Minggu, 28 Juni 2026

MENGUTAMAKAN KRISTUS DI ATAS SEGALANYA

Gereja Kuala Dua, 28072024

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: MENGUTAMAKAN KRISTUS DI ATAS SEGALANYA

Minggu, 28 Juni 2026

Bacaan: 2Raj 4:8-11, 14-16a; Mzm 89:2-3, 16-19; Rm 6:3-4, 8-11; Mat 10:37-42.

"Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak bagi-Ku." (Matius 10:38)

Mengikuti Yesus bukan hanya berarti percaya kepada-Nya, tetapi juga menjadikan-Nya yang terutama dalam seluruh hidup kita. Itulah pesan utama Injil hari ini. Yesus tidak meminta kita mengurangi kasih kepada keluarga, tetapi menghendaki agar kasih kepada-Nya menjadi dasar bagi setiap kasih yang kita berikan kepada sesama.

Ketika Kristus menjadi pusat kehidupan, kita akan mampu mengasihi pasangan, anak, orang tua, sahabat, bahkan orang yang menyakiti kita dengan kasih yang lebih murni. Sebaliknya, jika hati kita lebih melekat pada kenyamanan, harta, jabatan, atau relasi daripada kepada Kristus, kita akan mudah kehilangan damai ketika semua itu berubah atau diambil dari kita.

Bacaan pertama mengisahkan perempuan Sunem yang dengan tulus menerima Nabi Elisa dan melayaninya tanpa pamrih. Tuhan melihat ketulusan hatinya dan menganugerahkan berkat yang melampaui harapannya. Demikian pula Yesus mengajarkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan demi nama-Nya, bahkan hanya memberikan secangkir air kepada sesama, tidak akan pernah sia-sia di hadapan Allah.

Mengutamakan Kristus berarti siap memikul salib setiap hari. Salib itu dapat berupa tetap jujur ketika godaan datang, tetap mengampuni ketika disakiti, tetap setia ketika menghadapi kesulitan, dan tetap berbuat baik meskipun tidak dihargai. Salib memang tidak selalu ringan, tetapi bersama Kristus, salib menjadi jalan menuju pertumbuhan iman, sukacita, dan kehidupan yang kekal.

Marilah hari ini kita bertanya kepada diri sendiri: apakah Yesus sungguh menjadi yang terutama dalam hidupku? Semoga setiap keputusan, perkataan, dan tindakan kita semakin mencerminkan bahwa Kristus benar-benar meraja di dalam hati kita.

Doa:
Bapa yang penuh kasih, terima kasih atas Sabda-Mu hari ini. Ajarlah kami untuk selalu mengutamakan Putra-Mu, Yesus Kristus, di atas segala sesuatu. Berilah kami kekuatan untuk setia memikul salib setiap hari dan mengikuti-Mu dengan sukacita. Jadikanlah hidup kami saksi kasih-Mu bagi dunia. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Tuhan memberkati kita semua. ❤️

Dr. Manuntun Sitinjak

PUTTING CHRIST ABOVE ALL THINGS

Gereja Kuala Dua, 28072024

TODAY'S GOD'S WORD REFLECTION: PUTTING CHRIST ABOVE ALL THINGS

Sunday, June 28, 2026

Readings: 2 Kgs 4:8–11, 14–16a; Ps 89:2–3, 16–19; Rom 6:3–4, 8–11; Mt 10:37–42.

"Whoever does not take up his cross and follow me is not worthy of me." (Matthew 10:38)

Following Jesus is not simply a matter of believing in Him; it means making Him the highest priority in our lives. This is the central message of today's Gospel. Jesus is not asking us to love our families less. Rather, He calls us to love Him first, so that every other relationship is rooted in His love.

When Christ is at the center of our lives, we are able to love our spouse, children, parents, friends, and even those who hurt us with a more sincere and selfless love. But when our hearts are attached more to comfort, wealth, status, or human relationships than to Christ, our peace can easily be shaken when those things are lost or changed.

The first reading tells the story of the Shunammite woman, who warmly welcomed the prophet Elisha and served him with genuine generosity. God saw her faithful heart and blessed her far beyond her expectations. Likewise, Jesus teaches that even the smallest act of kindness, such as offering a cup of water in His name, will never go unnoticed or unrewarded by God.

Putting Christ first means being willing to carry our cross each day. That cross may be remaining honest when dishonesty seems easier, forgiving those who have hurt us, staying faithful through difficulties, and continuing to do good even when our efforts are unappreciated. The cross is never easy, but with Christ, it becomes the path to spiritual growth, true joy, and eternal life.

Today, let us ask ourselves: Is Jesus truly the first priority in my life? May every decision, every word, and every action reflect that Christ truly reigns in our hearts.

Prayer:

Heavenly Father, thank You for Your Word today. Teach us to always place Your Son, Jesus Christ, above all else. Give us the strength to carry our cross each day with faith, love, and hope. May our lives become living witnesses of Your love to everyone we meet. Through Christ our Lord. Amen.

May God bless us all. ❤️

Dr. Manuntun Sitinjak

Rabu, 24 Juni 2026

CALLED AND SENT FROM THE WOMB

Gereja K Genbira Kotabumi 21062026

TODAY'S GOD'S WORD REFLECTION: CALLED AND SENT FROM THE WOMB

Wednesday, June 24, 2026
Solemnity of the Nativity of Saint John the Baptist

📖 Today's Readings: Isaiah 49:1–6 | Psalm 139:1–3, 13–15 | Acts 13:22–26 | Luke 1:57–66, 80

In today’s Gospel, the Church celebrates the birth of Saint John the Baptist, the prophet chosen by God to prepare the way for the coming of the Messiah. When Elizabeth gave birth to a son, many wanted to name him Zechariah after his father. However, according to God’s will, the child was named John, which means “God is gracious.” From the very beginning of his life, John had a special calling from God. He was prepared to be the voice crying out in the wilderness and to lead many people to Christ.

The First Reading reminds us that God called and knew His servant even before birth. Likewise, today’s Psalm expresses awe at how God formed and knew each of us personally while we were still in our mother’s womb. No one is born by accident. Every person is created with a unique purpose, calling, and mission from God.

John the Baptist understood that his mission was not to draw attention to himself but to point others to Jesus. His life became a witness of true humility. He declared, “He must increase, but I must decrease.” This is the mark of a true disciple: living not for self-glory, but for the glory of God.

Today, the Lord invites us to reflect on our own calling. God has known us from the very beginning and has entrusted each of us with a unique mission. The question is: Does our life lead others closer to Christ? Through our words, actions, work, family life, and service, can others see God's love and goodness?

Prayer:

Lord, thank You for knowing and calling us from the very beginning of our lives. Help us to discover and fulfill the mission You have entrusted to us. Make our lives like that of Saint John the Baptist—always pointing others to Christ and bringing glory to Your name. Amen.

