Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Maret 2010

Membersihkan Hati

Mandi itu membersihkan diri.
Tobat itu membersihkan hati.
Saat menghadap Tuhan bukan hanya bersih diri tetapi yang lebih penting adalah bersih hati sehingga layak di hadapanNya.

Proses pembersihan diri perlu dilakukan terus menerus secara kontinu; rata-rata kita mandi dua kali per hari, yaitu di pagi dan sore hari. Hal ini kita lakukan karena kegiatan sehari-hari membuat tubuh kita menjadi kotor atau berkeringat.

Hal yang sama perlu kita lakukan terhadap hati kita, karena hati membuat kita dapat mengasihi, membedakan yang baik dengan yang tidak. Tuhan berbicara kepada kita melalui suara hati terdalam yang ada pada diri kita. Tetapi tentu saja hati kita perlu selalu diasah dan dibersihkan, karena bila menjadi tumpul, maka hati menjadi tidak berguna lagi.

Misalnya bila seseorang baru pertama kali mencuri, karena terpaksa, pasti ia tidak dapat hidup dengan tenang; ada ketakutan akan dosa di dalam dirinya. Tetapi apa yang terjadi bila ia telah mencuri lebih dari sepuluh kali? Mungkin saat itu ia sudah tidak merasa berdosa lagi. Bahkan suatu saat ia merasa bila tidak mencuri maka ada yang aneh dalam dirinya. Pada saat itu hati orang ini telah menjadi tumpul; untuk itu hati kita perlu diasah dan dibersihkan, yaitu dengan melakukan pertobatan.

Bila kita rata-rata dua kali membersihkan diri, maka kita pun perlu secara rutin bertobat untuk membersihkan hati, karena hal inilah yang membuat kita kembali menjadi layak di hadapanNya.

Posted by:
Manuntun Sitinjak

Sumber: SKDAG (Dr Agus Gunawan)

Kamis, 14 Januari 2010

Bersyukur atas Berkat

Hargailah semua berkat yang kita dapatkan, jangan mengeluhkan yang tidak kita miliki. Buka mata dan pasti kita akan melihat 100 hal yang dapat dan harus membuat kita bersyukur


Dalam hidup ini kita lebih senang untuk melihat masalah yang sedang kita hadapi dibandingkan dengan berkat yang telah kita terima. Manakah yang akan anda pilih : “mengeluh karena tidak memiliki sesuatu” atau “bersyukur atas semua berkat yang telah kita terima”?

Kalimat pertama terjadi karena ada nafsu serakah dalam diri kita yang ingin memiliki segala sesuatu yang belum kita miliki. Akibatnya orang seperti ini tidak pernah puas, ia selalu mengejar yang diinginkannya, bahkan dengan menghalalkan segala cara.

Kalimat kedua lebih menekankan untuk melihat segala sesuatu yang telah kita miliki, dan semua hal tersebut perlu kita syukuri. Dengan demikian hidup kita menjadi tentram dan damai, karena dengan sukacita dan penuh damai sejahtera kita dapat menikmati hidup ini. Hal ini menyebabkan kita menjadi tenang sehingga dapat melihat berbagai peluang yang ada di sekitar kita. Hal ini juga menunjukkan bahwa kita jangan selalu melihat ke atas, kita pun perlu melihat ke bawah, sehingga dapat bersyukur telah menjadi saluran berkat bagi orang lain yang tidak seberuntung kita.

Dengan semakin bersyukur, maka kita semakin dekat dengan Allah, sedangkan bila kita banyak mengeluh, maka pintu hati kita pun terbuka semakin lebar bagi godaan setan.

Sumber: sms kasih dari Dr. Dominikus Agus Gunawan

Selasa, 08 Desember 2009

Orang yang Berjasa Membentuk Kita

Seratus kali setiap hari saya mengingatkan diri sendiri bahwa kehidupan dalam dan luar saya merupakan hasil kerja orang lain, baik yang sudah mati maupun yang masih hidup, dan bahwa saya harus mengerahkan tenaga agar dapat memberikan ukuran yang sama seperti yang telah saya terima (Albert Einstein)


Diri kita saat ini, baik secara fisik maupun kepribadian, sikap dan karakteristik yang kita miliki, merupakan hasil pembentukan dari banyak orang sejak kita baru lahir. Ingatlah waktu kita masih bayi, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Kita sangat tergantung pada bantuan kedua orang tua kita atau perawat/pembantu yang turut merawat kita. Tanpa mereka, tidak mungkin kita hidup sampai sekarang. Bersyukurlah pada kedua orang tua, pembantu, perawat yang telah mengasuh dan melayani kita.

Kemudian pendidikan yang diberikan oleh para guru kita sejak SD sampai Perguruan Tinggi; merekalah yang telah membekali kita sehingga kita memiliki ilmu pengetahuan, ketrampilan, dan sikap seperti saat ini. Bersyukurlah kepada para guru yang telah mendidik kita.

Ingat juga orang-orang lain yang telah memberi bimbingan, pengajaran, pendidikan, dan pelatihan pada kita sejak kecil sampai saat ini. Ingat juga sahabat-sahabat anda ... dan bersyukurlah kepada mereka yang telah membentuk kita.

Apa yang dapat saya lakukan sekarang? Berterimakasih dan bersyukurlah pada semua orang yang telah menjadikan kita seperti saat ini. Dan sekarang tugas kitalah untuk membentuk orang lain, seperti kita dahulu sudah dibentuk. Lihatlah ke sekeliling kita dan marilah kita ulurkan tangan, sumbangkan tenaga dan pikiran untuk orang-orang lain yang sangat membutuhkan. Buatlah diri kita menjadi berharga !


