Tampilkan postingan dengan label Pekan-Suci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pekan-Suci. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2026

KASIH YANG MERENDAHKAN DIRI DAN MELAYANI DI KAMIS PUTIHI


RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: KASIH YANG MERENDAHKAN DIRI dan MELAYANI

Kamis Putih, 2 April 2026

Bacaan:
Kel 12:1–8, 11–14
Mzm 116:12–13, 15–18
1Kor 11:23–26
Yoh 13:1–15

Bacaan hari ini mengajak kita masuk dalam misteri kasih yang nyata. Dalam Injil, Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya—sebuah tindakan yang tampak sederhana, tetapi penuh makna. Ia yang adalah Tuhan justru mengambil posisi sebagai pelayan. Ini bukan sekadar simbol, tetapi teladan hidup: kasih yang sejati selalu merendahkan diri dan memberi diri sepenuhnya.

Bacaan pertama tentang Paskah dan bacaan kedua tentang Perjamuan Tuhan menegaskan satu hal: kasih Allah selalu dinyatakan dalam pengorbanan. Yesus tidak hanya mengajarkan kasih, tetapi menyerahkan diri-Nya. Maka, ketika Ia berkata “kamu juga harus saling membasuh kaki,” Ia mengundang kita untuk hidup dalam kasih yang aktif—menguatkan, melayani, dan membangun sesama setiap hari.

Tuhan, mampukan kami memiliki kerendahan hati seperti Engkau. Mampukan kami untuk melayani dengan tulus, mengasihi tanpa syarat, dan menjadi berkat bagi sesama.

Tuhan memberkati kita semua ❤️, Manuntun Sitinjak

Selasa, 31 Maret 2026

MINGGU PALMA — AWAL PEKAN SUCI




MINGGU PALMA — AWAL PEKAN SUC
I

Sangat bersyukur kami dapat merayakan Minggu Palma di Gereja Paroki St. Vincentius, Gunung Putri, yang kini hampir selesai direnovasi. Kami mengambil tempat di lantai dua gereja, menyatu dengan umat yang hadir dengan penuh sukacita, membawa daun palma sebagai tanda penghormatan kepada Yesus Sang Raja Damai.

Misa dipimpin oleh Romo Eko, dan suasana begitu hidup. Saat pemberkatan palma, ada momen yang sangat berkesan: percikan air berkat mengenai wajah saya dan istri saya dengan begitu deras. Istri saya, Maria, berkata dengan penuh iman, “Ini tanda berkat yang berlimpah.” Kami pun menerimanya sebagai pengingat bahwa Tuhan selalu hadir dan mencurahkan rahmat-Nya, bahkan dalam hal-hal sederhana.

Dalam khotbahnya, Romo mengajak kita merenungkan sikap hati manusia yang sering berubah-ubah. Kita bisa seperti orang banyak di Yerusalem: hari ini berseru “Hosana!” sambil melambaikan daun palma, tetapi beberapa hari kemudian berteriak “Salibkan Dia!” (bdk. ).

Dalam kisah sengsara menurut Injil Matius (26:14–27:66), kita melihat bagaimana:

  • mengkhianati Yesus demi uang,
  • menyangkal-Nya karena takut,
  • orang banyak yang sebelumnya memuji, berubah menuntut penyaliban,
  • bahkan memilih “aman” daripada membela kebenaran.

Semua ini menggambarkan betapa mudahnya manusia terombang-ambing oleh tekanan, kepentingan, dan opini banyak orang. Kita sering gagal mengenali kebenaran sejati, bahkan ketika kebenaran itu ada di depan mata.

Minggu Palma mengajak kita bukan hanya untuk bersukacita, tetapi juga untuk masuk dalam permenungan yang lebih dalam:
Apakah iman kita tetap teguh ketika menghadapi tantangan?
Apakah kita setia kepada Yesus, atau justru ikut arus dunia?

Mari kita memasuki Pekan Suci ini dengan hati yang lebih peka, iman yang lebih kokoh, dan komitmen untuk tetap setia mengikuti Kristus, bukan hanya saat mudah, tetapi juga saat sulit.

Tuhan memberkati kita semua ❤️
Manuntun Sitinjak