengikuti kesibukan dunia.

Doa:
Tuhan, bukalah hati kami untuk mendengar suara-Mu dan kuatkan kami agar setia menjalani panggilan hidup. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️,
Manuntun Sitinjak

Selasa, 13 Januari 2026

่งฃๆ”พใ™ใ‚‹็ฅžใฎๅŠ›


ไปŠๆ—ฅใฎใฟใ“ใจใฐใฎ้ป™ๆƒณ:่งฃๆ”พใ™ใ‚‹็ฅžใฎๅŠ›

2026ๅนด1ๆœˆ13ๆ—ฅ(็ซ)

ๆœ—่ชญ็ฎ‡ๆ‰€: ใ‚ตใƒ ใ‚จใƒซ่จ˜ไธŠ 1็ซ 9–20็ฏ€ | ใƒžใƒซใ‚ณใซใ‚ˆใ‚‹็ฆ้Ÿณๆ›ธ 1็ซ 21–28็ฏ€

ใƒใƒณใƒŠใฏ้‡ใ„ๅฟƒใ‚’ๆŠฑใˆใชใŒใ‚‰、็œŸๅฟƒใ‚’ใ‚‚ใฃใฆ็ฅžใซ็ฅˆใ‚Šใพใ—ใŸ。ใใฎ็ฅˆใ‚Šใฏ้™ใ‹ใงใ—ใŸใŒ、ๆทฑใ„ไฟกไปฐใซๆบ€ใกใฆใŠใ‚Š、็ฅžใฏใใ‚Œใ‚’่žใๅ…ฅใ‚Œใ‚‰ใ‚Œใพใ—ใŸ。ๅฝผๅฅณใฎไฟก้ ผใ‚’้€šใ—ใฆ、็ฅžใฎๆ•‘ใ„ใฎๅพกๆฅญใŒๅง‹ใพใ‚Šใพใ™。

็ฆ้Ÿณใฎไธญใง、ใ‚คใ‚จใ‚นใฏๆจฉๅจใ‚’ใ‚‚ใฃใฆๆ•™ใˆใ‚‰ใ‚Œใพใ™。ใใฎ่จ€่‘‰ใฏๅ˜ใชใ‚‹ๆ•™ใˆใงใฏใชใ、ไบบใ‚’ๆŸ็ธ›ใ‹ใ‚‰่งฃๆ”พใ™ใ‚‹็ฅžใฎๅŠ›ใใฎใ‚‚ใฎใงใ™。ไบบใ€…ใŒ้ฉšใ„ใŸใฎใฏ、็ฅžใฎๅŠ›ใŒใ‚คใ‚จใ‚นใ‚’้€šใ—ใฆ็พใ•ใ‚ŒใŸใ‹ใ‚‰ใงใ™。

ไปŠๆ—ฅใฎใฟใ“ใจใฐใฏ、็ฅžใŒ็งใŸใกใ‚’่งฃๆ”พใ—ใฆใใ ใ•ใ‚‹ๆ–นใงใ‚ใ‚‹ใ“ใจใ‚’ๆ•™ใˆใฆใ„ใพใ™。็ฅžใฏ、็œŸๅฎŸใช็ฅˆใ‚Šใจ็”ŸใใŸใฟใ“ใจใฐใ‚’้€šใ—ใฆๅƒใ‹ใ‚Œใพใ™。ไฟกไปฐใ‚’ใ‚‚ใฃใฆ็ฅžใซ่ฟ‘ใฅใ、ใฟใ“ใจใฐใซๅฟƒใ‚’้–‹ใใจใ、็ฅžใฎๅŠ›ใฏ็™’ใ—ใจ่‡ช็”ฑ、ๆ–ฐใ—ใ„ใ„ใฎใกใ‚’ใ‚‚ใŸใ‚‰ใ—ใพใ™。