May God bless us all ❤️

Palembang 24th Jun 2026,
Dr. Manuntun Sitinjak

#DailyReflection
#CatholicFaith
#WordOfGod
#JohnTheBaptist
#ChristianLiving

DIPANGGIL DAN DIUTUS SEJAK DALAM KANDUNGAN

Gereja Kabar Gembira Kotabumi 21Jun2026

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: DIPANGGIL DAN DIUTUS SEJAK DALAM KANDUNGAN

Rabu, 24 Juni 2026
Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

📖 Bacaan Hari Ini: Yes 49:1–6 | Mzm 139:1–3,13–15 | Kis 13:22–26 | Luk 1:57–66,80 

Dalam Injil hari ini, Gereja merayakan kelahiran Santo Yohanes Pembaptis, nabi yang dipilih Allah untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias. Ketika Elisabet melahirkan seorang anak laki-laki, banyak orang ingin menamainya Zakharia seperti ayahnya. Namun atas kehendak Allah, anak itu diberi nama Yohanes, yang berarti "Tuhan berkenan". Sejak awal kehidupannya, Yohanes sudah memiliki panggilan khusus dari Tuhan. Ia dipersiapkan untuk menjadi suara yang berseru di padang gurun dan mengarahkan banyak orang kepada Kristus. 

Bacaan pertama menegaskan bahwa Tuhan telah memanggil dan mengenal hamba-Nya sejak dalam kandungan. Demikian pula Mazmur hari ini mengungkapkan kekaguman bahwa Tuhan membentuk dan mengenal kita secara pribadi sejak awal kehidupan kita. Tidak ada seorang pun yang lahir secara kebetulan. Setiap orang diciptakan dengan tujuan, panggilan, dan rencana Allah yang indah. 

Yohanes Pembaptis memahami bahwa tugasnya bukan menarik perhatian kepada dirinya sendiri, melainkan kepada Yesus. Hidupnya menjadi kesaksian tentang kerendahan hati. Ia berkata, "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." Inilah ciri seorang murid sejati: hidup untuk memuliakan Tuhan, bukan diri sendiri.

Hari ini Tuhan mengajak kita untuk merenungkan panggilan hidup kita. Tuhan telah mengenal kita sejak dalam kandungan dan mempercayakan misi yang unik kepada setiap kita. Pertanyaannya adalah: apakah hidup kita semakin mengarahkan orang kepada Kristus? Apakah melalui perkataan, tindakan, pekerjaan, keluarga, dan pelayanan kita, orang lain dapat melihat kasih dan kebaikan Tuhan?

Doa:

Tuhan, terima kasih karena Engkau telah mengenal dan memanggil kami sejak awal kehidupan kami. Bantulah kami untuk menemukan dan menjalankan panggilan yang Engkau percayakan. Jadikanlah hidup kami seperti Yohanes Pembaptis, yang selalu menunjuk kepada Kristus dan memuliakan nama-Mu. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Palembang, 24 Juni 2026,
Dr. Manuntun Sitinjak

#RenunganHarian
#Ekatolik
#FirmanTuhan
#YohanesPembaptis
#ImanKatolik

Selasa, 23 Juni 2026

MORNING PRAYER OF GRATITUDE AND SURRENDER

Maria Grotto of Sekincau, 17062026

MORNING PRAYER OF GRATITUDE AND SURRENDER

Heavenly Father,

This morning, I come before You with a grateful and joyful heart. Thank You for Your love and protection throughout the night. Thank You for watching over me, giving me peaceful rest, and allowing me to wake up safely to this beautiful new day.

Thank You for the gift of life, for the breath You continue to entrust to me, for my family, my work, my ministry, and for the countless blessings You pour into my life each day.

Father, You are the source of my life, my strength, my hope, and my salvation. I praise and glorify Your holy name, for Your love never fails and Your mercy is new every morning.

As I begin this new day, I place my entire life into Your hands. Guide my thoughts, my words, my decisions, and every step I take. May Your will be done in my life, not my own.

Pour out Your Holy Spirit upon me today. Grant me wisdom to understand Your will, strength to do what is right, patience in every challenge, and a heart filled with love for others.

Bless my family, my work, my ministry, and all those whom You have entrusted to my care. Make me an instrument of Your peace, joy, and blessing wherever I go.

Father, I trust that this day is in Your hands. Therefore, I move forward with gratitude, joy, and hope, confident that Your love and presence will guide me throughout this day.

I also entrust my loved ones, my friends, my work, and my ministry to You. May my life bring glory to Your name, reveal Your love to others, and help fulfill Your will on earth.

All praise, honor, and glory be to You, now and forever.

Through Jesus Christ, our Lord and Savior, who lives and reigns with You, Father, in the unity of the Holy Spirit, one God, forever and ever.

Amen. ❤️

Palembang, 23 Jun 2026

Dr. Manuntun Sitinjak

DOA PAGI PENUH SYUKUR DAN PENYERAHAN

Gua Maria Sekincau Lambar Thu 17062026

DOA PAGI PENUH SYUKUR DAN PENYERAHAN

Bapa yang Mahabaik,

Pagi ini aku datang ke hadapan-Mu dengan hati yang penuh syukur. Terima kasih atas kasih dan perlindungan-Mu sepanjang malam yang telah berlalu. Terima kasih karena Engkau menjaga, memelihara, dan membangunkan aku kembali pada pagi yang indah ini.

Terima kasih atas anugerah kehidupan, atas nafas yang masih Engkau percayakan, atas keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan semua berkat yang setiap hari Engkau limpahkan dalam hidupku.

Bapa, Engkaulah sumber kehidupan, kekuatan, pengharapan, dan keselamatanku. Aku memuji dan memuliakan nama-Mu karena kasih setia-Mu tidak pernah berakhir dan selalu baru setiap pagi.

Pada hari yang baru ini, aku menyerahkan seluruh hidupku ke dalam tangan-Mu. Pimpinlah setiap langkahku, setiap keputusan yang kuambil, setiap pekerjaan yang kulakukan, dan setiap perjumpaan yang akan kualami hari ini.

Curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam hatiku. Berilah aku hikmat untuk memahami kehendak-Mu, kekuatan untuk melakukan yang baik, kesabaran dalam menghadapi setiap tantangan, serta hati yang penuh kasih kepada sesama.

Berkatilah keluargaku, pekerjaanku, pelayananku, dan semua orang yang Engkau percayakan dalam hidupku. Jadikanlah aku pembawa damai, sukacita, dan berkat bagi mereka yang kujumpai hari ini.

Bapa, aku percaya hari ini berada dalam tangan-Mu. Karena itu aku melangkah dengan penuh syukur, sukacita, dan pengharapan, yakin bahwa kasih-Mu selalu menyertai dan menuntunku.

