Selasa, 23 Juni 2026

MORNING PRAYER OF GRATITUDE AND SURRENDER

MORNING PRAYER OF GRATITUDE AND SURRENDER

Heavenly Father,

This morning, I come before You with a grateful and joyful heart. Thank You for Your love and protection throughout the night. Thank You for watching over me, giving me peaceful rest, and allowing me to wake up safely to this beautiful new day.

Thank You for the gift of life, for the breath You continue to entrust to me, for my family, my work, my ministry, and for the countless blessings You pour into my life each day.

Father, You are the source of my life, my strength, my hope, and my salvation. I praise and glorify Your holy name, for Your love never fails and Your mercy is new every morning.

As I begin this new day, I place my entire life into Your hands. Guide my thoughts, my words, my decisions, and every step I take. May Your will be done in my life, not my own.

Pour out Your Holy Spirit upon me today. Grant me wisdom to understand Your will, strength to do what is right, patience in every challenge, and a heart filled with love for others.

Bless my family, my work, my ministry, and all those whom You have entrusted to my care. Make me an instrument of Your peace, joy, and blessing wherever I go.

Father, I trust that this day is in Your hands. Therefore, I move forward with gratitude, joy, and hope, confident that Your love and presence will guide me throughout this day.

I also entrust my loved ones, my friends, my work, and my ministry to You. May my life bring glory to Your name, reveal Your love to others, and help fulfill Your will on earth.

All praise, honor, and glory be to You, now and forever.

Through Jesus Christ, our Lord and Savior, who lives and reigns with You, Father, in the unity of the Holy Spirit, one God, forever and ever.

Amen. ❤️

Dr. Manuntun Sitinjak

DOA PAGI PENUH SYUKUR DAN PENYERAHAN

DOA PAGI PENUH SYUKUR DAN PENYERAHAN

Bapa yang Mahabaik,

Pagi ini aku datang ke hadapan-Mu dengan hati yang penuh syukur. Terima kasih atas kasih dan perlindungan-Mu sepanjang malam yang telah berlalu. Terima kasih karena Engkau menjaga, memelihara, dan membangunkan aku kembali pada pagi yang indah ini.

Terima kasih atas anugerah kehidupan, atas nafas yang masih Engkau percayakan, atas keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan semua berkat yang setiap hari Engkau limpahkan dalam hidupku.

Bapa, Engkaulah sumber kehidupan, kekuatan, pengharapan, dan keselamatanku. Aku memuji dan memuliakan nama-Mu karena kasih setia-Mu tidak pernah berakhir dan selalu baru setiap pagi.

Pada hari yang baru ini, aku menyerahkan seluruh hidupku ke dalam tangan-Mu. Pimpinlah setiap langkahku, setiap keputusan yang kuambil, setiap pekerjaan yang kulakukan, dan setiap perjumpaan yang akan kualami hari ini.

Curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam hatiku. Berilah aku hikmat untuk memahami kehendak-Mu, kekuatan untuk melakukan yang baik, kesabaran dalam menghadapi setiap tantangan, serta hati yang penuh kasih kepada sesama.

Berkatilah keluargaku, pekerjaanku, pelayananku, dan semua orang yang Engkau percayakan dalam hidupku. Jadikanlah aku pembawa damai, sukacita, dan berkat bagi mereka yang kujumpai hari ini.

Bapa, aku percaya hari ini berada dalam tangan-Mu. Karena itu aku melangkah dengan penuh syukur, sukacita, dan pengharapan, yakin bahwa kasih-Mu selalu menyertai dan menuntunku.

Semua ini kupersembahkan kepada-Mu dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamatku, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

Amin. ❤️

Dr. Manuntun Sitinjak

Sabtu, 20 Juni 2026

Gua Maria Bunda Kerahiman Sekincau

Ziarah ke Gua Maria Bunda Kerahiman
Sekincau, Lampung Barat
18 Juni 2026

Kami datang ke Lampung Barat dalam rangka melakukan pelayanan kami bersama bisnis yang kami tekuni, Miora. Sebuah perjalanan yang bukan hanya tentang pekerjaan dan perjuangan membangun kehidupan, tetapi juga tentang melayani, menguatkan, dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Pagi itu, setelah bangun pagi, sekitar pukul 05.00, kami berangkat menuju Gua Maria Bunda Kerahiman, di Sekincau, Lampung Barat. Udara pagi yang dingin tidak menjadi halangan bagi kami. Justru dalam kesejukan itu, hati kami semakin mantap untuk datang, berdoa, dan bersyukur kepada Tuhan.

Gua Maria Bunda Kerahiman ini hanya sekitar 10 menit dari tempat kami menginap. Setibanya di sana, mobil kami parkir di depan pagar kompleks Gua Maria, karena gerbang masih tertutup. Namun hal itu tidak mengurangi kerinduan hati kami untuk berdoa.

