RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: YESUS ADALAH TERANG, SABDA-NYA ADALAH HIDUP
Rabu, 29 April 2026
Bacaan: Kis 12:24–13:5a; Mzm 67:2–3.5.6.8; Yoh 12:44–50
Firman Tuhan terus bertumbuh dan menyebar. Dalam Kisah Para Rasul, kita melihat bagaimana Roh Kudus bekerja, mengutus Barnabas dan Saulus untuk mewartakan Injil. Ini menegaskan bahwa karya Tuhan tidak pernah berhenti. Ketika kita membuka diri, kita pun dipakai menjadi bagian dari rencana besar-Nya untuk membawa terang bagi banyak orang.
Yesus sendiri menegaskan bahwa Ia adalah terang yang datang ke dunia. Siapa yang percaya kepada-Nya tidak tinggal dalam kegelapan. Sabda-Nya bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk dihidupi, karena Sabda itu adalah hidup yang menuntun kita kepada keselamatan. Saat kita hidup dalam terang, kita tidak hanya berubah, tetapi juga menjadi terang bagi sesama.
Doa: Tuhan Yesus, terangilah hidupku dengan sabda-Mu. Tuntun aku untuk hidup dalam kebenaran dan menjadi pembawa terang bagi orang lain. Amin.
RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: DARI TAKUT MENJADI SAKSI
Kamis, 9 April 2026
Bacaan: Kis 3:11–26; Mzm 8:2a,5–9; Luk 24:35–48
Dalam Injil hari ini, para murid masih diliputi ketakutan dan kebingungan. Mereka mendengar kabar kebangkitan, tetapi hati mereka belum sepenuhnya percaya. Di tengah situasi itu, Yesus hadir dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu.” Ia tidak menegur ketakutan mereka, tetapi justru meneguhkan mereka. Bahkan Ia menunjukkan tangan dan kaki-Nya, serta makan di hadapan mereka, untuk meyakinkan bahwa Ia sungguh hidup.
Lalu sesuatu yang sangat penting terjadi: Yesus membuka pikiran mereka untuk mengerti Kitab Suci. Dari sini kita belajar bahwa iman bukan hanya soal melihat, tetapi juga soal hati yang dibukakan oleh Tuhan. Dan setelah itu, Yesus memberi mereka tugas: mereka diutus menjadi saksi. Dari orang yang takut, mereka diubah menjadi pembawa kabar keselamatan.
Tuhan juga datang dalam hidup kita yang kadang penuh keraguan. Ia memberi damai, membuka pengertian kita, dan mengutus kita untuk menjadi saksi melalui hidup kita setiap hari.
Tuhan, bukalah hati dan pikiranku untuk mengerti kehendak-Mu. Beri aku keberanian untuk menjadi saksi-Mu dalam hidupku. Amin.
RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: *SUKACITA DAN KEBENARAN TAK TERKALAHKAN*
Senin, 6 April 2026
Bacaan: Kis 2:14,22–32; Mzm 16:1–2a,5,7–8,9–10,11; Mat 28:8–15
Perempuan-perempuan yang datang ke kubur berangkat dengan hati yang campur aduk—takut, sedih, namun penuh harapan. Tetapi ketika mereka berjumpa dengan Yesus yang bangkit, semuanya berubah. Mereka dipenuhi sukacita besar dan segera berlari membawa kabar itu. Sukacita itu bukan sekadar emosi, tetapi lahir dari kebenaran yang mereka alami sendiri: Tuhan sungguh hidup. Sementara itu, para penjaga dan pemimpin agama memilih jalan berbeda. Mereka menutupi kebenaran dengan uang dan kebohongan. Namun sejarah membuktikan, kebenaran tidak pernah bisa ditutup selamanya.
Sukacita dan kebenaran yang dibawa para wanita itu adalah kekuatan ilahi yang tidak akan pernah dapat dikalahkan oleh uang, kebohongan, maupun kecurangan. Inilah pesan bagi kita hari ini. Dalam hidup, mungkin kita melihat ketidakadilan, fitnah, atau cara-cara yang tidak benar seolah menang. Tetapi Tuhan mengajarkan: tetaplah berdiri dalam kebenaran. Sukacita sejati hanya lahir dari hidup yang jujur dan setia pada Tuhan. Ketika kita hidup dalam kebenaran, kita menjadi pembawa kabar baik bagi orang lain—bukan hanya lewat kata, tetapi lewat kehidupan kita.
Tuhan, ajar kami untuk tetap setia dalam kebenaran dan hidup dalam sukacita-Mu, meski dunia tidak selalu adil. Kuatkan kami untuk menjadi saksi-Mu setiap hari. Amin.
“Aku mau supaya ada pesta Kerahiman. Aku mau supaya gambar itu diberkati secara mulia pada hari Minggu pertama sesudah Paska. Hari Minggu ini harus menajdi PESTA KERAHIMAN”
Permintaan ini disampaikan oleh Yesus kepada St Faustina dari Polandia pada penampakan Yesus tanggal 22 Februari 1931. Permintaan Yesus ini baru terwujud pada tahun 2000, yang ditetapkan oleh Bapa Suci Yohanes Paulus II. Sejak saat itu gereja secara resmi merayakan Pesta Kerahiman ilahi.
Devosi kepada kerahiman ilahi dengan gambar kehariman Yesus, sesungguhnya merupakan devosi seumur hidup dari Paus Yohanes Paulus II. Bapak Paus menetapkan, bahwa barangsiapa yang setia melakukan devosi kerahiman ilahi dan menghormari gambar kerahiman ilahi, maka akan mendapatkan indulgensi (penghapusan dosa sebagian)
Pada khotbah Misa kedua di gereja PKK Cibinong pada tanggal 19 April 2009, Romo Paroki Michael Harsono menegaskan bahwa keraliman ilahi merupakan tanggapan Tuhan akan kejahatan manusia yang semakin bertambah. Semakin besar kejahatan manusia, semakin besar pula kerahiman Tuhan. Dengan kerahiman ilahi, Tuhan memberi kesempatan yang lebih besar kepada setiap orang untuk bertobat dan berbalik menuju Allah.
