MISA ULANG TAHUN DI GEREJA ST. PETRUS CLAVER BUKITTINGGI: HIDUP YANG BERBUAH BAGI TUHAN
Minggu, 4 Oktober 2026
Hari ini terasa sangat istimewa bagi saya. Tepat pada ulang tahun saya yang ke-58, Tuhan memberikan kesempatan untuk memulai hari dengan mengikuti Perayaan Ekaristi di Gereja St. Petrus Claver, Bukittinggi, sebuah gereja bersejarah yang juga merupakan Bangunan Cagar Budaya di Kota Bukittinggi.
Pukul 06.30 pagi, kami berangkat dari rumah seorang saudara tempat kami menginap. Saya bersama Michael dan Pak SL Tambunan. Pak SL adalah seorang Protestan kharismatik, tetapi dalam perjalanan bersama kami, ia sering dengan senang hati bersedia ikut menghadiri Misa hari Minggu.
Perjalanan hanya sekitar 15 menit. Kami melewati Jalan Panorama, dengan kawasan Ngarai Sianok di seberangnya, kemudian memarkir kendaraan di seberang gereja.
Karena waktu sudah mendekati pukul 07.00, kami langsung masuk. Saya dan Michael duduk di sayap kanan bagian tengah, sementara Pak SL memilih tempat agak ke belakang.
Tidak lama kemudian Misa dimulai dengan lagu pembukaan. Lagu dari Puji Syukur itu membawa ingatan saya kembali ke masa lebih dari tiga puluh tahun silam, ketika saya masih mahasiswa di Pontianak. Ada kenangan iman yang seakan hidup kembali pagi itu.
Misa dipimpin oleh Pastor Paroki, P. Manuel Sanchez Gutierrez, SX. Khotbah beliau berpusat pada Sabda Tuhan hari itu: kita dipanggil untuk berani menjadi saksi Kristus melalui kehidupan dan tindakan sehari-hari.
Pesan yang sangat membekas bagi saya adalah bahwa tubuh kita, hidup kita, seluruh bakat, kemampuan, dan segala sesuatu yang kita miliki sesungguhnya adalah milik Tuhan. Karena itu hidup kita wajib menghasilkan buah dan akhirnya dipersembahkan kembali bagi Tuhan.
Hal ini sangat selaras dengan bacaan hari ini tentang kebun anggur. Tuhan telah menyediakan dan mempercayakan begitu banyak kepada kita. Yang Ia nantikan adalah buahnya.
Saya merenung: pada usia 58 tahun ini, pertanyaannya bukan hanya berapa banyak berkat yang sudah saya terima, tetapi buah apa yang sudah saya hasilkan dari semua yang Tuhan percayakan? Apakah waktu, kemampuan, pengalaman, pekerjaan, dan seluruh kehidupan saya semakin berguna bagi Tuhan dan sesama?
Ketika tiba saat Komuni Kudus, saya dan Michael maju menyambut Tubuh Kristus dengan penuh rasa syukur dan sukacita. Ada kebahagiaan tersendiri: di tengah perjalanan kami di Sumatera Barat, kami tetap dapat berjumpa dengan Tuhan Yesus secara istimewa dalam Ekaristi Kudus.
Pada saat doa umat, dalam hati saya secara khusus bersyukur kepada Tuhan atas ulang tahun saya. Saya memohon agar pada usia yang baru ini Tuhan berkenan menganugerahkan hikmat dan kebijaksanaan yang semakin besar, agar tahun-tahun kehidupan yang masih dipercayakan kepada saya sungguh dapat menghasilkan buah yang lebih baik.
Seusai Misa, saya dan Michael tidak langsung keluar. Kami hanya maju sedikit ke depan, menuju Patung Bunda Maria yang berada dekat altar di sebelah kanan, lalu berdoa sejenak di sana. Momen sederhana itu terasa sangat damai. Di hari ulang tahun saya, setelah menerima Ekaristi Kudus, saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk menyerahkan hidup, keluarga, perjalanan, dan harapan ke depan dalam doa.
Setelah itu kami menyempatkan diri mengambil beberapa foto di dalam dan di luar gereja sebagai kenangan akan pagi yang istimewa ini.
Ada hal lain yang membuat pengalaman Misa pagi ini terasa semakin bermakna. Paroki St. Petrus Claver memiliki sejarah panjang, dan gereja ini dibuka oleh para misionaris pada 4 Oktober 1927—tanggal yang sama dengan hari ulang tahun saya, 4 Oktober.
Terima kasih Tuhan untuk 58 tahun kehidupan yang Engkau anugerahkan. Terima kasih untuk setiap berkat, kesempatan, kemampuan, keluarga, sahabat, perjalanan, keberhasilan, bahkan setiap pergumulan yang membentuk hidupku. Ajarlah aku untuk tidak hanya menikmati berkat-Mu, tetapi memakai seluruh hidupku agar semakin berbuah dan menjadi persembahan yang berkenan kepada-Mu.
Dr. Manuntun Sitinjak


















