Minggu, 28 Juni 2026

MENGUTAMAKAN KRISTUS DI ATAS SEGALANYA

Gereja Kuala Dua, 28072024

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: MENGUTAMAKAN KRISTUS DI ATAS SEGALANYA

Minggu, 28 Juni 2026

Bacaan: 2Raj 4:8-11, 14-16a; Mzm 89:2-3, 16-19; Rm 6:3-4, 8-11; Mat 10:37-42.

"Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak bagi-Ku." (Matius 10:38)

Mengikuti Yesus bukan hanya berarti percaya kepada-Nya, tetapi juga menjadikan-Nya yang terutama dalam seluruh hidup kita. Itulah pesan utama Injil hari ini. Yesus tidak meminta kita mengurangi kasih kepada keluarga, tetapi menghendaki agar kasih kepada-Nya menjadi dasar bagi setiap kasih yang kita berikan kepada sesama.

Ketika Kristus menjadi pusat kehidupan, kita akan mampu mengasihi pasangan, anak, orang tua, sahabat, bahkan orang yang menyakiti kita dengan kasih yang lebih murni. Sebaliknya, jika hati kita lebih melekat pada kenyamanan, harta, jabatan, atau relasi daripada kepada Kristus, kita akan mudah kehilangan damai ketika semua itu berubah atau diambil dari kita.

Bacaan pertama mengisahkan perempuan Sunem yang dengan tulus menerima Nabi Elisa dan melayaninya tanpa pamrih. Tuhan melihat ketulusan hatinya dan menganugerahkan berkat yang melampaui harapannya. Demikian pula Yesus mengajarkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan demi nama-Nya, bahkan hanya memberikan secangkir air kepada sesama, tidak akan pernah sia-sia di hadapan Allah.

Mengutamakan Kristus berarti siap memikul salib setiap hari. Salib itu dapat berupa tetap jujur ketika godaan datang, tetap mengampuni ketika disakiti, tetap setia ketika menghadapi kesulitan, dan tetap berbuat baik meskipun tidak dihargai. Salib memang tidak selalu ringan, tetapi bersama Kristus, salib menjadi jalan menuju pertumbuhan iman, sukacita, dan kehidupan yang kekal.

Marilah hari ini kita bertanya kepada diri sendiri: apakah Yesus sungguh menjadi yang terutama dalam hidupku? Semoga setiap keputusan, perkataan, dan tindakan kita semakin mencerminkan bahwa Kristus benar-benar meraja di dalam hati kita.

Doa:
Bapa yang penuh kasih, terima kasih atas Sabda-Mu hari ini. Ajarlah kami untuk selalu mengutamakan Putra-Mu, Yesus Kristus, di atas segala sesuatu. Berilah kami kekuatan untuk setia memikul salib setiap hari dan mengikuti-Mu dengan sukacita. Jadikanlah hidup kami saksi kasih-Mu bagi dunia. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Tuhan memberkati kita semua. ❤️

Dr. Manuntun Sitinjak

PUTTING CHRIST ABOVE ALL THINGS

Gereja Kuala Dua, 28072024

TODAY'S GOD'S WORD REFLECTION: PUTTING CHRIST ABOVE ALL THINGS

Sunday, June 28, 2026

Readings: 2 Kgs 4:8–11, 14–16a; Ps 89:2–3, 16–19; Rom 6:3–4, 8–11; Mt 10:37–42.

"Whoever does not take up his cross and follow me is not worthy of me." (Matthew 10:38)

Following Jesus is not simply a matter of believing in Him; it means making Him the highest priority in our lives. This is the central message of today's Gospel. Jesus is not asking us to love our families less. Rather, He calls us to love Him first, so that every other relationship is rooted in His love.

When Christ is at the center of our lives, we are able to love our spouse, children, parents, friends, and even those who hurt us with a more sincere and selfless love. But when our hearts are attached more to comfort, wealth, status, or human relationships than to Christ, our peace can easily be shaken when those things are lost or changed.