Semua ini kupersembahkan kepada-Mu dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamatku, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

Amin. ❤️
Palembang, 23 Jun 2026

Dr. Manuntun Sitinjak

Sabtu, 20 Juni 2026

Gua Maria Bunda Kerahiman Sekincau

Gua Maria B Kerahiman Sekincau 17062026

Ziarah ke Gua Maria Bunda Kerahiman

Sekincau, Lampung Barat
18 Juni 2026

Kami datang ke Lampung Barat dalam rangka melakukan pelayanan kami bersama bisnis yang kami tekuni, Miora. Sebuah perjalanan yang bukan hanya tentang pekerjaan dan perjuangan membangun kehidupan, tetapi juga tentang melayani, menguatkan, dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Pagi itu, setelah bangun pagi, sekitar pukul 05.00, kami berangkat menuju Gua Maria Bunda Kerahiman, di Sekincau, Lampung Barat. Udara pagi yang dingin tidak menjadi halangan bagi kami. Justru dalam kesejukan itu, hati kami semakin mantap untuk datang, berdoa, dan bersyukur kepada Tuhan.

Gua Maria Bunda Kerahiman ini hanya sekitar 10 menit dari tempat kami menginap. Setibanya di sana, mobil kami parkir di depan pagar kompleks Gua Maria, karena gerbang masih tertutup. Namun hal itu tidak mengurangi kerinduan hati kami untuk berdoa.


Saya dan Michael kemudian berjalan menuju Gua Maria. Dalam suasana yang hening dan teduh, kami menyalakan lilin, berdoa, dan menyerahkan seluruh perjalanan hidup kami kepada Tuhan melalui perantaraan doa Bunda Maria.

Kami juga menyempatkan diri untuk berdoa Rosario. Dalam setiap butir doa yang kami daraskan, hati kami semakin dikuatkan dalam iman, pengharapan, dan kasih. Kami percaya, ziarah pagi itu bukanlah sebuah kebetulan, melainkan undangan indah dari Tuhan dan Bunda Maria bagi kami.


Sungguh suatu pengalaman rohani yang indah. Sebuah berkat dari Tuhan yang menyentuh hati: datang dalam kesederhanaan, berdoa dalam keheningan, dan pulang dengan hati yang penuh damai.

Terimakasih Tuhan untuk kesempatan ziarah yang penuh rahmat ini.
Bunda Maria, doakanlah kami.

Tuhan memberkati kita semua ❤️

Liwa 20 Jun 2026,

Dr. Manuntun Sitinjak

#GuaMariaBundaKerahiman
#Sekincau
#LampungBarat
#ZiarahIman
#TuhanMenyertai

SEEK FIRST THE KINGDOM OF GOD

Sekincu Marian Grotto, 18Jun2026

TODAY'S GOD'S WORD REFLECTION: SEEK FIRST THE KINGDOM OF GOD

Saturday, June 20, 2026

📖 Today's Readings: 2 Chronicles 24:17–25 | Psalm 89:4–5, 29–34 | Matthew 6:24–34

In today’s Gospel, Jesus reminds us that no one can serve two masters. We cannot serve both God and wealth. Therefore, Jesus calls us not to be consumed by worries about food, drink, clothing, or the future. Instead, He gives us the key to a life filled with peace: “Seek first the Kingdom of God and His righteousness, and all these things will be given to you as well.”

To seek the Kingdom of God means allowing God to reign in our hearts and lives. When God becomes the center of our lives, we learn to seek His will before our own, hold firmly to His Word, and do everything for His glory. This is a life centered on God rather than on anxiety, ambition, or self-interest.

The First Reading tells the story of King Joash, who was initially faithful to God but later turned away from Him after experiencing success and prosperity. He forgot the Lord and rejected the warning delivered through the prophet Zechariah. This story serves as a reminder that blessings and achievements can sometimes cause us to drift away from God if we do not continually nurture our relationship with Him.

Today, the Lord invites us to ask ourselves: Does God truly reign in my heart? Or are there other things that occupy my thoughts, time, and attention more than He does? When we place God first, we discover a peace that is not dependent on circumstances, because we trust that our Heavenly Father knows all our needs.

Prayer:

Lord, teach us to seek first Your Kingdom and Your righteousness. Reign in our hearts and lives. Guide our thoughts, decisions, and actions so that they may always align with Your will and bring glory to Your name. Amen.

May God bless us all ❤️

Liwa 20 Jun 2026,
Dr. Manuntun Sitinjak

#DailyReflection
#CatholicFaith
#WordOfGod
#KingdomOfGod
#TrustInTheLord

CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH

Gua Maria Sekincu 18 Jun 2026

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH

Sabtu, 20 Juni 2026

📖 Bacaan Hari Ini: 2Taw 24:17–25 | Mzm 89:4–5,29–34 | Mat 6:24–34

Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita agar tidak mengabdi kepada dua tuan. Kita tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon. Karena itu, Yesus mengajak kita untuk tidak hidup dalam kekhawatiran yang berlebihan tentang makanan, minuman, pakaian, atau masa depan. Sebaliknya, Ia memberikan kunci kehidupan yang penuh damai: “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Mencari Kerajaan Allah berarti membiarkan Tuhan meraja di dalam hati dan hidup kita. Ketika Tuhan menjadi pusat kehidupan, kita akan belajar mencari kehendak-Nya terlebih dahulu dalam setiap keputusan, berpegang teguh pada Sabda-Nya, dan melakukan segala sesuatu demi kemuliaan nama-Nya. Inilah hidup yang berpusat pada Tuhan, bukan pada kekhawatiran, ambisi, atau kepentingan diri sendiri.

Bacaan pertama menunjukkan bagaimana Raja Yoas yang semula setia kepada Tuhan akhirnya menjauh dari-Nya setelah menerima banyak berkat dan keberhasilan. Ia melupakan Tuhan dan menolak peringatan yang diberikan melalui Nabi Zakharia. Kisah ini menjadi peringatan bagi kita bahwa keberhasilan dan kenyamanan dapat membuat seseorang perlahan-lahan menjauh dari Tuhan apabila tidak tetap menjaga hubungan yang intim dengan-Nya.

Hari ini Tuhan mengajak kita untuk bertanya kepada diri sendiri: Apakah Tuhan sungguh meraja di dalam hatiku? Ataukah masih ada hal-hal lain yang lebih menguasai pikiran, waktu, dan perhatianku? Ketika kita menempatkan Tuhan di tempat pertama, kita akan menemukan damai yang tidak tergantung pada keadaan, karena kita percaya bahwa Bapa di surga mengetahui segala kebutuhan kita.