Saya dan Michael kemudian berjalan menuju Gua Maria. Dalam suasana yang hening dan teduh, kami menyalakan lilin, berdoa, dan menyerahkan seluruh perjalanan hidup kami kepada Tuhan melalui perantaraan doa Bunda Maria.

Kami juga menyempatkan diri untuk berdoa Rosario. Dalam setiap butir doa yang kami daraskan, hati kami semakin dikuatkan dalam iman, pengharapan, dan kasih. Kami percaya, ziarah pagi itu bukanlah sebuah kebetulan, melainkan undangan indah dari Tuhan dan Bunda Maria bagi kami.

Sungguh suatu pengalaman rohani yang indah. Sebuah berkat dari Tuhan yang menyentuh hati: datang dalam kesederhanaan, berdoa dalam keheningan, dan pulang dengan hati yang penuh damai.

Terimakasih Tuhan untuk kesempatan ziarah yang penuh rahmat ini.
Bunda Maria, doakanlah kami.

Tuhan memberkati kita semua ❤️

Dr. Manuntun Sitinjak

#GuaMariaBundaKerahiman
#Sekincau
#LampungBarat
#ZiarahIman
#TuhanMenyertai

SEEK FIRST THE KINGDOM OF GOD

Sekincu Marian Grotto, 18Jun2026

TODAY'S GOD'S WORD REFLECTION: SEEK FIRST THE KINGDOM OF GOD

Saturday, June 20, 2026

📖 Today's Readings: 2 Chronicles 24:17–25 | Psalm 89:4–5, 29–34 | Matthew 6:24–34

In today’s Gospel, Jesus reminds us that no one can serve two masters. We cannot serve both God and wealth. Therefore, Jesus calls us not to be consumed by worries about food, drink, clothing, or the future. Instead, He gives us the key to a life filled with peace: “Seek first the Kingdom of God and His righteousness, and all these things will be given to you as well.”

To seek the Kingdom of God means allowing God to reign in our hearts and lives. When God becomes the center of our lives, we learn to seek His will before our own, hold firmly to His Word, and do everything for His glory. This is a life centered on God rather than on anxiety, ambition, or self-interest.

The First Reading tells the story of King Joash, who was initially faithful to God but later turned away from Him after experiencing success and prosperity. He forgot the Lord and rejected the warning delivered through the prophet Zechariah. This story serves as a reminder that blessings and achievements can sometimes cause us to drift away from God if we do not continually nurture our relationship with Him.

Today, the Lord invites us to ask ourselves: Does God truly reign in my heart? Or are there other things that occupy my thoughts, time, and attention more than He does? When we place God first, we discover a peace that is not dependent on circumstances, because we trust that our Heavenly Father knows all our needs.

Prayer:

Lord, teach us to seek first Your Kingdom and Your righteousness. Reign in our hearts and lives. Guide our thoughts, decisions, and actions so that they may always align with Your will and bring glory to Your name. Amen.

May God bless us all ❤️
Dr. Manuntun Sitinjak

#DailyReflection
#CatholicFaith
#WordOfGod
#KingdomOfGod
#TrustInTheLord

CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH

Gua Maria Sekincu 18 Jun 2026

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH

Sabtu, 20 Juni 2026

📖 Bacaan Hari Ini: 2Taw 24:17–25 | Mzm 89:4–5,29–34 | Mat 6:24–34

Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita agar tidak mengabdi kepada dua tuan. Kita tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon. Karena itu, Yesus mengajak kita untuk tidak hidup dalam kekhawatiran yang berlebihan tentang makanan, minuman, pakaian, atau masa depan. Sebaliknya, Ia memberikan kunci kehidupan yang penuh damai: “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Mencari Kerajaan Allah berarti membiarkan Tuhan meraja di dalam hati dan hidup kita. Ketika Tuhan menjadi pusat kehidupan, kita akan belajar mencari kehendak-Nya terlebih dahulu dalam setiap keputusan, berpegang teguh pada Sabda-Nya, dan melakukan segala sesuatu demi kemuliaan nama-Nya. Inilah hidup yang berpusat pada Tuhan, bukan pada kekhawatiran, ambisi, atau kepentingan diri sendiri.

Bacaan pertama menunjukkan bagaimana Raja Yoas yang semula setia kepada Tuhan akhirnya menjauh dari-Nya setelah menerima banyak berkat dan keberhasilan. Ia melupakan Tuhan dan menolak peringatan yang diberikan melalui Nabi Zakharia. Kisah ini menjadi peringatan bagi kita bahwa keberhasilan dan kenyamanan dapat membuat seseorang perlahan-lahan menjauh dari Tuhan apabila tidak tetap menjaga hubungan yang intim dengan-Nya.

Hari ini Tuhan mengajak kita untuk bertanya kepada diri sendiri: Apakah Tuhan sungguh meraja di dalam hatiku? Ataukah masih ada hal-hal lain yang lebih menguasai pikiran, waktu, dan perhatianku? Ketika kita menempatkan Tuhan di tempat pertama, kita akan menemukan damai yang tidak tergantung pada keadaan, karena kita percaya bahwa Bapa di surga mengetahui segala kebutuhan kita.