The first reading tells the story of the Shunammite woman, who warmly welcomed the prophet Elisha and served him with genuine generosity. God saw her faithful heart and blessed her far beyond her expectations. Likewise, Jesus teaches that even the smallest act of kindness, such as offering a cup of water in His name, will never go unnoticed or unrewarded by God.

Putting Christ first means being willing to carry our cross each day. That cross may be remaining honest when dishonesty seems easier, forgiving those who have hurt us, staying faithful through difficulties, and continuing to do good even when our efforts are unappreciated. The cross is never easy, but with Christ, it becomes the path to spiritual growth, true joy, and eternal life.

Today, let us ask ourselves: Is Jesus truly the first priority in my life? May every decision, every word, and every action reflect that Christ truly reigns in our hearts.

Prayer:

Heavenly Father, thank You for Your Word today. Teach us to always place Your Son, Jesus Christ, above all else. Give us the strength to carry our cross each day with faith, love, and hope. May our lives become living witnesses of Your love to everyone we meet. Through Christ our Lord. Amen.

May God bless us all. ❤️

Dr. Manuntun Sitinjak

Rabu, 24 Juni 2026

CALLED AND SENT FROM THE WOMB

Gereja K Genbira Kotabumi 21062026

TODAY'S GOD'S WORD REFLECTION: CALLED AND SENT FROM THE WOMB

Wednesday, June 24, 2026
Solemnity of the Nativity of Saint John the Baptist

📖 Today's Readings: Isaiah 49:1–6 | Psalm 139:1–3, 13–15 | Acts 13:22–26 | Luke 1:57–66, 80

In today’s Gospel, the Church celebrates the birth of Saint John the Baptist, the prophet chosen by God to prepare the way for the coming of the Messiah. When Elizabeth gave birth to a son, many wanted to name him Zechariah after his father. However, according to God’s will, the child was named John, which means “God is gracious.” From the very beginning of his life, John had a special calling from God. He was prepared to be the voice crying out in the wilderness and to lead many people to Christ.

The First Reading reminds us that God called and knew His servant even before birth. Likewise, today’s Psalm expresses awe at how God formed and knew each of us personally while we were still in our mother’s womb. No one is born by accident. Every person is created with a unique purpose, calling, and mission from God.

John the Baptist understood that his mission was not to draw attention to himself but to point others to Jesus. His life became a witness of true humility. He declared, “He must increase, but I must decrease.” This is the mark of a true disciple: living not for self-glory, but for the glory of God.

Today, the Lord invites us to reflect on our own calling. God has known us from the very beginning and has entrusted each of us with a unique mission. The question is: Does our life lead others closer to Christ? Through our words, actions, work, family life, and service, can others see God's love and goodness?

Prayer:

Lord, thank You for knowing and calling us from the very beginning of our lives. Help us to discover and fulfill the mission You have entrusted to us. Make our lives like that of Saint John the Baptist—always pointing others to Christ and bringing glory to Your name. Amen.

May God bless us all ❤️

Palembang 24th Jun 2026,
Dr. Manuntun Sitinjak

#DailyReflection
#CatholicFaith
#WordOfGod
#JohnTheBaptist
#ChristianLiving

DIPANGGIL DAN DIUTUS SEJAK DALAM KANDUNGAN

Gereja Kabar Gembira Kotabumi 21Jun2026

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: DIPANGGIL DAN DIUTUS SEJAK DALAM KANDUNGAN

Rabu, 24 Juni 2026
Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

📖 Bacaan Hari Ini: Yes 49:1–6 | Mzm 139:1–3,13–15 | Kis 13:22–26 | Luk 1:57–66,80 

Dalam Injil hari ini, Gereja merayakan kelahiran Santo Yohanes Pembaptis, nabi yang dipilih Allah untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias. Ketika Elisabet melahirkan seorang anak laki-laki, banyak orang ingin menamainya Zakharia seperti ayahnya. Namun atas kehendak Allah, anak itu diberi nama Yohanes, yang berarti "Tuhan berkenan". Sejak awal kehidupannya, Yohanes sudah memiliki panggilan khusus dari Tuhan. Ia dipersiapkan untuk menjadi suara yang berseru di padang gurun dan mengarahkan banyak orang kepada Kristus. 

