Selasa, 16 Juni 2026

LOVING BEYOND LIMITS

Kuala Dua Church, Kalbar 28072024

TODAY'S GOD'S WORD REFLECTION: LOVING BEYOND LIMITS

Tuesday, June 16, 2026

📖 Today's Readings: 1 Kings 21:17–29 | Psalm 51:3–4, 5–6a, 11, 16 | Matthew 5:43–48

In today’s Gospel, Jesus gives one of His most challenging teachings: “Love your enemies and pray for those who persecute you.” Loving those who are kind to us is not difficult. However, loving those who hurt us, disappoint us, or treat us unfairly is much harder. Yet this is precisely where the power of Christian love is revealed. Jesus calls us not to repay evil with evil, but to show a love that goes beyond human limits, just as our Heavenly Father loves all people without distinction.

The First Reading tells the story of King Ahab, who was confronted by the prophet Elijah because of his sins. After hearing God’s message, Ahab humbled himself and repented. Seeing his repentance, God showed him mercy. Today’s Psalm echoes the prayer of a repentant heart: “Have mercy on me, O God, according to Your steadfast love.” God’s Word reminds us that none of us is perfect. We all stand in need of God’s mercy and forgiveness every day.

Today, the Lord invites us to have hearts that reflect His own—hearts that are quick to forgive, willing to pray for others, and free from bitterness. When we learn to love even those who are difficult to love, we become more like Christ. Such love has the power to heal wounds, restore relationships, and become a living witness to the world.

Prayer:

Lord Jesus, teach us to love as You love. Give us hearts that are willing to forgive, pray for, and love even those who have hurt us. May our lives reflect Your boundless love and mercy. Amen.

May God bless us all ❤️
Dr. Manuntun Sitinjak

#DailyReflection
#CatholicFaith
#WordOfGod
#LoveBeyondLimits
#ChristianLiving

MENGASIHI MELAMPAUI BATAS

Gereja Kuala Dua Kalbar 28072024

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: MENGASIHI MELAMPAUI BATAS

Selasa, 16 Juni 2026

📖 Bacaan Hari Ini: 1Raj 21:17–29 | Mzm 51:3–4,5–6a,11,16 | Mat 5:43–48

Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan ajaran yang sangat menantang: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Mengasihi orang yang baik kepada kita mungkin tidak sulit. Namun mengasihi mereka yang melukai, mengecewakan, atau memperlakukan kita dengan tidak adil adalah sesuatu yang jauh lebih berat. Tetapi justru di situlah letak kekuatan kasih Kristiani. Yesus mengajak kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan menghadirkan kasih yang melampaui batas, sebagaimana Bapa di surga mengasihi semua orang tanpa membeda-bedakan.

Bacaan pertama menceritakan Raja Ahab yang ditegur oleh Nabi Elia karena dosanya. Setelah mendengar firman Tuhan, Ahab merendahkan diri dan bertobat. Melihat pertobatan itu, Tuhan menunjukkan belas kasih-Nya. Mazmur hari ini juga menjadi doa pertobatan yang indah: “Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu.” Firman Tuhan mengingatkan bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna. Kita semua membutuhkan belas kasih dan pengampunan Tuhan setiap hari.

Hari ini Tuhan mengundang kita untuk memiliki hati yang menyerupai hati-Nya: hati yang mudah mengampuni, mau mendoakan orang lain, dan tidak menyimpan kepahitan. Ketika kita belajar mengasihi bahkan mereka yang sulit untuk dikasihi, kita sedang bertumbuh menjadi semakin serupa dengan Kristus. Kasih seperti inilah yang mampu menyembuhkan luka, memulihkan hubungan, dan menjadi kesaksian nyata bagi dunia.