Doa:

Tuhan, ajarilah kami untuk mencari Kerajaan-Mu dan kebenaran-Mu terlebih dahulu. Jadilah Raja dalam hati dan hidup kami. Tuntunlah setiap pikiran, keputusan, dan tindakan kami agar selalu sesuai dengan kehendak-Mu dan memuliakan nama-Mu. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️

Liwa 20 Jun 2026,
Dr. Manuntun Sitinjak

#RenunganHarian
#Ekatolik
#FirmanTuhan
#KerajaanAllah
#ImanKatolik

Jumat, 19 Juni 2026

HARTA YANG TAK PERNAH BINASA

Gua Maria Sekincau 18 Jun 2026

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: HARTA YANG TAK PERNAH BINASA

Jumat, 19 Juni 2026

📖 Bacaan Hari Ini: 2Raj 11:1–4,9–18,20 | Mzm 132:11–12,13–14,17–18 | Mat 6:19–23 

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajarkan: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi, tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga.” Tuhan tidak melarang kita bekerja, berusaha, atau memiliki berkat materi. Namun, Yesus mengingatkan agar hati kita tidak terikat pada hal-hal yang fana. Harta dunia dapat rusak, hilang, atau ditinggalkan, tetapi harta surgawi yang dibangun melalui iman, kasih, kebaikan, dan ketaatan kepada Tuhan akan bertahan selamanya. 

Yesus juga berkata bahwa mata adalah pelita tubuh. Jika mata kita baik, seluruh hidup kita akan dipenuhi terang. Artinya, apa yang menjadi fokus hidup kita akan menentukan arah hati dan tindakan kita. Ketika pandangan kita tertuju kepada Tuhan dan nilai-nilai Kerajaan-Nya, hidup kita akan dipenuhi damai, sukacita, dan tujuan yang benar.

Bacaan pertama menceritakan bagaimana Tuhan tetap setia memelihara keturunan Daud di tengah situasi yang tampaknya mustahil. Di saat kejahatan dan perebutan kekuasaan terjadi, Tuhan tetap bekerja untuk menggenapi janji-Nya. Kisah ini mengingatkan bahwa kuasa Tuhan jauh lebih besar daripada keadaan yang kita lihat dengan mata manusia. 

Hari ini Tuhan mengajak kita untuk memeriksa kembali apa yang menjadi "harta" dalam hidup kita. Apakah hati kita lebih sibuk mengejar hal-hal sementara, ataukah kita sedang membangun harta yang bernilai kekal? Ketika Tuhan menjadi prioritas utama, segala sesuatu yang lain akan menemukan tempatnya yang benar.

Doa:
Tuhan, arahkanlah hati kami kepada harta yang kekal. Tolonglah kami untuk hidup dengan bijaksana, menggunakan berkat yang kami terima untuk kemuliaan-Mu, dan selalu menempatkan Engkau sebagai pusat kehidupan kami. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Sekincau 19 Jun 2026
Manuntun Sitinjak

#RenunganHarian
#Ekatolik
#FirmanTuhan
#HartaDiSurga
#ImanKatolik

Selasa, 16 Juni 2026

LOVING BEYOND LIMITS

Kuala Dua Church, Kalbar 28072024

TODAY'S GOD'S WORD REFLECTION: LOVING BEYOND LIMITS

Tuesday, June 16, 2026

📖 Today's Readings: 1 Kings 21:17–29 | Psalm 51:3–4, 5–6a, 11, 16 | Matthew 5:43–48

In today’s Gospel, Jesus gives one of His most challenging teachings: “Love your enemies and pray for those who persecute you.” Loving those who are kind to us is not difficult. However, loving those who hurt us, disappoint us, or treat us unfairly is much harder. Yet this is precisely where the power of Christian love is revealed. Jesus calls us not to repay evil with evil, but to show a love that goes beyond human limits, just as our Heavenly Father loves all people without distinction.

The First Reading tells the story of King Ahab, who was confronted by the prophet Elijah because of his sins. After hearing God’s message, Ahab humbled himself and repented. Seeing his repentance, God showed him mercy. Today’s Psalm echoes the prayer of a repentant heart: “Have mercy on me, O God, according to Your steadfast love.” God’s Word reminds us that none of us is perfect. We all stand in need of God’s mercy and forgiveness every day.

Today, the Lord invites us to have hearts that reflect His own—hearts that are quick to forgive, willing to pray for others, and free from bitterness. When we learn to love even those who are difficult to love, we become more like Christ. Such love has the power to heal wounds, restore relationships, and become a living witness to the world.

Prayer:

Lord Jesus, teach us to love as You love. Give us hearts that are willing to forgive, pray for, and love even those who have hurt us. May our lives reflect Your boundless love and mercy. Amen.

May God bless us all ❤️

Kotabumi, Lampung 16 Jun 2026
Dr. Manuntun Sitinjak

#DailyReflection
#CatholicFaith
#WordOfGod
#LoveBeyondLimits
#ChristianLiving

MENGASIHI MELAMPAUI BATAS

Gereja Kuala Dua Kalbar 28072024

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: MENGASIHI MELAMPAUI BATAS

Selasa, 16 Juni 2026

📖 Bacaan Hari Ini: 1Raj 21:17–29 | Mzm 51:3–4,5–6a,11,16 | Mat 5:43–48

Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan ajaran yang sangat menantang: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Mengasihi orang yang baik kepada kita mungkin tidak sulit. Namun mengasihi mereka yang melukai, mengecewakan, atau memperlakukan kita dengan tidak adil adalah sesuatu yang jauh lebih berat. Tetapi justru di situlah letak kekuatan kasih Kristiani. Yesus mengajak kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan menghadirkan kasih yang melampaui batas, sebagaimana Bapa di surga mengasihi semua orang tanpa membeda-bedakan.

Bacaan pertama menceritakan Raja Ahab yang ditegur oleh Nabi Elia karena dosanya. Setelah mendengar firman Tuhan, Ahab merendahkan diri dan bertobat. Melihat pertobatan itu, Tuhan menunjukkan belas kasih-Nya. Mazmur hari ini juga menjadi doa pertobatan yang indah: “Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu.” Firman Tuhan mengingatkan bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna. Kita semua membutuhkan belas kasih dan pengampunan Tuhan setiap hari.

Hari ini Tuhan mengundang kita untuk memiliki hati yang menyerupai hati-Nya: hati yang mudah mengampuni, mau mendoakan orang lain, dan tidak menyimpan kepahitan. Ketika kita belajar mengasihi bahkan mereka yang sulit untuk dikasihi, kita sedang bertumbuh menjadi semakin serupa dengan Kristus. Kasih seperti inilah yang mampu menyembuhkan luka, memulihkan hubungan, dan menjadi kesaksian nyata bagi dunia.