็ฅˆใ‚Š:
ไธปใ‚ˆ、็งใŸใกใฎๅฟƒใ‚’ใ™ในใฆใฎ้‡่ทใ‹ใ‚‰่งฃๆ”พใ—、ใฟใ“ใจใฐใฎๆ•‘ใ„ใฎๅŠ›ใ‚’ไฟก้ ผใงใใ‚‹ใ‚ˆใ†、ไฟกไปฐใ‚’ๅผทใ‚ใฆใใ ใ•ใ„。ใ‚ขใƒผใƒกใƒณ。

็ฅžใฎ็ฅ็ฆใŒใ‚ใ‚Šใพใ™ใ‚ˆใ†ใซ ❤️
ใƒžใƒŒใƒณใƒˆใ‚ฅใƒณ・ใ‚ทใƒ†ใ‚ฃใƒณใ‚ธใƒฃใƒƒใ‚ฏ

GOD’S LIBERATING POWER


Today’s Scripture Reflection: GOD’S LIBERATING POWER

Tuesday, January 13, 2026

Readings: 1 Samuel 1:9–20 | Mark 1:21–28

Hannah comes before God with a heavy heart and a sincere prayer. Her prayer is quiet, yet full of faith, and God listens. Through her trust, God’s saving work begins to unfold in her life.

In the Gospel, Jesus teaches with authority. His word is not merely instruction, but divine power that liberates people from the grip of evil. Those who hear Him are amazed, because God’s power is made visible through His words and actions.

Today’s Scripture reminds us that God is the One who sets us free. He works through sincere prayer and through His living word. When we come to Him in faith and open our hearts to His word, God’s power brings healing, freedom, and new life.

Prayer:
Lord, free our hearts from every burden and strengthen our faith, so we may trust in the saving power of Your word. Amen.

May God bless us all ❤️,
Manuntun Sitinjak

KUASA ALLAH YANG MEMBEBASKAN



Jerusalem, Israel

Renungan Firman Tuhan Hari Ini: KUASA ALLAH YANG MEMBEBASKAN

Selasa, 13 Januari 2026

Bacaan: 1 Samuel 1:9–20 | Markus 1:21–28

Hana datang kepada Tuhan dengan hati yang penuh beban dan doa yang tulus. Ia tidak bersuara keras, namun imannya didengar Tuhan. Doanya membuka jalan bagi karya Allah yang mengubah hidupnya.

Dalam Injil, Yesus mengajar dengan kuasa. Sabda-Nya bukan sekadar kata-kata, tetapi kekuatan ilahi yang membebaskan manusia dari kuasa jahat. Orang-orang takjub karena melihat Allah bekerja nyata melalui Yesus.

Firman Tuhan hari ini menegaskan bahwa Allah adalah Allah yang membebaskan. Ia bekerja melalui doa yang sungguh dan sabda yang hidup. Ketika kita datang kepada Tuhan dengan iman dan membuka hati pada firman-Nya, kuasa Allah memulihkan dan memberi hidup baru.

Doa:
Tuhan, bebaskanlah hati kami dari segala belenggu dan kuatkan iman kami agar percaya pada kuasa sabda-Mu yang menyelamatkan. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️,
Manuntun Sitinjak

Jumat, 09 Januari 2026

LIVING BY FAITH AND SURRENDERING TO THE LORD


REFLECTION ON THE WORD: LIVING BY FAITH AND SURRENDERING TO THE LORD

Scripture Readings:

1 John 5:5–13 | Luke 5:12–16

​A leper came to Jesus with sincere faith, saying: “Lord, if You are willing, You can make me clean.” He did not make demands; instead, he surrendered himself completely to the will of the Lord. Jesus touched him and restored him—a sign that faith, rooted in trust and surrender, opens the door for God’s work of love. Today’s readings affirm that faith in Christ brings life and victory because it is God Himself who is at work.

​In our lives, we are called to place our full trust in the Lord—believing that in every step, struggle, and effort, God is working alongside us, perfecting our lives according to His divine will.