Bacaan pertama menegaskan bahwa Tuhan telah memanggil dan mengenal hamba-Nya sejak dalam kandungan. Demikian pula Mazmur hari ini mengungkapkan kekaguman bahwa Tuhan membentuk dan mengenal kita secara pribadi sejak awal kehidupan kita. Tidak ada seorang pun yang lahir secara kebetulan. Setiap orang diciptakan dengan tujuan, panggilan, dan rencana Allah yang indah. 

Yohanes Pembaptis memahami bahwa tugasnya bukan menarik perhatian kepada dirinya sendiri, melainkan kepada Yesus. Hidupnya menjadi kesaksian tentang kerendahan hati. Ia berkata, "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." Inilah ciri seorang murid sejati: hidup untuk memuliakan Tuhan, bukan diri sendiri.

Hari ini Tuhan mengajak kita untuk merenungkan panggilan hidup kita. Tuhan telah mengenal kita sejak dalam kandungan dan mempercayakan misi yang unik kepada setiap kita. Pertanyaannya adalah: apakah hidup kita semakin mengarahkan orang kepada Kristus? Apakah melalui perkataan, tindakan, pekerjaan, keluarga, dan pelayanan kita, orang lain dapat melihat kasih dan kebaikan Tuhan?

Doa:

Tuhan, terima kasih karena Engkau telah mengenal dan memanggil kami sejak awal kehidupan kami. Bantulah kami untuk menemukan dan menjalankan panggilan yang Engkau percayakan. Jadikanlah hidup kami seperti Yohanes Pembaptis, yang selalu menunjuk kepada Kristus dan memuliakan nama-Mu. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Palembang, 24 Juni 2026,
Dr. Manuntun Sitinjak

#RenunganHarian
#Ekatolik
#FirmanTuhan
#YohanesPembaptis
#ImanKatolik

Selasa, 23 Juni 2026

MORNING PRAYER OF GRATITUDE AND SURRENDER

Maria Grotto of Sekincau, 17062026

MORNING PRAYER OF GRATITUDE AND SURRENDER

Heavenly Father,

This morning, I come before You with a grateful and joyful heart. Thank You for Your love and protection throughout the night. Thank You for watching over me, giving me peaceful rest, and allowing me to wake up safely to this beautiful new day.

Thank You for the gift of life, for the breath You continue to entrust to me, for my family, my work, my ministry, and for the countless blessings You pour into my life each day.

Father, You are the source of my life, my strength, my hope, and my salvation. I praise and glorify Your holy name, for Your love never fails and Your mercy is new every morning.

As I begin this new day, I place my entire life into Your hands. Guide my thoughts, my words, my decisions, and every step I take. May Your will be done in my life, not my own.

Pour out Your Holy Spirit upon me today. Grant me wisdom to understand Your will, strength to do what is right, patience in every challenge, and a heart filled with love for others.

Bless my family, my work, my ministry, and all those whom You have entrusted to my care. Make me an instrument of Your peace, joy, and blessing wherever I go.

Father, I trust that this day is in Your hands. Therefore, I move forward with gratitude, joy, and hope, confident that Your love and presence will guide me throughout this day.

I also entrust my loved ones, my friends, my work, and my ministry to You. May my life bring glory to Your name, reveal Your love to others, and help fulfill Your will on earth.

All praise, honor, and glory be to You, now and forever.

Through Jesus Christ, our Lord and Savior, who lives and reigns with You, Father, in the unity of the Holy Spirit, one God, forever and ever.

Amen. ❤️

Palembang, 23 Jun 2026

Dr. Manuntun Sitinjak

DOA PAGI PENUH SYUKUR DAN PENYERAHAN

Gua Maria Sekincau Lambar Thu 17062026

DOA PAGI PENUH SYUKUR DAN PENYERAHAN

Bapa yang Mahabaik,

Pagi ini aku datang ke hadapan-Mu dengan hati yang penuh syukur. Terima kasih atas kasih dan perlindungan-Mu sepanjang malam yang telah berlalu. Terima kasih karena Engkau menjaga, memelihara, dan membangunkan aku kembali pada pagi yang indah ini.