Doa:

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk mengasihi seperti Engkau mengasihi. Berilah kami hati yang mampu mengampuni, mendoakan, dan mengasihi bahkan mereka yang menyakiti kami. Semoga hidup kami menjadi cerminan kasih-Mu yang tanpa batas. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️

Kotabumi, Lampung 16 Jun 2026
Dr. Manuntun Sitinjak

#RenunganHarian
#Ekatolik
#FirmanTuhan
#KasihTanpaBatas
#ImanKatolik

Minggu, 14 Juni 2026

Menjadi Pekerja di Kebun Tuhan

Misa di Kotabumi, 14 Jun 2026

Menjadi Pekerja di Kebun Tuhan: Refleksi Misa Hari Minggu 14 Feb 2026 di Gereja Kabar Gembira Kotabumi

Pagi itu, jarum jam baru menunjukkan pukul 06.40 WIB ketika roda kendaraan kami memasuki halaman Gereja Kabar Gembira, Kotabumi. Meskipun suasana sekitar gereja sudah mulai ramai oleh umat yang berdatangan, kami beruntung masih mendapatkan tempat parkir yang nyaman. Sebagai pengalaman pertama kalinya mengikuti perayaan Ekaristi di gereja ini, sebuah kehangatan langsung menyambut kami tepat di halaman luar. Sapaan ramah dari seorang Ibu bernama Bunda Endang—yang ternyata adalah kenalan dari Maya, anak Pak Tambunan tempat kami menginap—seketika mencairkan suasana asing dan membuat kami merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar umat Allah.
Gereja Kabar Gembira w Michael

Tepat pukul 07.00 WIB, Misa Kudus Hari Minggu Biasa XI dimulai. Perayaan Ekaristi pagi ini dipimpin oleh Romo FX Hendri Firmanto. Sejak awal memimpin ibadah hingga naik ke atas mimbar, Romo Hendri membawa impresi yang mendalam melalui cara bicaranya. Beliau berbicara dengan tempo yang cenderung lambat, namun setiap untaian kata keluar dengan artikulasi yang sangat jelas, membuat umat yang hadir dapat menyerap setiap pesan liturgi dengan penuh khidmat.

Dalam khotbahnya, Romo Hendri mengupas tuntas rahasia penyerahan diri melalui tiga poin penting yang selaras dengan amanat Bacaan Liturgi Ekaristi hari ini (Keluaran 19:2-6a dan Injil Matius 9:36–10:8):

1. Sebuah Rahasia Pilihan
Romo Hendri mengawali khotbah dengan menekankan bahwa bacaan suci hari ini esensinya berbicara mengenai "pilihan". Mulai dari bacaan pertama, di mana bangsa Israel dipilih oleh Allah di gurun Sinai untuk menjadi harta kesayangan-Nya, menjadi kerajaan imam, dan bangsa yang kudus. Pilihan yang sama ini pula yang kemudian diteruskan oleh Yesus Kristus ketika Ia memanggil dan memilih kedua belas murid-Nya dari berbagai latar belakang untuk menjadi perpanjangan tangan-Nya.

2. Realitas Ladang dan Pentingnya Doa
Poin kedua yang digarisbawahi oleh beliau adalah kejujuran Yesus sebelum mengutus para murid. Yesus tidak menjanjikan pelayanan yang serba mudah, melainkan membeberkan keadaan yang sebenarnya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit." Menghadapi realitas ini, Romo Hendri mengingatkan amanat Kristus agar umat tidak lekas berkecil hati, melainkan datang bersujud dan berdoa kepada Tuhan sang pemilik kebun—yaitu Dialah pemilik bumi beserta segala isinya—agar Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

3. Diutus Melalui Panggilan Hidup Masing-Masing
Sebagai penutup refleksi, Romo Hendri mengajak seluruh umat untuk menyadari identitas diri. Kita semua adalah umat pilihan Tuhan zaman sekuler ini. Kita telah menerima kasih dan rahmat-Nya secara cuma-cuma, maka kita pun diutus melangkah keluar melalui panggilan hidup kita masing-masing (baik sebagai orang tua, pekerja, anak, maupun pelayan jemaat) untuk menjadi "pekerja tuaian". Tugas kita adalah melakukan apa saja yang berkenan di hadapan Tuhan serta senantiasa menyatakan kemuliaan-Nya di tengah dunia. Beliau menutup khotbahnya dengan berkat rohani yang meneguhkan, "Tuhan memberkati."

Berkat Anak

Melalui khotbah yang dibawakan secara tenang dan lugas tersebut, pesan Injil hari ini terasa begitu hidup. Umat diajak pulang tidak hanya membawa kehangatan komuni, melainkan sebuah misi konkret untuk berani menjadi pekerja di ladang Tuhan yang luas.

Seusai perayaan Misa yang agung tersebut, kehangatan persaudaraan kembali terasa. Kami sempat bersalaman dan bertukar sapa sejenak dengan Bunda Endang, Frater yang bertugas, serta beberapa umat setempat. Sebelum melangkah meninggalkan kompleks gereja, saya dan Michael menyempatkan diri mengabadikan momen berharga ini dengan berfoto bersama di depan gedung Gereja Kabar Gembira Kotabumi—sebuah kenangan indah dari sebuah ziarah iman hari Minggu yang penuh berkat.

Usai Misa, 14 Juni 2026, KOTABUMI

Kotabumi, Minggu 14 Juni 2026,

Dr. Manuntun Sitinjak
#misa
#katolik
#kotabumi
#homili
#renungan



Senin, 08 Juni 2026

BLESSED ARE THOSE WHO TRUST IN THE LORD

Gereja St Maria Imm Tarakan 2Oct2022

TODAY'S GOD'S WORD REFLECTION: BLESSED ARE THOSE WHO TRUST IN THE LORD

Monday, June 8, 2026

📖 Today's Readings: 1 Kings 17:1–6 | Psalm 121:1–8 | Matthew 5:1–12

In today’s Gospel, Jesus proclaims the Beatitudes. He calls blessed those who are poor in spirit, those who mourn, the meek, those who hunger and thirst for righteousness, the merciful, the pure in heart, the peacemakers, and those who are persecuted for the sake of righteousness. While the world often measures happiness by success, comfort, and recognition, Jesus teaches that true blessedness comes from a heart that is close to God.

The First Reading shows the example of the prophet Elijah, who remained obedient to God during a difficult time. God provided for Elijah at the Brook Cherith in an unexpected way. Today’s Psalm reminds us that our help comes from the Lord, the Maker of heaven and earth. He never slumbers nor sleeps but continually watches over His people.

Today, God invites us to trust that true happiness does not depend on perfect circumstances but on a steadfast faith in Him. When we live with humility, faithfulness, sincerity, and a desire to bring peace, even amid difficulties, God Himself becomes the source of our strength, hope, and joy.

Prayer: Lord, teach us to seek true happiness in You alone. Strengthen our faith so that we may remain humble, faithful, and trusting in every circumstance. Amen.

