Kamis, 09 April 2026

DARI TAKUT MENJADI SAKSI

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: DARI TAKUT MENJADI SAKSI
Kamis, 9 April 2026

Bacaan: Kis 3:11–26; Mzm 8:2a,5–9; Luk 24:35–48

Dalam Injil hari ini, para murid masih diliputi ketakutan dan kebingungan. Mereka mendengar kabar kebangkitan, tetapi hati mereka belum sepenuhnya percaya. Di tengah situasi itu, Yesus hadir dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu.” Ia tidak menegur ketakutan mereka, tetapi justru meneguhkan mereka. Bahkan Ia menunjukkan tangan dan kaki-Nya, serta makan di hadapan mereka, untuk meyakinkan bahwa Ia sungguh hidup.

Lalu sesuatu yang sangat penting terjadi: Yesus membuka pikiran mereka untuk mengerti Kitab Suci. Dari sini kita belajar bahwa iman bukan hanya soal melihat, tetapi juga soal hati yang dibukakan oleh Tuhan. Dan setelah itu, Yesus memberi mereka tugas: mereka diutus menjadi saksi. Dari orang yang takut, mereka diubah menjadi pembawa kabar keselamatan.

Tuhan juga datang dalam hidup kita yang kadang penuh keraguan. Ia memberi damai, membuka pengertian kita, dan mengutus kita untuk menjadi saksi melalui hidup kita setiap hari.

Tuhan, bukalah hati dan pikiranku untuk mengerti kehendak-Mu. Beri aku keberanian untuk menjadi saksi-Mu dalam hidupku. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️,
Manuntun Sitinjak

Selasa, 07 April 2026

Selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.

Semangat Pagi Leader Miora yang dikasihi Tuhan ❤️

πŸ“– “Selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.”
(2 Tawarikh 26:5)

Ayat ini sederhana, tapi sangat dalam. Uzia menjadi raja yang berhasil bukan karena kekuatannya, tetapi karena ia mencari Tuhan. Selama ia hidup dalam tuntunan Tuhan, hidupnya dipimpin, dilindungi, dan dibuat berhasil.

Dalam kehidupan kita—termasuk dalam membangun bisnis Miora—sering kali kita fokus pada strategi, kerja keras, dan target. Itu penting. Tetapi firman Tuhan mengingatkan kita bahwa ada satu kunci yang lebih dalam: hubungan dengan Tuhan.

Mencari Tuhan berarti:
✔ melibatkan Tuhan dalam setiap langkah
πŸ’mau dipimpin, bukan berjalan sendiri
πŸ’tetap rendah hati saat berhasil
πŸ’tetap setia saat menghadapi tantangan

Sebagai Leader Miora, kita bukan hanya membangun jaringan, tetapi membangun kehidupan yang berdampak. Saat kita:
❤️berdoa sebelum mengundang
❤️meminta hikmat sebelum presentasi
❤️berserah saat menghadapi penolakan
❤️bersyukur saat menerima hasil

Maka kita sedang hidup dalam prinsip ini: mencari Tuhan terlebih dahulu.

Ingat, keberhasilan sejati bukan hanya soal hasil, tetapi tentang siapa yang memimpin hidup kita.

πŸ‘‰ Selama kita mencari Tuhan, Dia yang akan membuat segala usaha kita berhasil.

Mari jalani hari ini dengan satu keputusan sederhana:
tidak berjalan sendiri, tetapi berjalan bersama Tuhan.

Salam Sukses Luar Biasa, Miora Tangguh Maju Terus πŸ™πŸ˜
Manuntun Sitinjak

tmtnetwork.co.id
CS: 082211388998

#tmtmiora #miorasukses #miorasehat #mioracommunity #gointernational #imanbertumbuh #wecollaborate_wemakeentrepreneurs #cetakprestasi

Senin, 06 April 2026

SUKACITA DAN KEBENARAN TAK TERKALAHKAN

Malam Paskah, Gereja St Gregorius, Jambi 

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: *SUKACITA DAN KEBENARAN TAK TERKALAHKAN*
Senin, 6 April 2026

Bacaan: Kis 2:14,22–32; Mzm 16:1–2a,5,7–8,9–10,11; Mat 28:8–15

Perempuan-perempuan yang datang ke kubur berangkat dengan hati yang campur aduk—takut, sedih, namun penuh harapan. Tetapi ketika mereka berjumpa dengan Yesus yang bangkit, semuanya berubah. Mereka dipenuhi sukacita besar dan segera berlari membawa kabar itu. Sukacita itu bukan sekadar emosi, tetapi lahir dari kebenaran yang mereka alami sendiri: Tuhan sungguh hidup. Sementara itu, para penjaga dan pemimpin agama memilih jalan berbeda. Mereka menutupi kebenaran dengan uang dan kebohongan. Namun sejarah membuktikan, kebenaran tidak pernah bisa ditutup selamanya.