Doa:

Tuhan, ajarilah kami untuk mencari Kerajaan-Mu dan kebenaran-Mu terlebih dahulu. Jadilah Raja dalam hati dan hidup kami. Tuntunlah setiap pikiran, keputusan, dan tindakan kami agar selalu sesuai dengan kehendak-Mu dan memuliakan nama-Mu. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Dr. Manuntun Sitinjak

#RenunganHarian
#Ekatolik
#FirmanTuhan
#KerajaanAllah
#ImanKatolik

Jumat, 19 Juni 2026

HARTA YANG TAK PERNAH BINASA

Gua Maria Sekincau 18 Jun 2026

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: HARTA YANG TAK PERNAH BINASA

Jumat, 19 Juni 2026

📖 Bacaan Hari Ini: 2Raj 11:1–4,9–18,20 | Mzm 132:11–12,13–14,17–18 | Mat 6:19–23 

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajarkan: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi, tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga.” Tuhan tidak melarang kita bekerja, berusaha, atau memiliki berkat materi. Namun, Yesus mengingatkan agar hati kita tidak terikat pada hal-hal yang fana. Harta dunia dapat rusak, hilang, atau ditinggalkan, tetapi harta surgawi yang dibangun melalui iman, kasih, kebaikan, dan ketaatan kepada Tuhan akan bertahan selamanya. 

Yesus juga berkata bahwa mata adalah pelita tubuh. Jika mata kita baik, seluruh hidup kita akan dipenuhi terang. Artinya, apa yang menjadi fokus hidup kita akan menentukan arah hati dan tindakan kita. Ketika pandangan kita tertuju kepada Tuhan dan nilai-nilai Kerajaan-Nya, hidup kita akan dipenuhi damai, sukacita, dan tujuan yang benar.

Bacaan pertama menceritakan bagaimana Tuhan tetap setia memelihara keturunan Daud di tengah situasi yang tampaknya mustahil. Di saat kejahatan dan perebutan kekuasaan terjadi, Tuhan tetap bekerja untuk menggenapi janji-Nya. Kisah ini mengingatkan bahwa kuasa Tuhan jauh lebih besar daripada keadaan yang kita lihat dengan mata manusia. 

Hari ini Tuhan mengajak kita untuk memeriksa kembali apa yang menjadi "harta" dalam hidup kita. Apakah hati kita lebih sibuk mengejar hal-hal sementara, ataukah kita sedang membangun harta yang bernilai kekal? Ketika Tuhan menjadi prioritas utama, segala sesuatu yang lain akan menemukan tempatnya yang benar.

Doa:
Tuhan, arahkanlah hati kami kepada harta yang kekal. Tolonglah kami untuk hidup dengan bijaksana, menggunakan berkat yang kami terima untuk kemuliaan-Mu, dan selalu menempatkan Engkau sebagai pusat kehidupan kami. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Manuntun Sitinjak

#RenunganHarian
#Ekatolik
#FirmanTuhan
#HartaDiSurga
#ImanKatolik

Selasa, 16 Juni 2026

LOVING BEYOND LIMITS

Kuala Dua Church, Kalbar 28072024

TODAY'S GOD'S WORD REFLECTION: LOVING BEYOND LIMITS

Tuesday, June 16, 2026

📖 Today's Readings: 1 Kings 21:17–29 | Psalm 51:3–4, 5–6a, 11, 16 | Matthew 5:43–48

In today’s Gospel, Jesus gives one of His most challenging teachings: “Love your enemies and pray for those who persecute you.” Loving those who are kind to us is not difficult. However, loving those who hurt us, disappoint us, or treat us unfairly is much harder. Yet this is precisely where the power of Christian love is revealed. Jesus calls us not to repay evil with evil, but to show a love that goes beyond human limits, just as our Heavenly Father loves all people without distinction.

The First Reading tells the story of King Ahab, who was confronted by the prophet Elijah because of his sins. After hearing God’s message, Ahab humbled himself and repented. Seeing his repentance, God showed him mercy. Today’s Psalm echoes the prayer of a repentant heart: “Have mercy on me, O God, according to Your steadfast love.” God’s Word reminds us that none of us is perfect. We all stand in need of God’s mercy and forgiveness every day.

Today, the Lord invites us to have hearts that reflect His own—hearts that are quick to forgive, willing to pray for others, and free from bitterness. When we learn to love even those who are difficult to love, we become more like Christ. Such love has the power to heal wounds, restore relationships, and become a living witness to the world.

Prayer:

Lord Jesus, teach us to love as You love. Give us hearts that are willing to forgive, pray for, and love even those who have hurt us. May our lives reflect Your boundless love and mercy. Amen.

May God bless us all ❤️
Dr. Manuntun Sitinjak

#DailyReflection
#CatholicFaith
#WordOfGod
#LoveBeyondLimits
#ChristianLiving