May God bless us all ❤️
Manuntun Sitinjak

#DailyReflection
#CatholicFaith
#WordOfGod
#Beatitudes
#TrustInTheLord

BERBAHAGIA KARENA PERCAYA KEPADA TUHAN

Gereja St Maria Imm Tarakan 2Oct2022

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: BERBAHAGIA KARENA PERCAYA KEPADA TUHAN

Senin, 8 Juni 2026

📖 Bacaan Hari Ini: 1Raj 17:1–6 | Mzm 121:1–8 | Mat 5:1–12

Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan Sabda Bahagia. Ia menyebut berbahagia orang yang miskin di hadapan Allah, yang berdukacita, yang lemah lembut, yang lapar dan haus akan kebenaran, yang murah hati, yang suci hatinya, yang membawa damai, dan yang dianiaya karena kebenaran. Bagi dunia, ukuran bahagia sering dikaitkan dengan keberhasilan, kenyamanan, dan pengakuan. Tetapi Yesus mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari hati yang dekat dengan Allah.

Bacaan pertama menunjukkan bagaimana Nabi Elia tetap taat kepada Tuhan di tengah masa sulit. Tuhan memelihara Elia di tepi Sungai Kerit melalui cara yang tidak biasa. Mazmur hari ini meneguhkan bahwa pertolongan kita datang dari Tuhan, pencipta langit dan bumi. Ia tidak terlelap dan tidak tertidur dalam menjaga umat-Nya.

Hari ini Tuhan mengajak kita percaya bahwa kebahagiaan sejati bukan berasal dari keadaan yang sempurna, melainkan dari iman yang tetap teguh kepada-Nya. Saat kita hidup rendah hati, setia, tulus, membawa damai, dan tetap percaya dalam kesulitan, Tuhan sendiri menjadi sumber kekuatan dan kebahagiaan kita.

Doa: Tuhan, ajarilah kami mencari kebahagiaan sejati di dalam Engkau. Kuatkanlah iman kami agar tetap percaya, rendah hati, dan setia dalam setiap keadaan. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Manuntun Sitinjak

#RenunganHarian
#Ekatolik
#FirmanTuhan
#SabdaBahagia
#ImanKatolik

JESUS, THE BREAD OF LIFE FOR THE WORLD

Gereja St Maria Imm Tarakan 16Oct2022

TODAY'S GOD'S WORD REFLECTION: JESUS, THE BREAD OF LIFE FOR THE WORLD

Sunday, June 7, 2026
Solemnity of the Most Holy Body and Blood of Christ (Corpus Christi)

📖 Today's Readings: Deuteronomy 8:2–3, 14b–16a | Psalm 147:12–15, 19–20 | 1 Corinthians 10:16–17 | John 6:51–58

In today’s Gospel, Jesus declares, “I am the living bread that came down from heaven.” He teaches that whoever eats His Body and drinks His Blood will have eternal life. Through the Holy Eucharist, Jesus does not merely teach us about love—He gives Himself completely as spiritual nourishment that strengthens, sustains, and saves us.

The First Reading reminds us how God provided manna for the Israelites in the wilderness. The manna was a sign that man does not live by bread alone but by every word that comes from the mouth of God. In the New Covenant, Jesus becomes the true Bread of Life who satisfies the deepest hunger of the human soul.

In the Second Reading, Saint Paul reminds us that although we are many, we become one body because we share in the one Bread, who is Christ. Therefore, the Eucharist not only deepens our personal relationship with God but also unites us as brothers and sisters in Christ.

Today, the Lord invites us to grow in our love for the Eucharist. Every time we receive Holy Communion, we receive Jesus Himself. May His presence transform our hearts, strengthen our faith, and inspire us to live lives filled with love, forgiveness, and service to others.

Prayer:

Lord Jesus, You are the Bread of Life who came down from heaven. Thank You for the gift of the Holy Eucharist. May we grow in our love for You, remain faithful in coming to You, and live as witnesses of Your love in the world. Amen.

May God bless us all ❤️
Manuntun Sitinjak

#DailyReflection
#CatholicFaith
#CorpusChristi
#HolyEucharist
#WordOfGod

YESUS, ROTI HIDUP BAGI DUNIA

Gereja St Maria Imm Tarakan 16Oct2022

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: YESUS, ROTI HIDUP BAGI DUNIA

Minggu, 7 Juni 2026
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

📖 Bacaan Hari Ini: Ul 8:2–3,14b–16a | Mzm 147:12–15,19–20 | 1Kor 10:16–17 | Yoh 6:51–58

Dalam Injil hari ini, Yesus berkata, “Akulah roti hidup yang telah turun dari surga.” Yesus menegaskan bahwa barangsiapa makan Tubuh-Nya dan minum Darah-Nya akan memperoleh hidup yang kekal. Melalui Ekaristi, Tuhan tidak hanya mengajarkan kasih, tetapi memberikan diri-Nya sendiri sebagai santapan rohani yang menguatkan dan menyelamatkan kita.

Bacaan pertama mengingatkan bagaimana Tuhan memelihara bangsa Israel di padang gurun dengan manna. Manna itu menjadi tanda bahwa manusia tidak hidup dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan. Kini, dalam Perjanjian Baru, Yesus menjadi Roti Hidup yang sejati, yang memuaskan kelaparan terdalam jiwa manusia.

Santo Paulus dalam bacaan kedua mengingatkan bahwa kita yang banyak ini menjadi satu tubuh karena mengambil bagian dalam satu roti, yaitu Kristus. Karena itu, Ekaristi bukan hanya membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, tetapi juga mempersatukan kita sebagai saudara-saudari dalam Kristus.

Hari ini Tuhan mengajak kita untuk semakin mencintai Ekaristi. Setiap kali kita menerima Komuni Kudus, kita menerima Yesus sendiri. Semoga kehadiran-Nya mengubah hati kita, menguatkan iman kita, dan menjadikan hidup kita semakin penuh kasih, pengampunan, dan pelayanan kepada sesama.

Doa: Tuhan Yesus, Engkau adalah Roti Hidup yang turun dari surga. Terima kasih atas anugerah Ekaristi yang Kau berikan kepada kami. Semoga kami semakin mencintai-Mu, setia datang kepada-Mu, dan hidup sebagai saksi kasih-Mu di tengah dunia. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Manuntun Sitinjak

#RenunganHarian
#Ekatolik
#TubuhDanDarahKristus
#Ekaristi
#FirmanTuhan

Sabtu, 06 Juni 2026

FAITHFUL UNTIL THE END

Gereja St Maria Imm Tarakan 2Oct2022

TODAY'S GOD'S WORD REFLECTION: FAITHFUL UNTIL THE END

Saturday, June 6, 2026

📖 Today's Readings: 2 Timothy 4:1–8 | Psalm 71:8–9, 14–17, 22 | Mark 12:38–44

In today's Gospel, Jesus warns His disciples about the scribes who sought honor, recognition, and praise from others. They appeared righteous on the outside, but their hearts were far from God. In contrast, Jesus praises a poor widow who offered two small coins—all she had to live on. In God's eyes, the value of an offering is not measured by its amount but by the love, sincerity, and sacrifice behind it.