Prayer:

Lord Jesus, teach us to trust You completely and to surrender to Your will. We believe that You are the one who works within us and restores our lives. Amen.

​May God bless us all ❤️,

Manuntun Sitinjak

HIDUP ATAS DASAR PERCAYA, BERSERAH KEPADA TUHAN


RENUNGAN FIRMAN: HIDUP ATAS DASAR PERCAYA, BERSERAH KEPADA TUHAN

Bacaan:
1 Yoh 5:5–13 | Luk 5:12–16

Seorang kusta datang kepada Yesus dengan iman yang tulus: “Jika Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Ia tidak menuntut, tetapi menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. Yesus menjamah dan memulihkannya—tanda bahwa iman yang percaya dan berserah membuka ruang bagi karya kasih Allah. Bacaan hari ini menegaskan bahwa iman kepada Kristus memberi hidup dan kemenangan, karena Allah sendiri yang berkarya.

Dalam hidup kita, kita dipanggil untuk menaruh kepercayaan penuh kepada Tuhan—meyakini bahwa dalam setiap langkah, pergumulan, dan usaha, Tuhan turut bekerja dan menyempurnakan hidup kita menurut kehendak-Nya.

Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah kami percaya sepenuhnya kepada-Mu dan berserah pada kehendak-Mu. Kami percaya Engkaulah yang bekerja dan memulihkan hidup kami. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️,
Manuntun Sitinjak

GOD WHO LIBERATES AND FULFILLS HIS PROMISE


GOD WHO LIBERATES AND FULFILLS HIS PROMISE

SCRIPTURE REFLECTION: GOD WHO LIBERATES AND FULFILLS HIS PROMISE

Readings:

1 John 4:19–5:4 | Psalm 72:1–2, 14–15, 17 | Luke 4:14–22a

​Jesus is present as the fulfillment of God's promise. What was once prophesied has now become a reality: liberation, restoration, and hope. He brings the love of God—who first loved us—and empowers us to live in a faith that overcomes the world. Like the King described in the Psalms, Christ defends the weak and makes our lives a blessing to many.

​In daily life, faith in Christ is manifested through tangible love: the courage to defend the vulnerable, honesty in our actions, and a willingness to be peacemakers. By living from the love of God, we participate in His work of liberation for the world.

Prayer:

Lord Jesus, thank You for Your liberating love. Strengthen our faith so that our lives may become channels of love, justice, and blessings for others. Amen.

ALLAH YANG MEMBEBASKAN DAN MENGGENAPI JANJI-NYA

Gereja Maria menerima Kabar Gembira, Nazareth, Israel

RENUNGAN FIRMAN: ALLAH YANG MEMBEBASKAN DAN MENGGENAPI JANJI-NYA

Bacaan:
1 Yoh 4:19–5:4 | Mzm 72:1–2, 14–15, 17 | Luk 4:14–22a

Yesus hadir sebagai penggenapan janji Allah. Apa yang dahulu dinubuatkan kini menjadi nyata: pembebasan, pemulihan, dan harapan. Ia membawa kasih Allah yang lebih dahulu mengasihi kita dan memampukan kita hidup dalam iman yang mengalahkan dunia. Seperti Raja yang digambarkan dalam Mazmur, Kristus membela yang lemah dan menjadikan hidup kita berkat bagi banyak orang.

Dalam kehidupan sehari-hari, iman kepada Kristus diwujudkan melalui kasih yang nyata: keberanian membela yang lemah, kejujuran dalam bertindak, dan kesediaan menjadi pembawa damai. Dengan hidup dari kasih Allah, kita ikut ambil bagian dalam karya pembebasan-Nya bagi dunia.

Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih atas kasih-Mu yang membebaskan. Teguhkan iman kami agar hidup kami menjadi saluran kasih, keadilan, dan berkat bagi sesama. Amin.

