Kamis, 12 Februari 2026

REFLECTION ON GOD’S WORD TODAY: FAITH THAT PERSISTS AND TOUCHES GOD’S HEART

Retret PLB Lembah Karmel 

REFLECTION ON GOD’S WORD TODAY: FAITH THAT PERSISTS AND TOUCHES GOD’S HEART

Thursday, February 12, 2026

Readings: 1 Kings 11:4–13; Psalm 106:3–4, 35–36, 37, 40; Mark 7:24–30

Today’s first reading shows us King Solomon, a man greatly blessed with wisdom, slowly losing the single-hearted devotion he once had. In his old age, his heart became divided. Not because he did not know God, but because his loyalty was no longer whole. This reminds us that faith is not only about starting well, but about remaining faithful until the end. God does not seek perfection, but a heart that stays focused on Him.

In the Gospel, we meet the Syrophoenician woman whose faith is tested. She does not withdraw when faced with what seems like rejection. Instead, her humility and perseverance open the way for God’s saving work. Jesus shows us that true faith is not about background, status, or eloquent words, but about total trust that does not give up when challenged. From this woman, we learn that faith which endures will always find its answer.

Prayer:
Lord Jesus, strengthen my faith so that it does not waver in trials or worldly temptations. Teach me to remain faithful as You are faithful, and to persevere in prayer even when answers seem delayed. Shape my heart to stay fixed on You alone. Amen.

God bless us all ❤️,
Manuntun Sitinjak

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: IMAN YANG TEKUN MENGETUK HATI TUHAN

RETRET PLB Lembah Karmel

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: IMAN YANG TEKUN MENGETUK HATI TUHAN

Kamis, 12 Februari 2026

Bacaan: 1Raj 11:4–13; Mzm 106:3–4.35–36.37.40; Mrk 7:24–30

Bacaan pertama hari ini menunjukkan bagaimana Salomo, yang begitu bijaksana dan diberkati Tuhan, perlahan kehilangan fokus hatinya. Di masa tuanya, ia membiarkan kasih dan kesetiaannya terbagi. Bukan karena ia tidak mengenal Tuhan, tetapi karena hatinya tidak lagi utuh. Firman ini mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya soal awal yang baik, melainkan tentang kesetiaan sampai akhir. Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tetapi hati yang tetap tertuju kepada-Nya.

Dalam Injil, kita bertemu dengan seorang ibu Siro-Fenesia yang imannya diuji. Ia tidak menyerah meski seakan ditolak. Kerendahan hati dan ketekunan doanya justru membuka jalan bagi karya Tuhan. Yesus menegaskan bahwa iman yang sejati bukan soal status, asal-usul, atau kata-kata indah, melainkan kepercayaan penuh yang tidak mundur meski diuji. Dari perempuan ini, kita belajar bahwa iman yang bertahan akan selalu menemukan jawabannya.

Doa:
Tuhan Yesus, kuatkanlah imanku agar tidak mudah goyah oleh keadaan atau godaan dunia. Ajarlah aku setia seperti Engkau setia, dan tekun berdoa meski belum melihat jawaban. Bentuklah hatiku agar selalu tertuju kepada-Mu. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️,
Manuntun Sitinjak

Minggu, 08 Februari 2026

Retret 4 Hari yang Sangat Berkesan dan Memberkati


Taman depan Kapel, sebelum pulang

Retret 4 Hari yang Sangat Berkesan dan Memberkati (5 to 8 Feb 2026): PENYEMBUHAN LUA BATIN di LEMBAH KARMEL

Saya mengikuti retret 4 hari bersama istri dan dua anak kami, Anastasia Sondang Sitinjak dan Michael Santoso H. Sitinjak. Retret ini sungguh menjadi pengalaman iman yang mendalam dan penuh karya Roh Kudus.

Hari pertama (Kamis) diawali dengan Misa pembukaan, dilanjutkan sesi pengantar dan adorasi. Suasana hening dan doa langsung membawa kami masuk dalam kehadiran Tuhan.

Hari kedua (Jumat) berfokus pada Doa Yesus dan sesi-sesi tentang kasih Tuhan yang menyembuhkan. Kami diteguhkan bahwa retret ini bukan kebetulan, melainkan sungguh undangan Tuhan. Sore harinya kami mengikuti Misa Jumat Pertama dan ditutup dengan Lectio Divina yang menenangkan jiwa.

Hari ketiga (Sabtu) dimulai dengan Misa pagi, dilanjutkan sesi tentang luka batin dan penjelasannya. Pada hari ini kami juga menerima Sakramen Pengakuan Dosa. Sore harinya dilanjutkan dengan tobat, doa penyembuhan luka batin, serta sesi pembasuhan kaki. Inilah bagian yang sangat berkesan: kami saling membasuh kaki, bahkan membasuh kaki figur yang melambangkan orang yang pernah melukai kami. Malam harinya ditutup dengan persekutuan doa yang penuh penghiburan.

Hari keempat (Minggu) diisi dengan Doa Yesus dan sesi Sakramen, yang menegaskan bahwa dalam Gereja Katolik, sakramen bukan sekadar simbol, melainkan sarana rahmat yang sungguh menyembuhkan. Ketika sakramen dijalani dengan iman, kepercayaan penuh, dan kesungguhan hati, Tuhan bekerja nyata memulihkan luka batin dan memperbarui hidup. Retret ditutup dengan Misa Penyembuhan yang penuh pengharapan.

Retret ini sangat saya rekomendasikan. Sungguh membantu menyembuhkan luka batin dan membawa kami semakin dekat dengan Tuhan. Kuncinya adalah percaya dan menjalaninya dengan kesungguhan. Ini nyata karya Roh Kudus yang bekerja lembut namun mendalam.