The First Reading presents the example of Saint Paul near the end of his life. He declares, “I have fought the good fight, I have finished the race, I have kept the faith.” Paul was not speaking about worldly success but about remaining faithful to God until the very end. This is the true victory of a disciple of Christ.

Today, God invites us to live with sincere hearts. Let us not seek human praise or merely appear good in the eyes of others. What God desires is a heart that loves Him, remains faithful in small things, is willing to sacrifice, and perseveres in faith. Like the poor widow and Saint Paul, may we give our best to God and remain faithful until we reach the finish line.

Prayer: Lord, teach us to have sincere, humble, and faithful hearts. Help us to give our best in all that we do and to remain steadfast in faith until the end of our journey. Amen.

May God bless us all ❤️
Manuntun Sitinjak

#DailyReflection
#CatholicFaith
#WordOfGod
#FaithfulUntilTheEnd
#ChristianLiving

TETAP SETIA HINGGA AKHIR

Gereja St Maria Imm Tarakan 2Oct2022

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: TETAP SETIA HINGGA AKHIR

Sabtu, 6 Juni 2026

📖 Bacaan Hari Ini: 2Tim 4:1–8 | Mzm 71:8–9.14–17.22 | Mrk 12:38–44

Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan murid-murid-Nya agar berhati-hati terhadap ahli-ahli Taurat yang suka mencari penghormatan dan pujian manusia. Mereka tampak saleh di luar, tetapi hati mereka jauh dari Tuhan. Sebaliknya, Yesus memuji seorang janda miskin yang mempersembahkan dua peser, seluruh nafkah yang dimilikinya. Bagi Tuhan, nilai sebuah persembahan tidak diukur dari jumlahnya, melainkan dari kasih, ketulusan, dan pengorbanan yang menyertainya.

Bacaan pertama menampilkan teladan Santo Paulus yang menjelang akhir hidupnya berkata, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” Paulus tidak berbicara tentang kesuksesan duniawi, tetapi tentang kesetiaan kepada Tuhan sampai akhir hidupnya. Itulah kemenangan sejati seorang murid Kristus.

Hari ini Tuhan mengajak kita untuk hidup dengan hati yang tulus. Jangan mencari pujian manusia atau sekadar terlihat baik di depan orang lain. Yang Tuhan kehendaki adalah hati yang mengasihi-Nya, setia dalam perkara kecil, rela berkorban, dan terus bertekun dalam iman. Seperti janda miskin dan Santo Paulus, marilah kita memberikan yang terbaik kepada Tuhan dan tetap setia sampai garis akhir.

Doa:

Tuhan, ajarilah kami untuk memiliki hati yang tulus, rendah hati, dan setia kepada-Mu. Mampukan kami untuk memberikan yang terbaik dalam hidup kami dan tetap berpegang pada iman sampai akhir perjalanan hidup kami. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Manuntun Sitinjak

#RenunganHarian
#Ekatolik
#FirmanTuhan
#ImanKatolik
#SetiaHinggaAkhir

KNOWING CHRIST MORE DEEPLY

Katedral Pontianak 6Aug2023

REFLECTION ON GOD'S WORD TODAY: KNOWING CHRIST MORE DEEPLY

Friday, June 5, 2026
(Memorial of Saint Boniface, Bishop and Martyr)

📖 Today's Readings: 2 Timothy 3:10–17 | Psalm 119:157,160,161,165,166,168 | Mark 12:35–37

In today’s Gospel, Jesus asks a question that challenges people to think more deeply: how can the Messiah be merely the son of David when David himself calls Him Lord? Jesus wants to open their eyes to the truth that the Messiah is not simply a great leader or an earthly ruler, but God Himself who came to save humanity.

The first reading presents the example of Saint Paul, who remained faithful despite suffering and persecution. Paul encourages Timothy to hold firmly to the Holy Scriptures, for the Word of God is able to teach, rebuke, correct, and train people in righteousness. Through Scripture, believers are equipped for every good work.

Today, the Lord invites us to know Jesus more deeply. We should not be content with knowing Him merely as a religious figure or someone we admire from a distance. Jesus is the living Lord who desires to be present in every decision, every task, every family relationship, and every step of our journey. The more we come to know Him through prayer and His Word, the more we will live according to His will and bear good fruit.

Prayer:

Lord Jesus, help us to know You, love You, and follow You more faithfully each day. May Your Word be the light that guides our steps and strengthens us to remain faithful in every circumstance. Amen.

May God bless us all ❤️
Manuntun Sitinjak

#DailyReflection
#CatholicFaith
#WordOfGod
#KnowingChrist
#GrowingInFaith

MENGENAL KRISTUS LEBIH DALAM

Katedral Pontianak 6Aug2023

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: MENGENAL KRISTUS LEBIH DALAM

Jumat, 5 Juni 2026
(Peringatan Wajib Santo Bonifasius, Uskup dan Martir)

📖 Bacaan Hari Ini: 2Tim 3:10–17 | Mzm 119:157,160,161,165,166,168 | Mrk 12:35–37

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajukan pertanyaan yang membuat banyak orang berpikir lebih dalam: bagaimana mungkin Mesias hanya dipahami sebagai anak Daud, sementara Daud sendiri menyebut-Nya sebagai Tuhan? Yesus ingin membuka mata mereka bahwa Mesias bukan sekadar tokoh besar atau pemimpin duniawi, tetapi Tuhan sendiri yang datang menyelamatkan umat manusia.

Bacaan pertama menunjukkan teladan Santo Paulus yang tetap setia di tengah berbagai penderitaan dan penganiayaan. Paulus mengingatkan Timotius untuk berpegang teguh pada Kitab Suci, karena Sabda Allah sanggup mengajar, menegur, memperbaiki, dan membimbing orang dalam kebenaran. Dengan demikian, setiap orang yang percaya diperlengkapi untuk melakukan setiap pekerjaan baik.

Hari ini Tuhan mengajak kita untuk mengenal Yesus lebih dalam. Jangan sampai kita hanya mengenal-Nya sebagai tokoh agama atau pribadi yang kita kagumi dari jauh. Yesus adalah Tuhan yang hidup, yang ingin hadir dalam setiap keputusan, pekerjaan, keluarga, dan perjalanan hidup kita. Semakin kita mengenal-Nya melalui doa dan Sabda-Nya, semakin kita mampu hidup sesuai kehendak-Nya dan menghasilkan buah yang baik.

Doa:

Tuhan Yesus, bantulah kami untuk semakin mengenal, mengasihi, dan mengikuti-Mu setiap hari. Semoga Sabda-Mu menjadi terang yang membimbing langkah kami dan menguatkan kami untuk tetap setia dalam segala keadaan. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Manuntun Sitinjak

#RenunganHarian
#Ekatolik
#FirmanTuhan
#ImanKatolik
#MengenalKristusLebihDalam


GOD OF THE LIVING

Katedral Pnk 6Aug2023

REFLECTION ON GOD'S WORD TODAY: GOD OF THE LIVING

Wednesday, June 3, 2026
(Memorial of Saint Charles Lwanga and Companions, Martyrs)

📖 Today's Readings: 2 Timothy 1:1–3, 6–12 | Psalm 123:1–2 | Mark 12:18–27

In today’s Gospel, the Sadducees come to Jesus with a question about the resurrection. They did not believe that the dead would rise again. Jesus responds by declaring that God is the God of Abraham, Isaac, and Jacob; He is not the God of the dead, but of the living. Through this answer, Jesus invites us to look beyond earthly realities and view life from the perspective of eternity.