Dengan kerahiman ilahi Yesus memberikan “damai sejahtera” Nya kepada setiap orang. Damai sejahtera ini, hanya dapat diperoleh melalui rekonsiliasi dengan diri sendiri, dengan sesama, lingkungan dan dengan Tuhan. Maka dengan ini, manusia diminta untuk memohon pengampunan dosa kepada Tuhan dan mengakui kesalahan kepada sesama dan sekaligus memberikan pengampunan kepada sesama dan diri sendiri.
Pada waktu Yesus masuk ke rumah tempat para murid berkumpul dengan pintu terkunci dia menghembusi para murid seraya berkata ” Terimalah Roh Kudus, jika kamu katakan dosa seseorang diampuni, maka dosanya diampuni, jika kamu katakan dosanya tetap maka dosanya tetap”. Perkataan Yesus ini menegaskan bahwa Yesus sendiri telah melihat bahwa dunia penuh dengan dosa.
Keadaan berdosa merupakan keadaan yang harus ditinggalkan oleh manusia. Maka Yesus mengutus para murid untuk memberikan pengampunan kepada manusia. Hal inilah yang mendasari bagaimana para Imam diberi kuasa untuk mengampuni dosa dan sekaligus sebagai jaminan bahwa barang siapa yang mengakukan dosanya kepada seorang imam, maka sosanya diampuni.
Dosa merupakan penghalang utama dari damai sejahtera, dan sebaliknya pertobatan dan rekonsiliasi adalah pintu utama menuju damai sejahtera. Dengan Pesta Kerahiman Ilahi, Allah memberi kesempatan yang sebesar-besarnya bagi kita untuk bertobat, yang berarti membuka pintu sebesar-besarnya bagi kita menuju damai sejahtera itu.
Mengakhiri artikel ini, saya ingin mengajak anda semua untuk merenungkan sabda Yesus ini dan berdoa memohon damai sejahteraNya.
Damai Sejatera kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti apa yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu (Yoh 14,27).
Kristus telah bangkit, Alleluya!…Alleluya!…Alleluya...!
Selamat Paskah untuk seluruh umat di lingkungan Santo Louis Paroki Keluarga Kudus Cibinong, Bogor,Indonesia, dan seluruh umat kristiani di seluruh dunia.
Paskah adalah peristiwa maha penting dalam kehidupan iman Kristen karena Paskah adalah Kebangkitan Kristus dari kematian. Mengenai hal ini Paulus telah mengatakan bahwa ”...jika seandainya Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah jugalah kepercayaan kamu dan.....kamu masih tetap hidup dalam dosamu” (bdk 1 Kor 15:14 – 17)
Hal di atas ditegaskan oleh Bapak Suci Benedictus XVI dalam homilinya di Basilica St Petrus Vatican pada hari Minggu 12 April 2009. Beliau menandaskan bahwa Paskah pada awalnya merupakan peristiwa pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, ditandai dengan roti tidak beragi. Maka Kristus sendiri dengan kebangkitannya telah menjadi roti tidak beragi bagi kita, yang menjadi jalan pembebasan kita dari perbudakan dosa dan kesia-siaan.
Roti tidak beragi menandakan kesederhanaan dan kemurnian, tanda KEHIDUPAN BARU bagi kita yang percaya kepada Kristus dan kebangkitanNya. Dengan semangat Paskah, Bapak Suci menyampaikan pesan Kristus ke seluruh dunia untuk tidak takut berjuang menuju kehidupan baru, kehidupan menuju kemurnian tanpa dosa dengan menggunakan senjata KebangkitanNya. Senjata itu adalah kesederhanaan, keadilan, kasih sayang dan pengampunan.
Bagaimana dengan kita, apakah kita berani menggunakan senjata Kristus ini? Tentu saja kita harus berani, karena Kristus sendiri telah memilih kita. Sejak menerima Pembabtisan kita telah mati bersama Kristus dan dengan demikian kita juga BANGKIT BERSAMA KIRSTUS.
Bangkit bersama Kristus, Paskah, berarti bangkit dari segala kesia-siaan dan berjuang, berlari menuju hidup yang penuh arti dan kemenangan bersama Kristus. Jalannya adalah jalan kesederhanaan dan kasih dan senjata kita adalah ROH KUDUS, ROH KASIH KRISTUS.
Bunda Maria adalah bintang pedoman kita, yang pasti akan membawa kita pada pelabuhan kemenangan ini. Santo Michael dan para Kudus adalah pendamping kita selama perjalanan kita. Untuk itu JANGAN TAKUT, BERHARAPLAH, BUKALAH HATIMU KEPADA KRISTUS!
Kapankah kita bangkit dengan semangat Paskah ini? Sekarang dan setiap hari sepanjang hidup kita!
Selamat Paskah untuk kita semua, Tuhan Yesus Kristus junjungan kita meberkati kita semua.
Mengakhiri pesan Paskah yang penuh kemenangan ini, saya ingin mengajak anda semua untuk berdoa:
Tuhan Yesus Kristus, kebangkitanMu adalah sumber kasih, iman dan pengharapan kami. Berilah kami kekuatan dan keberanian untuk menggunakan senjata kasihMu. Bebaskanlah kami dari segala ketakutan dan kesia-siaan dosa. Amin!