Rabu, 07 Januari 2026

REFLECTION ON GOD’S WORD: LOVE THAT FREES US FROM FEAR

Cairo, Egypt Holyland

REFLECTION ON GOD’S WORD: LOVE THAT FREES US FROM FEAR

Readings:
1 John 4:11–18
Mark 6:45–52

Today’s readings reveal a powerful truth: God’s love frees us from fear. In the first reading, Saint John reminds us that perfect love casts out fear. Fear arises when we do not remain in love.

In the Gospel, the disciples are terrified by the storm until Jesus comes walking on the water and says, “Do not be afraid.” His presence transforms fear into peace.

In our lives, storms often shake our faith. Yet when we abide in God’s love and trust in Jesus’ presence, fear gives way to calm, courage, and hope.

Prayer:
Lord Jesus, teach me to remain in Your love, so that fear may not rule my heart, but faith and trust in You may guide my life. Amen.

God bless us all ❤️
Manuntun Sitinjak

RENUNGAN FIRMAN TUHAN: KASIH YANG MENGHALAU RASA TAKUT



RENUNGAN FIRMAN TUHAN: KASIH YANG MENGHALAU RASA TAKUT

Bacaan:
1 Yohanes 4:11–18
Markus 6:45–52

Bacaan hari ini menegaskan satu kebenaran penting: kasih Allah membebaskan kita dari rasa takut. Dalam bacaan pertama, Santo Yohanes menulis bahwa kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Takut muncul ketika kita tidak tinggal dalam kasih.

Injil menampilkan para murid yang dilanda badai dan ketakutan, sampai Yesus datang berjalan di atas air dan berkata, “Jangan takut!” Kehadiran Yesus mengubah kepanikan menjadi damai.

Sering kali badai hidup membuat kita kehilangan arah dan iman. Namun saat kita tinggal dalam kasih Allah dan percaya pada kehadiran Yesus, ketakutan digantikan oleh ketenangan dan keberanian.

Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah aku tinggal dalam kasih-Mu, agar aku tidak dikuasai rasa takut, melainkan hidup dalam iman dan kepercayaan penuh kepada-Mu. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Manuntun Sitinjak

Selasa, 06 Januari 2026

REFLECTION ON GOD’S WORD: LOVE THAT MULTIPLIES (060126)


Gereja Bapa Kami Jerusalem 

REFLECTION ON GOD’S WORD: LOVE THAT MULTIPLIES (060126)

Readings:
1 John 4:7–10
Mark 6:34–44

Love always begins with God. In the first reading, we are reminded that God loved us first. This love is not merely a feeling, but a concrete action. Today’s Gospel shows this clearly as Jesus is moved by compassion. From five loaves and two fish, He feeds thousands until all are satisfied.

True love does not wait for abundance; it is willing to give even in limitation. When love is lived with faith and obedience, God Himself multiplies it and makes it a blessing for many.

Prayer:
Lord, teach me to love through real actions and to trust that You multiply every act of love I offer. Amen.

May God bless us all ❤️
Manuntun Sitinjak

RENUNGAN FIRMAN: KASIH YANG MELIPATGANDAKAN (060126)

Pater Noster Chirch Jerusalem 

RENUNGAN FIRMAN: KASIH YANG MELIPATGANDAKAN (060126)

Bacaan:
1 Yohanes 4:7–10
Markus 6:34–44

Kasih selalu berawal dari Allah. Dalam bacaan pertama, kita diingatkan bahwa Allah lebih dulu mengasihi kita. Kasih itu tidak berhenti sebagai perasaan, tetapi dinyatakan dalam tindakan nyata. Injil hari ini menegaskan hal yang sama melalui Yesus yang tergerak oleh belas kasih. Dari lima roti dan dua ikan, Ia memberi makan ribuan orang hingga semua kenyang.

Kasih yang sejati tidak menunggu kelimpahan, tetapi rela memberi dari keterbatasan. Saat kasih dijalani dengan iman dan ketaatan, Tuhan sendirilah yang melipatgandakannya dan menjadikannya berkat bagi banyak orang.