In the first reading, Saint Paul encourages Timothy: “Fan into flame the gift of God that is within you.” Paul reminds him that God has not given us a spirit of fear, but a spirit of power, love, and self-discipline. Therefore, we are called to remain faithful witnesses of Christ regardless of the challenges we face.

Today, the Lord calls us to live with hope. Difficulties, suffering, and even death are not the end. In Christ, eternal life is promised to those who trust in Him and remain faithful to their calling. Like Saint Charles Lwanga and the Martyrs of Uganda, may we stand firm in faith, confident that we belong to the living God who is always with us.

Prayer:

Lord, rekindle within us the fire of faith and hope. Strengthen us to live as Your faithful witnesses and to trust that You are the God of the living, always present and at work in our lives. Amen.

May God bless us all ❤️
Manuntun Sitinjak

#DailyReflection
#CatholicFaith
#WordOfGod
#ChristianHope
#GodOfTheLiving

ALLAH ORANG HIDUP

Katedral Pnk 6Aug2023

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: ALLAH ORANG HIDUP

Rabu, 3 Juni 2026
(Peringatan Wajib Santo Karolus Lwanga dan Para Martir Uganda)

📖 Bacaan Hari Ini: 2Tim 1:1–3.6–12 | Mzm 123:1–2a.2bcd | Mrk 12:18–27

Dalam Injil hari ini, orang-orang Saduki datang kepada Yesus untuk mempertanyakan kebangkitan. Mereka tidak percaya bahwa orang mati akan bangkit. Namun Yesus menegaskan bahwa Allah adalah Allah Abraham, Ishak, dan Yakub; Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Dengan jawaban ini, Yesus mengajak kita memandang hidup bukan hanya dari sudut pandang duniawi, tetapi dari perspektif kekekalan.

Bacaan pertama berisi nasihat Santo Paulus kepada Timotius: “Kobarkanlah karunia Allah yang ada padamu.” Paulus mengingatkan bahwa Tuhan tidak memberikan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban. Karena itu, kita dipanggil untuk tetap setia menjadi saksi Kristus, apa pun tantangan yang kita hadapi.

Hari ini Tuhan mengajak kita untuk hidup dengan harapan. Kesulitan, penderitaan, bahkan kematian bukanlah akhir dari segalanya. Di dalam Kristus ada kehidupan yang kekal. Ketika kita percaya kepada-Nya dan setia menjalani panggilan hidup kita, kita dapat menghadapi masa depan dengan damai dan penuh keyakinan. Seperti Santo Karolus Lwanga dan para martir Uganda, marilah kita tetap teguh dalam iman karena kita percaya kepada Allah yang hidup.

Doa:

Tuhan, kobarkanlah kembali iman dan harapan dalam hati kami. Mampukan kami untuk hidup sebagai saksi-Mu yang setia dan percaya bahwa Engkau adalah Allah yang hidup, yang selalu menyertai kami. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Manuntun Sitinjak

#RenunganHarian
#Ekatolik
#FirmanTuhan
#ImanKatolik
#AllahOrangHidup

Senin, 01 Juni 2026

A LIFE THAT BEARS FRUIT FOR GOD

Katedral PNK 3Aug2023

TODAY’S GOD’S WORD REFLECTION: A LIFE THAT BEARS FRUIT FOR GOD

Monday, June 1, 2026

📖 Today’s Readings: 2 Peter 1:1–7 | Psalm 91:1–2, 14–16 | Mark 12:1–12

In today’s Gospel, Jesus tells the parable of the tenants in the vineyard who rejected the owner’s servants and ultimately killed his son. This parable reminds us that God has entrusted us with many gifts—our lives, time, talents, families, work, and ministries. These blessings are not meant to be used selfishly but to bear good fruit for God and for others.

The First Reading encourages us to continue growing in faith by adding virtue, knowledge, self-control, perseverance, godliness, mutual affection, and love. Today’s Psalm assures us that those who take refuge in the Lord will never be abandoned. God promises to protect, guide, and save those who remain faithful to Him.

Today, God invites us to examine our hearts. Are our lives producing the fruits of love, faithfulness, humility, and service? May we never take God’s blessings for granted but instead offer back to Him a life that is pleasing in His sight.

Prayer: Lord, teach us to be faithful, humble, and fruitful in Your service. May our lives become a reflection of Your love and goodness to everyone around us. Amen.

May God bless us all ❤️
Manuntun Sitinjak

#DailyReflection
#CatholicFaith
#WordOfGod
#ChristianLiving
#FruitfulLife

HIDUP YANG BERBUAH BAGI TUHAN

Katedral Pnk 3Aug2023

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: HIDUP YANG BERBUAH BAGI TUHAN

Senin, 1 Juni 2026

📖 Bacaan Hari Ini: 2Ptr 1:1–7 | Mzm 91:1–2.14–16 | Mrk 12:1–12

Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang para penggarap kebun anggur yang menolak utusan pemilik kebun, bahkan akhirnya membunuh anaknya. Perumpamaan ini mengingatkan bahwa Tuhan sudah mempercayakan hidup, waktu, talenta, keluarga, pekerjaan, dan pelayanan kepada kita. Semua itu bukan untuk dikuasai secara egois, tetapi untuk menghasilkan buah kebaikan bagi Tuhan.

Bacaan pertama mengajak kita untuk terus bertumbuh dalam iman: menambahkan kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih persaudaraan, dan kasih kepada semua orang. Mazmur hari ini meneguhkan bahwa orang yang berlindung pada Tuhan tidak akan ditinggalkan. Tuhan menyertai, melindungi, dan menyelamatkan orang yang setia kepada-Nya.

Hari ini Tuhan mengajak kita memeriksa hati. Apakah hidup kita sudah menghasilkan buah kasih, kesetiaan, kerendahan hati, dan pelayanan? Jangan sampai kita menerima banyak berkat Tuhan, tetapi lupa mengembalikannya dalam bentuk hidup yang berkenan kepada-Nya.

Doa:

Tuhan, ajarilah kami menjadi pribadi yang setia, rendah hati, dan berbuah bagi-Mu. Semoga hidup kami menjadi tanda kasih dan kebaikan-Mu bagi sesama. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Manuntun Sitinjak

#RenunganHarian
#Ekatolik
#FirmanTuhan
#ImanKatolik
#HidupBerbuah