Doa:

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk mengasihi seperti Engkau mengasihi. Berilah kami hati yang mampu mengampuni, mendoakan, dan mengasihi bahkan mereka yang menyakiti kami. Semoga hidup kami menjadi cerminan kasih-Mu yang tanpa batas. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Dr. Manuntun Sitinjak

#RenunganHarian
#Ekatolik
#FirmanTuhan
#KasihTanpaBatas
#ImanKatolik

Minggu, 14 Juni 2026

Menjadi Pekerja di Kebun Tuhan

Misa di Kotabumi, 14 Jun 2026

Menjadi Pekerja di Kebun Tuhan: Refleksi Misa Hari Minggu 14 Feb 2026 di Gereja Kabar Gembira Kotabumi

Pagi itu, jarum jam baru menunjukkan pukul 06.40 WIB ketika roda kendaraan kami memasuki halaman Gereja Kabar Gembira, Kotabumi. Meskipun suasana sekitar gereja sudah mulai ramai oleh umat yang berdatangan, kami beruntung masih mendapatkan tempat parkir yang nyaman. Sebagai pengalaman pertama kalinya mengikuti perayaan Ekaristi di gereja ini, sebuah kehangatan langsung menyambut kami tepat di halaman luar. Sapaan ramah dari seorang Ibu bernama Bunda Endang—yang ternyata adalah kenalan dari Maya, anak Pak Tambunan tempat kami menginap—seketika mencairkan suasana asing dan membuat kami merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar umat Allah.
Gereja Kabar Gembira w Michael

Tepat pukul 07.00 WIB, Misa Kudus Hari Minggu Biasa XI dimulai. Perayaan Ekaristi pagi ini dipimpin oleh Romo FX Hendri Firmanto. Sejak awal memimpin ibadah hingga naik ke atas mimbar, Romo Hendri membawa impresi yang mendalam melalui cara bicaranya. Beliau berbicara dengan tempo yang cenderung lambat, namun setiap untaian kata keluar dengan artikulasi yang sangat jelas, membuat umat yang hadir dapat menyerap setiap pesan liturgi dengan penuh khidmat.

Dalam khotbahnya, Romo Hendri mengupas tuntas rahasia penyerahan diri melalui tiga poin penting yang selaras dengan amanat Bacaan Liturgi Ekaristi hari ini (Keluaran 19:2-6a dan Injil Matius 9:36–10:8):

1. Sebuah Rahasia Pilihan
Romo Hendri mengawali khotbah dengan menekankan bahwa bacaan suci hari ini esensinya berbicara mengenai "pilihan". Mulai dari bacaan pertama, di mana bangsa Israel dipilih oleh Allah di gurun Sinai untuk menjadi harta kesayangan-Nya, menjadi kerajaan imam, dan bangsa yang kudus. Pilihan yang sama ini pula yang kemudian diteruskan oleh Yesus Kristus ketika Ia memanggil dan memilih kedua belas murid-Nya dari berbagai latar belakang untuk menjadi perpanjangan tangan-Nya.

2. Realitas Ladang dan Pentingnya Doa
Poin kedua yang digarisbawahi oleh beliau adalah kejujuran Yesus sebelum mengutus para murid. Yesus tidak menjanjikan pelayanan yang serba mudah, melainkan membeberkan keadaan yang sebenarnya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit." Menghadapi realitas ini, Romo Hendri mengingatkan amanat Kristus agar umat tidak lekas berkecil hati, melainkan datang bersujud dan berdoa kepada Tuhan sang pemilik kebun—yaitu Dialah pemilik bumi beserta segala isinya—agar Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

3. Diutus Melalui Panggilan Hidup Masing-Masing
Sebagai penutup refleksi, Romo Hendri mengajak seluruh umat untuk menyadari identitas diri. Kita semua adalah umat pilihan Tuhan zaman sekuler ini. Kita telah menerima kasih dan rahmat-Nya secara cuma-cuma, maka kita pun diutus melangkah keluar melalui panggilan hidup kita masing-masing (baik sebagai orang tua, pekerja, anak, maupun pelayan jemaat) untuk menjadi "pekerja tuaian". Tugas kita adalah melakukan apa saja yang berkenan di hadapan Tuhan serta senantiasa menyatakan kemuliaan-Nya di tengah dunia. Beliau menutup khotbahnya dengan berkat rohani yang meneguhkan, "Tuhan memberkati."

Berkat Anak

Melalui khotbah yang dibawakan secara tenang dan lugas tersebut, pesan Injil hari ini terasa begitu hidup. Umat diajak pulang tidak hanya membawa kehangatan komuni, melainkan sebuah misi konkret untuk berani menjadi pekerja di ladang Tuhan yang luas.