Sukacita dan kebenaran yang dibawa para wanita itu adalah kekuatan ilahi yang tidak akan pernah dapat dikalahkan oleh uang, kebohongan, maupun kecurangan. Inilah pesan bagi kita hari ini. Dalam hidup, mungkin kita melihat ketidakadilan, fitnah, atau cara-cara yang tidak benar seolah menang. Tetapi Tuhan mengajarkan: tetaplah berdiri dalam kebenaran. Sukacita sejati hanya lahir dari hidup yang jujur dan setia pada Tuhan. Ketika kita hidup dalam kebenaran, kita menjadi pembawa kabar baik bagi orang lain—bukan hanya lewat kata, tetapi lewat kehidupan kita.

Tuhan, ajar kami untuk tetap setia dalam kebenaran dan hidup dalam sukacita-Mu, meski dunia tidak selalu adil. Kuatkan kami untuk menjadi saksi-Mu setiap hari. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️, Manuntun Sitinjak

Kamis, 02 April 2026

KASIH YANG MERENDAHKAN DIRI DAN MELAYANI DI KAMIS PUTIHI


RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: KASIH YANG MERENDAHKAN DIRI dan MELAYANI

Kamis Putih, 2 April 2026

Bacaan:
Kel 12:1–8, 11–14
Mzm 116:12–13, 15–18
1Kor 11:23–26
Yoh 13:1–15

Bacaan hari ini mengajak kita masuk dalam misteri kasih yang nyata. Dalam Injil, Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya—sebuah tindakan yang tampak sederhana, tetapi penuh makna. Ia yang adalah Tuhan justru mengambil posisi sebagai pelayan. Ini bukan sekadar simbol, tetapi teladan hidup: kasih yang sejati selalu merendahkan diri dan memberi diri sepenuhnya.

Bacaan pertama tentang Paskah dan bacaan kedua tentang Perjamuan Tuhan menegaskan satu hal: kasih Allah selalu dinyatakan dalam pengorbanan. Yesus tidak hanya mengajarkan kasih, tetapi menyerahkan diri-Nya. Maka, ketika Ia berkata “kamu juga harus saling membasuh kaki,” Ia mengundang kita untuk hidup dalam kasih yang aktif—menguatkan, melayani, dan membangun sesama setiap hari.

Tuhan, mampukan kami memiliki kerendahan hati seperti Engkau. Mampukan kami untuk melayani dengan tulus, mengasihi tanpa syarat, dan menjadi berkat bagi sesama.

Tuhan memberkati kita semua ❤️, Manuntun Sitinjak

JANGAN MENJUAL YESUS DALAM HIDUP KITA


RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: JANGAN MENJUAL YESUS DALAM HIDUP KITA
Rabu, 1 April 2026

Bacaan: Yes 50:4–9a; Mzm 69:8–10,21–22,31,33–34; Mat 26:14–25

Dalam Injil hari ini, kita melihat momen yang sangat menyayat hati: Yudas Iskariot menjual Gurunya sendiri, Yesus Kristus, hanya dengan tiga puluh keping perak. Ini bukan sekadar kisah pengkhianatan, tetapi cermin yang mengajak kita bertanya: apakah kita juga pernah “menjual” Tuhan dalam hidup kita?

Nabi Yesaya menggambarkan hamba Tuhan yang tetap setia meski dihina dan disakiti. Yesus menggenapi itu dengan sempurna—Ia tahu akan dikhianati, tetapi tetap memilih kasih dan ketaatan. Di sisi lain, Yudas memilih jalan yang berbeda: ia dekat dengan Yesus, tetapi hatinya jauh. Ia berjalan bersama Tuhan, tetapi tidak sungguh-sungguh hidup untuk Tuhan.

Seringkali kita pun demikian. Kita mengenal Tuhan, melayani, bahkan berbicara tentang-Nya, tetapi dalam keputusan sehari-hari kita bisa saja lebih memilih “tiga puluh keping perak”: kenyamanan, ego, ambisi, atau kompromi kecil yang perlahan menjauhkan kita dari Tuhan.

Hari ini adalah undangan untuk bertobat dengan sungguh. Bukan sekadar menyesal, tetapi kembali. Bukan sekadar sadar, tetapi berubah. Karena yang Tuhan rindukan bukan kesempurnaan kita, tetapi hati yang mau kembali dan setia.

Tuhan, jangan biarkan aku menjauh dari-Mu. Bersihkan hatiku, kuatkan aku untuk setia, dan ajar aku memilih Engkau di atas segalanya. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️,
Manuntun Sitinjak