![]() |
| Gereja St Yoseph Pekerja, Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah |
Misa di Karanganyar, Kebumen
PERCAYA DAN HIDUP, HIDUP DAN PERCAYA
Hari Minggu, 22 Maret, saya dan keluarga ada di Kebumen karena mudik Lebaran.
Pagi ini pukul 06.00 kami sudah berangkat dari Dukuh Kesongging, Candiwulan, menuju Gereja Paroki St. Yoseph Pekerja, karena misa akan dimulai pukul 07.00 pagi.
Sesampainya di depan gerbang gereja, dekat Stasiun KAKA (Kereta Api Karanganyar), Rafael turun dari mobil untuk membuka pintu gerbang, karena memang belum dibuka. Kami masuk, masih sepi. Namun beberapa menit kemudian umat mulai berdatangan dan kami pun bersalaman dengan umat setempat.
Adik-adik kami, Hotlam dan Lambok beserta keluarga, juga ikut ke gereja. Mereka menyusul di belakang kami dengan mobil tersendiri bersama Michael.
Pukul 07.00 tepat misa dimulai dan dipimpin oleh Romo Paroki bersama tiga konselebran. Gereja terisi sekitar dua pertiga, namun umat tampak antusias, terutama koor dan para novis yang sedang belajar di Karanganyar.
Setelah bacaan Injil, homili dibawakan oleh salah satu konselebran, seorang frater asal Manado. Beliau membuka dengan salam dalam bahasa Jawa halus. Pesan renungan berpusat pada Injil Yohanes 11:1–45, dengan tema Minggu ke-5 Prapaskah yaitu sengsara.
Pesan utama yang saya tangkap adalah sabda Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku tidak akan mati selama-lamanya.” (Yoh 11:25–26)
Marta, saudari Lazarus, percaya, dan itulah yang menjadi dasar Yesus membangkitkan Lazarus, walaupun ia sudah empat hari di dalam kubur.
Pertanyaan yang sama seperti yang diajukan Yesus kepada Marta: “Percayakah aku akan hal ini?”
Mari kita memohon anugerah iman dari Tuhan untuk percaya. Sebab dengan percaya kepada Yesus, kita hidup dan memperoleh hidup kekal. Seperti Bapak kita Abraham yang menjadi bapa orang beriman karena ia percaya sepenuhnya kepada Tuhan, marilah kita meneladaninya.
Doa: Yesus Tuhanku, berilah aku anugerah untuk percaya sepenuhnya kepada-Mu, sebab itulah yang membuatku bangkit dan hidup. Yesus, aku percaya kepada-Mu. Engkaulah andalanku. Amin.
Kebumen, 23 Maret 2026
Manuntun Sitinjak