Seusai perayaan Misa yang agung tersebut, kehangatan persaudaraan kembali terasa. Kami sempat bersalaman dan bertukar sapa sejenak dengan Bunda Endang, Frater yang bertugas, serta beberapa umat setempat. Sebelum melangkah meninggalkan kompleks gereja, saya dan Michael menyempatkan diri mengabadikan momen berharga ini dengan berfoto bersama di depan gedung Gereja Kabar Gembira Kotabumi—sebuah kenangan indah dari sebuah ziarah iman hari Minggu yang penuh berkat.

Usai Misa, 14 Juni 2026, KOTABUMI

Kotabumi, Minggu 14 Juni 2026,

Dr. Manuntun Sitinjak
#misa
#katolik
#kotabumi
#homili
#renungan



Senin, 08 Juni 2026

BLESSED ARE THOSE WHO TRUST IN THE LORD

Gereja St Maria Imm Tarakan 2Oct2022

TODAY'S GOD'S WORD REFLECTION: BLESSED ARE THOSE WHO TRUST IN THE LORD

Monday, June 8, 2026

📖 Today's Readings: 1 Kings 17:1–6 | Psalm 121:1–8 | Matthew 5:1–12

In today’s Gospel, Jesus proclaims the Beatitudes. He calls blessed those who are poor in spirit, those who mourn, the meek, those who hunger and thirst for righteousness, the merciful, the pure in heart, the peacemakers, and those who are persecuted for the sake of righteousness. While the world often measures happiness by success, comfort, and recognition, Jesus teaches that true blessedness comes from a heart that is close to God.

The First Reading shows the example of the prophet Elijah, who remained obedient to God during a difficult time. God provided for Elijah at the Brook Cherith in an unexpected way. Today’s Psalm reminds us that our help comes from the Lord, the Maker of heaven and earth. He never slumbers nor sleeps but continually watches over His people.

Today, God invites us to trust that true happiness does not depend on perfect circumstances but on a steadfast faith in Him. When we live with humility, faithfulness, sincerity, and a desire to bring peace, even amid difficulties, God Himself becomes the source of our strength, hope, and joy.

Prayer: Lord, teach us to seek true happiness in You alone. Strengthen our faith so that we may remain humble, faithful, and trusting in every circumstance. Amen.

May God bless us all ❤️
Manuntun Sitinjak

#DailyReflection
#CatholicFaith
#WordOfGod
#Beatitudes
#TrustInTheLord

BERBAHAGIA KARENA PERCAYA KEPADA TUHAN

Gereja St Maria Imm Tarakan 2Oct2022

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: BERBAHAGIA KARENA PERCAYA KEPADA TUHAN

Senin, 8 Juni 2026

📖 Bacaan Hari Ini: 1Raj 17:1–6 | Mzm 121:1–8 | Mat 5:1–12

Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan Sabda Bahagia. Ia menyebut berbahagia orang yang miskin di hadapan Allah, yang berdukacita, yang lemah lembut, yang lapar dan haus akan kebenaran, yang murah hati, yang suci hatinya, yang membawa damai, dan yang dianiaya karena kebenaran. Bagi dunia, ukuran bahagia sering dikaitkan dengan keberhasilan, kenyamanan, dan pengakuan. Tetapi Yesus mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari hati yang dekat dengan Allah.

Bacaan pertama menunjukkan bagaimana Nabi Elia tetap taat kepada Tuhan di tengah masa sulit. Tuhan memelihara Elia di tepi Sungai Kerit melalui cara yang tidak biasa. Mazmur hari ini meneguhkan bahwa pertolongan kita datang dari Tuhan, pencipta langit dan bumi. Ia tidak terlelap dan tidak tertidur dalam menjaga umat-Nya.

Hari ini Tuhan mengajak kita percaya bahwa kebahagiaan sejati bukan berasal dari keadaan yang sempurna, melainkan dari iman yang tetap teguh kepada-Nya. Saat kita hidup rendah hati, setia, tulus, membawa damai, dan tetap percaya dalam kesulitan, Tuhan sendiri menjadi sumber kekuatan dan kebahagiaan kita.