Doa:
Tuhan, ajarku mengasihi dengan tindakan nyata dan percaya bahwa Engkau melipatgandakan setiap kasih yang kuberikan. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Manuntun Sitinjak


Sabtu, 03 Januari 2026

JOY AS CHILDREN OF GOD

Nazareth Israel

REFLECTION ON GOD’S WORD: JOY AS CHILDREN OF GOD

Readings:
2:29 – 3:6
1:29–34

Jesus is revealed as the Lamb of God who takes away the sin of the world. This is the true source of our joy: sin is removed and our relationship with God is restored. The first reading affirms that those who believe in Christ are born of God and are called children of God. This identity is not merely a spiritual status, but a call to a new way of life.

Joy as children of God does not depend on external circumstances, but on abiding in Christ. When we realize that we belong to God, are loved, and redeemed, our hearts are filled with peace and joy. Living as God’s children means turning away from sin and walking in righteousness—not out of fear, but out of love.

Prayer:
Lord Jesus, thank You for taking away my sins and making me a child of God. Help me live according to this new identity, so that my life may radiate Your joy and truth. Amen.

God bless us all ❤️,
Manuntun Sitinjak

SUKACITA SEBAGAI ANAK-ANAK ALLAH

Nazareth Israel

RENUNGAN FIRMAN TUHAN: SUKACITA SEBAGAI ANAK-ANAK ALLAH

Bacaan:
1 Yohanes 2:29 – 3:6
Injil Yohanes 1:29–34

Yesus dikenalkan sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Inilah sumber sukacita sejati: dosa dihapus, relasi dengan Allah dipulihkan. Bacaan pertama menegaskan bahwa kita yang percaya kepada Kristus dilahirkan dari Allah dan disebut anak-anak-Nya. Identitas ini bukan sekadar status rohani, melainkan panggilan hidup.

Sukacita sebagai anak-anak Allah lahir bukan dari keadaan luar, tetapi dari hidup yang tinggal dalam Kristus. Ketika kita menyadari bahwa kita milik Allah, dikasihi, dan ditebus, hati dipenuhi damai dan sukacita. Karena itu, hidup sebagai anak Allah berarti meninggalkan dosa dan berjalan dalam kebenaran, bukan karena takut, tetapi karena kasih.

Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menghapus dosaku dan menjadikanku anak Allah. Tolong aku hidup seturut identitas baruku, agar hidupku memancarkan sukacita dan kebenaran-Mu. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️,
Manuntun Sitinjak

Jumat, 02 Januari 2026

KONSISTEN DALAM KRISTUS, BERDAMPAK BAGI SESAMA

Pyramid, Giza, Egypt

RENUNGAN FIRMAN: KONSISTEN DALAM KRISTUS, BERDAMPAK BAGI SESAMA

Bacaan:
• 1 Yohanes 2:22–28
• Yohanes 1:19–28

Bacaan hari ini menegaskan satu hal penting: iman sejati tampak dalam hidup yang konsisten. Yohanes Pembaptis tidak mencari pengakuan, ia setia pada perannya. Surat Yohanes mengingatkan bahwa orang yang tinggal dalam Kristus akan hidup dalam kebenaran.

Dari sinilah lahir hidup yang happy—bukan karena pujian, tetapi karena hati yang damai. Konsistensi menjaga iman tetap hidup. Komitmen membuat kita setia meski tidak dilihat. Hidup seperti ini akan menginspirasi, dan inspirasi sejati mendorong kita berbagi kebaikan bagi orang lain.

Ketika Kristus sungguh tinggal di dalam diri kita, hidup menjadi berkat—bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi bagi banyak orang.

Doa:
Tuhan Yesus, tinggallah di dalam hati kami. Kuatkan kami untuk hidup konsisten, setia pada komitmen, dan mau berbagi kebaikan agar hidup kami menjadi berkat bagi sesama. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Manuntun Sitinjak