Tampilkan postingan dengan label Prapaskah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prapaskah. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Maret 2026

Misa di Karanganyar, Kebumen

Gereja St Yoseph Pekerja, Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah 

Misa di Karanganyar, Kebumen

PERCAYA DAN HIDUP, HIDUP DAN PERCAYA

Hari Minggu, 22 Maret, saya dan keluarga ada di Kebumen karena mudik Lebaran.

Pagi ini pukul 06.00 kami sudah berangkat dari Dukuh Kesongging, Candiwulan, menuju Gereja Paroki St. Yoseph Pekerja, karena misa akan dimulai pukul 07.00 pagi.

Sesampainya di depan gerbang gereja, dekat Stasiun KAKA (Kereta Api Karanganyar), Rafael turun dari mobil untuk membuka pintu gerbang, karena memang belum dibuka. Kami masuk, masih sepi. Namun beberapa menit kemudian umat mulai berdatangan dan kami pun bersalaman dengan umat setempat.

Adik-adik kami, Hotlam dan Lambok beserta keluarga, juga ikut ke gereja. Mereka menyusul di belakang kami dengan mobil tersendiri bersama Michael.

Pukul 07.00 tepat misa dimulai dan dipimpin oleh Romo Paroki bersama tiga konselebran. Gereja terisi sekitar dua pertiga, namun umat tampak antusias, terutama koor dan para novis yang sedang belajar di Karanganyar.

Setelah bacaan Injil, homili dibawakan oleh salah satu konselebran, seorang frater asal Manado. Beliau membuka dengan salam dalam bahasa Jawa halus. Pesan renungan berpusat pada Injil Yohanes 11:1–45, dengan tema Minggu ke-5 Prapaskah yaitu sengsara.

Pesan utama yang saya tangkap adalah sabda Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku tidak akan mati selama-lamanya.” (Yoh 11:25–26)

Marta, saudari Lazarus, percaya, dan itulah yang menjadi dasar Yesus membangkitkan Lazarus, walaupun ia sudah empat hari di dalam kubur.

Pertanyaan yang sama seperti yang diajukan Yesus kepada Marta: “Percayakah aku akan hal ini?”

Mari kita memohon anugerah iman dari Tuhan untuk percaya. Sebab dengan percaya kepada Yesus, kita hidup dan memperoleh hidup kekal. Seperti Bapak kita Abraham yang menjadi bapa orang beriman karena ia percaya sepenuhnya kepada Tuhan, marilah kita meneladaninya.

Doa: Yesus Tuhanku, berilah aku anugerah untuk percaya sepenuhnya kepada-Mu, sebab itulah yang membuatku bangkit dan hidup. Yesus, aku percaya kepada-Mu. Engkaulah andalanku. Amin.

Kebumen, 23 Maret 2026

Manuntun Sitinjak

Jumat, 28 Maret 2025

Today's Reflection: True Repentance and Loving God and Neighbor


Today's Reflection: True Repentance and Loving God and Neighbor

In Mark 12:28b-34, Jesus teaches that the greatest commandment is to love God with all our heart, soul, mind, and strength, and to love our neighbor as ourselves. This love is not just a feeling, but a way of life.

Hosea 14:2-10 reminds us that true love for God begins with repentance. When we return to Him with a sincere heart, He promises healing and restoration.

Psalm 81 expresses God's longing for His people to listen and obey. He desires to bless us abundantly, but often we turn away from His voice.

These readings call us to realign our hearts: to love God above all, to turn from sin, and to show love through our actions toward others. When we do, we open ourselves to God's abundant grace and peace.

Prayer:
Lord, teach me to truly repent and love You with all my heart. Help me to reflect that love in the way I treat others each day. May Your love guide my steps. Amen.

God bless,

Manuntun Sitinjak #reflection #repentance #love #gospel

Renungan Hari Ini: Pertobatan Sejati dan Mengasihi Tuhan dan Sesama


Renungan Hari Ini: Pertobatan Sejati dan Mengasihi Tuhan dan Sesama

Yesus menegaskan bahwa hukum yang paling utama adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan, serta mengasihi sesama seperti diri sendiri (Markus 12:28b-34). Inilah dasar utama hidup orang beriman.

Hosea 14:2-10 menunjukkan bahwa kasih sejati kepada Tuhan dimulai dari pertobatan. Ketika kita kembali kepada-Nya dengan tulus, Tuhan menjanjikan pemulihan dan kehidupan yang penuh berkat.

Mazmur 81 mengungkapkan kerinduan Allah agar umat-Nya mendengarkan suara-Nya dan meninggalkan allah-allah lain. Jika kita taat dan setia, Tuhan berjanji memberi gandum terbaik dan madu dari gunung batu.

Pertobatan sejati bukan sekadar penyesalan, tapi keputusan untuk kembali mengasihi Tuhan dan memantulkan kasih itu kepada sesama. Inilah jalan menuju hidup yang diberkati dan damai.

Doa:
Tuhan yang Mahakasih, bantu aku untuk sungguh bertobat dan mengasihi-Mu dengan segenap hatiku. Bimbing aku agar mampu mengasihi sesamaku seperti Engkau mengasihi aku. Amin.

Tuhan memberkati kita semua 🙏 ❤️ 

Manuntun Sitinjak  #renungan #pertobatan #kasih