Catatan : sumber: Inspirasi D Agus Gunawan

Minggu, 06 Desember 2009

Sahabat

DoJangan berjalan di depanku, karena saya tidak dapat mengikuti.
Jangan berjalan di belakangku, karena saya tidak dapat memimpin.
Berjalanlah di sampingku dan jadi sahabatku.


Setiap orang membutuhkan sahabat sejati yang dapat menjadi tempat curhat dan berbagi kegembiraan maupun kesedihan. Karena itu marilah kita bersama-sama belajar untuk menjadi seorang sahabat sejati.

Pada prinsipnya seorang sahabat sejati harus merasa sehati, mau berkorban, dan juga merasakan kesulitan atau masalah yang sedang dihadapi kawannya. Seorang sahabat perlu menjaga kesetaraan, dia tidak boleh merasa lebih hebat dan juga tidak merasa lebih kurang dibandingkan dengan kawannya. Memang bila dibutuhkan sahabat sejati dapat menjadi pendorong dari belakang atau pemimpin dari depan, tetapi pada saat-saat lain sahabat selalu berjalan bersama dan berada di samping kawannya.

Bila kita terus berada di depan, maka dia merasa tertekan karena sering ketinggalan, sedangkan bila kita terus berada di belakang, maka dia pun merasa tidak enak untuk memimpin kita terus. Perlu kebersamaan dan kesetaraan untuk menjadi seorang sahabat sejati yang selalu bersedia mendampingin kawannya.

Bahkan ada prinsip yang lebih ekstrim dari seorang sahabat, yang dapat dirumuskan sebagai berikut ”Jika sahabatku melompat ke jurang, aku tidak akan mngikutinya, tetapi aku siap di dasar jurang untuk menangkapnya !”. Sahabat sejati selalu siap menolong kawannya yang sedang menghadapi kesulitan.

Sumber: Inspirasi D Agus Gunawan

Jumat, 20 November 2009

Bersyukur Untuk HATI

Kita lahir dengan satu hati jauh dalam tulang iga, artinya penghargaan dan pemberian cinta kasih diharapkan berasal dari hati yg terdalam.
Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah dariNya.


Sebenarnya kita tidak tahu letak hati atau budi yang merupakan suara Allah di dalam diri kita, seringkali waktu menunjuk hati kita menunjuk ke rongga dada kita. Secara fisik letak organ hati bukan disitu, mungkin jantung lebih dekat di daerah situ. Memang hati atau budi itu bukanlah organ hati yang ada dalam tubuh kita, yang memiliki fungsi tertentu.

Tetapi dimanapun letak hati itu, bukan lah masalah yang terlalu penting; yang penting hati ada di dalam diri kita dan ia adalah sumber cinta kasih, karena hati adalah tempat Tuhan bekerja untuk mengingatkan kita. Kita sering mengatakannya sebagai ‘suara hati’, yaitu suara Tuhan sendiri yang merupakan sumber kebaikan.

Hati adalah salah satu anugrah Tuhan, selain otak atau pikiran, kepada manusia sebagai ciptaannya yang terbaik. Dengan hati kita dapat mencintai, menentukan mana yang benar atau salah. Marilah kita gunakan hati dengan lebih baik lagi; lakukanlah segala sesuatu dengan hati, maka kita melakukannya dengan cinta kasih yang murni, tanpa mengharapkan balasan apa pun. Dan percayalah bila kita memberi, maka pasti kita pun akan menerima kembali cinta kasih dan sukacita yang lebih indah lagi dari Tuhan.


oleh
Dominikus Agus Gunawan

IMAN, HARAPAN & KASIH

IMAN membuat semuanya mungkin ...
HARAPAN membuat semuanya bercahaya ...
KASIH membuat semuanya mudah ...
ALLAH adalah kasih.


Allah adalah pemilik dan penguasa dari seluruh alam semesta ini. Dia menciptakan semua ini karena kasihNya kepada manusia, ciptaanNya yang terbaik. Jadi dengan sendirinya Allah adalah sumber kasih; Allah adalah kasih itu sendiri.

Dengan memiliki iman, maka tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi, karena kita telah yakin bagi Allah tidak ada yang mustahil. Tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi dengan menggunakan logika manusia yang terbatas ini.

Bila tidak ada harapan, maka orang akan mengalami putus asa dan ia tidak akan berusaha lagi. Tetapi dengan adanya harapan, sekecil apa pun itu, ia akan terus bersemangat untuk melakukannya. Contoh : pasien yang sudah divonnis dokter bahwa ia tidak memiliki harapan untuk hidup lagi, maka hidupnya kini ditentukan apakah ia masih memiliki harapan atau tidak. Bila ia putus asa, maka yang terjadi tidak lama kemudian ia akan meninggal. Tetapi bila ia merasa hidupnya harus berarti, maka sisa hidup tersebut akan digunakannya untuk melakukan yang terbaik. Ia menikmati hidup dan berusaha untuk membahagiakan orang lain, dan ternyata hidupnya menjadi lebih panjang daripada perkiraan dokter.

Pekerjaan yang sulit menjadi mudah, bila kita mencintai / mengasihi pekerjaan tersebut. Lakukanlah semua hal dengan kasih, maka kita akan menikmatinya sehingga menjadi mudah.

oleh:
Dominikus Agus Gunawan