Kamis Malam Depan Kapel 

Di Taman depan Kapel

Sesi di Aula

Sesi dan doa di Kapel

Makan di kantin

Sesi di Kapel

Misa Penyembuhan 



Sabtu, 31 Januari 2026

JESUS IS IN OUR BOAT, DO NOT BE AFRAID


JESUS IS IN OUR BOAT, DO NOT BE AFRAID

Saturday, January 31, 2026

Gospel: Mark 4:35–41 | Memorial of St. John Bosco, Priest.

In Mark 4:35–41, the storm comes suddenly and the disciples panic. What shakes them most is not only the waves, but the feeling that God seems silent. Jesus is asleep, yet He is still in the boat. When He rises, one command is enough—the wind dies down and the sea becomes calm. Then Jesus points to the real issue: Why are you afraid? Have you still no faith? Faith does not mean a life without storms, but trusting that with Jesus, we are never abandoned.

Today the Church remembers St. John Bosco, a priest who faithfully accompanied young people whose lives were full of “storms.” He did not give up on them, but walked with them with firm love, hope, and patience. His life reminds us that when life is shaken, what matters most is staying close to Jesus, trusting in His presence and His perfect timing.

Prayer:
Lord Jesus, when my life is struck by storms, strengthen my faith. Teach me to trust that You are in the boat of my life, and make me an instrument of hope for others. Amen.

God bless us all ❤️,
Manuntun Sitinjak

YESUS ADA DALAM PERAHU KITA, JANGAN TAKUT


YESUS ADA DALAM PERAHU KITA, JANGAN TAKUT

Sabtu, 31 Januari 2026

Bacaan: Injil Markus 4:35–41 | Pw Santo Yohanes Bosco, imam.

Dalam Markus 4:35–41, badai datang tiba-tiba dan para murid panik. Yang paling mengguncang mereka bukan hanya ombak, tetapi perasaan: “Tuhan seperti diam.” Yesus memang tidur, namun Ia tetap ada di perahu. Ketika Ia bangun, satu perintah saja cukup: angin reda, danau tenang. Lalu Yesus menegur inti persoalan: mengapa takut, mengapa kurang percaya? Iman bukan berarti hidup tanpa badai, tetapi tetap yakin bahwa bersama Yesus, kita tidak akan ditinggalkan.

Hari ini Gereja mengenang Santo Yohanes Bosco, imam yang dikenal hadir dan setia membina kaum muda yang hidupnya penuh “badai”. Ia tidak menyerah pada keadaan; ia mendampingi dengan kasih yang tegas, memberi harapan, dan menuntun mereka melihat masa depan. Teladan ini meneguhkan kita: saat hidup berguncang, yang kita butuhkan pertama-tama adalah tetap dekat dengan Yesus, percaya pada waktu dan cara pertolongan-Nya.

Doa:
Tuhan Yesus, saat hidupku diterpa badai, kuatkan imanku. Ajari aku percaya bahwa Engkau ada dalam perahu hidupku, dan jadikan aku pribadi yang menghadirkan pengharapan bagi sesama. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️, Manuntun Sitinjak

Kamis, 15 Januari 2026

FAITH BRINGS RESTORATION

Gereja Kelahiran Yesus, Betlehem

DEVOTIONAL REFLECTION : FAITH BRINGS RESTORATION

Thursday, 15 Jan 2026

(1 Samuel 4:1–11; Mark 1:40–45)

Israel suffered defeat because they relied on a symbol of God’s presence without living in obedience and repentance. The Ark of the Covenant was brought into battle, yet their hearts were far from God. They trusted outward signs rather than a true relationship with Him. This reminds us that faith cannot be replaced by rituals or religious habits that are empty of obedience.

In contrast, the leper in the Gospel came to Jesus with simple faith and total surrender: “If You are willing.” He did not demand anything, but fully trusted in the Lord’s mercy. This sincere faith opened the way to restoration. God looks at a surrendered heart, and when true faith meets His compassion, genuine restoration takes place.

Prayer:
Lord Jesus, teach us to come to You with sincere faith and obedient hearts. Restore our lives according to Your will. Amen.

God bless us all ❤️
Manuntun Sitinjak

IMAN MEMBAWA PEMULIHAN

Nativity Church, Betlehem, Palestina


RENUNGAN FIRMAN : IMAN MEMBAWA PEMULIHAN

Kamis, 15 Jan 2026

(1 Samuel 4:1–11; Markus 1:40–45)

Bangsa Israel mengalami kekalahan karena mengandalkan simbol kehadiran Tuhan tanpa hidup setia dan bertobat. Tabut Allah dibawa ke medan perang, tetapi hati mereka tidak sungguh-sungguh kembali kepada Tuhan. Mereka berharap kemenangan dari tanda lahiriah, bukan dari relasi yang benar dengan Allah. Peristiwa ini mengingatkan bahwa iman tidak bisa digantikan oleh ritual, simbol, atau kebiasaan rohani yang dijalankan tanpa ketaatan.

Sebaliknya, orang kusta dalam Injil datang kepada Yesus dengan iman sederhana dan penyerahan total: “Kalau Engkau mau.” Ia tidak menuntut, tidak memaksa, hanya percaya pada belas kasih Tuhan. Iman yang tulus inilah yang membuka jalan bagi pemulihan. Tuhan berkenan pada hati yang berserah, dan ketika iman sejati bertemu kasih-Nya, hidup dipulihkan secara utuh.

Doa:
Tuhan Yesus, ajarlah kami datang kepada-Mu dengan iman yang tulus dan hati yang taat. Pulihkan hidup kami seturut kehendak-Mu. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Manuntun Sitinjak