Doa: Tuhan, ajarilah kami mencari kebahagiaan sejati di dalam Engkau. Kuatkanlah iman kami agar tetap percaya, rendah hati, dan setia dalam setiap keadaan. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Manuntun Sitinjak

#RenunganHarian
#Ekatolik
#FirmanTuhan
#SabdaBahagia
#ImanKatolik

JESUS, THE BREAD OF LIFE FOR THE WORLD

Gereja St Maria Imm Tarakan 16Oct2022

TODAY'S GOD'S WORD REFLECTION: JESUS, THE BREAD OF LIFE FOR THE WORLD

Sunday, June 7, 2026
Solemnity of the Most Holy Body and Blood of Christ (Corpus Christi)

📖 Today's Readings: Deuteronomy 8:2–3, 14b–16a | Psalm 147:12–15, 19–20 | 1 Corinthians 10:16–17 | John 6:51–58

In today’s Gospel, Jesus declares, “I am the living bread that came down from heaven.” He teaches that whoever eats His Body and drinks His Blood will have eternal life. Through the Holy Eucharist, Jesus does not merely teach us about love—He gives Himself completely as spiritual nourishment that strengthens, sustains, and saves us.

The First Reading reminds us how God provided manna for the Israelites in the wilderness. The manna was a sign that man does not live by bread alone but by every word that comes from the mouth of God. In the New Covenant, Jesus becomes the true Bread of Life who satisfies the deepest hunger of the human soul.

In the Second Reading, Saint Paul reminds us that although we are many, we become one body because we share in the one Bread, who is Christ. Therefore, the Eucharist not only deepens our personal relationship with God but also unites us as brothers and sisters in Christ.

Today, the Lord invites us to grow in our love for the Eucharist. Every time we receive Holy Communion, we receive Jesus Himself. May His presence transform our hearts, strengthen our faith, and inspire us to live lives filled with love, forgiveness, and service to others.

Prayer:

Lord Jesus, You are the Bread of Life who came down from heaven. Thank You for the gift of the Holy Eucharist. May we grow in our love for You, remain faithful in coming to You, and live as witnesses of Your love in the world. Amen.

May God bless us all ❤️
Manuntun Sitinjak

#DailyReflection
#CatholicFaith
#CorpusChristi
#HolyEucharist
#WordOfGod

YESUS, ROTI HIDUP BAGI DUNIA

Gereja St Maria Imm Tarakan 16Oct2022

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: YESUS, ROTI HIDUP BAGI DUNIA

Minggu, 7 Juni 2026
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

📖 Bacaan Hari Ini: Ul 8:2–3,14b–16a | Mzm 147:12–15,19–20 | 1Kor 10:16–17 | Yoh 6:51–58

Dalam Injil hari ini, Yesus berkata, “Akulah roti hidup yang telah turun dari surga.” Yesus menegaskan bahwa barangsiapa makan Tubuh-Nya dan minum Darah-Nya akan memperoleh hidup yang kekal. Melalui Ekaristi, Tuhan tidak hanya mengajarkan kasih, tetapi memberikan diri-Nya sendiri sebagai santapan rohani yang menguatkan dan menyelamatkan kita.

Bacaan pertama mengingatkan bagaimana Tuhan memelihara bangsa Israel di padang gurun dengan manna. Manna itu menjadi tanda bahwa manusia tidak hidup dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan. Kini, dalam Perjanjian Baru, Yesus menjadi Roti Hidup yang sejati, yang memuaskan kelaparan terdalam jiwa manusia.

Santo Paulus dalam bacaan kedua mengingatkan bahwa kita yang banyak ini menjadi satu tubuh karena mengambil bagian dalam satu roti, yaitu Kristus. Karena itu, Ekaristi bukan hanya membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, tetapi juga mempersatukan kita sebagai saudara-saudari dalam Kristus.

Hari ini Tuhan mengajak kita untuk semakin mencintai Ekaristi. Setiap kali kita menerima Komuni Kudus, kita menerima Yesus sendiri. Semoga kehadiran-Nya mengubah hati kita, menguatkan iman kita, dan menjadikan hidup kita semakin penuh kasih, pengampunan, dan pelayanan kepada sesama.

Doa: Tuhan Yesus, Engkau adalah Roti Hidup yang turun dari surga. Terima kasih atas anugerah Ekaristi yang Kau berikan kepada kami. Semoga kami semakin mencintai-Mu, setia datang kepada-Mu, dan hidup sebagai saksi kasih-Mu di tengah dunia. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Manuntun Sitinjak

#RenunganHarian
#Ekatolik
#TubuhDanDarahKristus
#Ekaristi
#FirmanTuhan