Terima kasih atas anugerah kehidupan, atas nafas yang masih Engkau percayakan, atas keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan semua berkat yang setiap hari Engkau limpahkan dalam hidupku.

Bapa, Engkaulah sumber kehidupan, kekuatan, pengharapan, dan keselamatanku. Aku memuji dan memuliakan nama-Mu karena kasih setia-Mu tidak pernah berakhir dan selalu baru setiap pagi.

Pada hari yang baru ini, aku menyerahkan seluruh hidupku ke dalam tangan-Mu. Pimpinlah setiap langkahku, setiap keputusan yang kuambil, setiap pekerjaan yang kulakukan, dan setiap perjumpaan yang akan kualami hari ini.

Curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam hatiku. Berilah aku hikmat untuk memahami kehendak-Mu, kekuatan untuk melakukan yang baik, kesabaran dalam menghadapi setiap tantangan, serta hati yang penuh kasih kepada sesama.

Berkatilah keluargaku, pekerjaanku, pelayananku, dan semua orang yang Engkau percayakan dalam hidupku. Jadikanlah aku pembawa damai, sukacita, dan berkat bagi mereka yang kujumpai hari ini.

Bapa, aku percaya hari ini berada dalam tangan-Mu. Karena itu aku melangkah dengan penuh syukur, sukacita, dan pengharapan, yakin bahwa kasih-Mu selalu menyertai dan menuntunku.

Semua ini kupersembahkan kepada-Mu dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamatku, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

Amin. ❤️
Palembang, 23 Jun 2026

Dr. Manuntun Sitinjak

Sabtu, 20 Juni 2026

Gua Maria Bunda Kerahiman Sekincau

Gua Maria B Kerahiman Sekincau 17062026

Ziarah ke Gua Maria Bunda Kerahiman

Sekincau, Lampung Barat
18 Juni 2026

Kami datang ke Lampung Barat dalam rangka melakukan pelayanan kami bersama bisnis yang kami tekuni, Miora. Sebuah perjalanan yang bukan hanya tentang pekerjaan dan perjuangan membangun kehidupan, tetapi juga tentang melayani, menguatkan, dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Pagi itu, setelah bangun pagi, sekitar pukul 05.00, kami berangkat menuju Gua Maria Bunda Kerahiman, di Sekincau, Lampung Barat. Udara pagi yang dingin tidak menjadi halangan bagi kami. Justru dalam kesejukan itu, hati kami semakin mantap untuk datang, berdoa, dan bersyukur kepada Tuhan.

Gua Maria Bunda Kerahiman ini hanya sekitar 10 menit dari tempat kami menginap. Setibanya di sana, mobil kami parkir di depan pagar kompleks Gua Maria, karena gerbang masih tertutup. Namun hal itu tidak mengurangi kerinduan hati kami untuk berdoa.


Saya dan Michael kemudian berjalan menuju Gua Maria. Dalam suasana yang hening dan teduh, kami menyalakan lilin, berdoa, dan menyerahkan seluruh perjalanan hidup kami kepada Tuhan melalui perantaraan doa Bunda Maria.

Kami juga menyempatkan diri untuk berdoa Rosario. Dalam setiap butir doa yang kami daraskan, hati kami semakin dikuatkan dalam iman, pengharapan, dan kasih. Kami percaya, ziarah pagi itu bukanlah sebuah kebetulan, melainkan undangan indah dari Tuhan dan Bunda Maria bagi kami.


Sungguh suatu pengalaman rohani yang indah. Sebuah berkat dari Tuhan yang menyentuh hati: datang dalam kesederhanaan, berdoa dalam keheningan, dan pulang dengan hati yang penuh damai.

Terimakasih Tuhan untuk kesempatan ziarah yang penuh rahmat ini.
Bunda Maria, doakanlah kami.

Tuhan memberkati kita semua ❤️

Liwa 20 Jun 2026,

Dr. Manuntun Sitinjak

#GuaMariaBundaKerahiman
#Sekincau
#LampungBarat
#ZiarahIman
#TuhanMenyertai