Minggu, 13 Oktober 2013

DOA BERSAMA MALAIKAT PELINDUNG

Malaikat pelindung yang kudus, engkaulah pengawal dan pemimpin kami.
Dalam pemeliharaan-Nya yang penuh kasih kepada kami, Allah telah mengutus engkau untuk melayani kami yang akan menjadi ahli waris kerajaan surga.
Kami mohon kepadamu: dampingilah kami dalam segala pekerjaan kami; lindungilah kami dalam mara-bahaya; beranikanlah kami dalam perjuangan; dan pimpinlah kami menuju kemenangan jaya.
Bersama engkau dan semua malaikat kami hendak meluhurkan Allah, karena untuk itulah kami dan dikau diciptakan olehNya. Terpujilah Allah kini dan sepanjang segala masa. Amin

Mengucap Syukur adalah Pengganda yang Dahsyat

Saudaraku umat Katolik di seluruh dunia, selamat hari Minggu, Damai Sejahtera dari Tuhan kita Yesus Kristus senantiasa menyertaimu.

Kembali hari ini kita diingatkan untuk mengucap syukur dalam segala hal yang kita alami. Sebab sesungguhnya itulah yang dikehendaki Tuhan dan yang akan menjadi jaminan bahwa berkat yang kita terima tetap mengalir seperti sungai yang tidak pernah kering. Bersyukurlah atas segala kebaikan Tuhan yang telah kita alami di masal lalu, yang kita terima saat ini dan yang masih akan kita terima di waktu yang akan datang.
Santo Paulus mengingatkan kita agar senantiasa mengucap syukur. “Mengucap syukurlah dalam segala hal, m  sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1 Tes 5 :18). Dalam bacaan injil hari ini (Luk 17:11-19), Tuhan Yesus menyembuhkan 10 orang kusta dengan kuasanya, dan hanya satu orang yang kembali untuk berterima kasih, mengucap syukur dan memuliakan Allah. Tuhan Yesus mempertanyakan kemana yang Sembilan orang lagi?
Kitapun seringkali seperti Sembilan orang yang telah disembuhlan itu. Di saat kita mengalami kesulitan dan kesusahan kita begitu bersungguh-sungguh memohon pertolongan dari Tuhan. Tetapi setelah pertolongan kita terima, dan kita berada dalam keadaan tidak kurang sesuatu apapun, kita lupa berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan.
Romo Yatno dalam khotbahnya di gereja Stasi St Vincentius hari ini mengajak umat untuk senantiasa bersyukur melalui tiga hal yakni : 1 dengan mengucapkan terima kasih dengan kata-kata yang penuh kasih dan rasa syukur 2 dengan merenungkan berkat itu dalam hati dan berdoa dengan penuh sikap hati yang bersyukur dan 3 dengan melakukan perbuatan untuk mengimplementasikan rasa syukur kita melalui karya nyata.
Marilah kita menumbuhkan dan mengembangkan aliran berkat Tuhan dalam kehidupan kita dengan senantiasa memelihara sikap syukur melalui ucapan, doa dan karya nyata. Amin.

Kutipan Alkitab:
·         Mengucap syukurlah dalam segala hal, m  sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (1 Tes 5 :18)
·         Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau (Luk 17:19)
·         Kiranya TUHAN memberi pertambahan d  kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu (Mzm 115:14) Diberkatilah kamu oleh TUHAN, yang menjadikan langit e  dan bumi (Mzm 115:15). Amin

Senin, 07 Oktober 2013

7 Oktober : Pesta Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Ratu Rosario

Hari ini Senin, 7 Oktober 2013 adalah Pesta Perawan Maria Ratu Rosario, peringatan yang ke 442 atas kemanangan pasukan Katolik di Eropa menghadapi pasukan Turki.
Tanggal 7 Oktober  1571, terjadi pertempuran yang sangat dahsyat di laut dekat pantai Yunani, tempat itu bernapa Lepanto. Pasukan Katolik menghadapi pasukan Turki yang jumlahnya tiga kali lipat. Sebelumnya, pasukan turki telah menyerang hampir semua pelabuhan Katolik di Eropa. Armada Turki saat itu sangat terkenal dan karena sangat kuatnya di bawah pimpinan Halifasya.
Paus Pius V yang saat itu mendukuki Tahta di Roma, menyadari bahwa pasukan Katolik Eropa, secara peta kekuatan tidak ada artinya disbanding pasukan Turki yang jumlahnya tiga kali lipat.
Maka Bapa Paus, menugaskan Don Yuan dari Austria untuk menjadi komandan armada gabungan Eropa yang akan menghadapi armada Turki yang jauh lebih besar. Don Yuan adalkah seorang prajurit yang memiliki devosi Rosario Suci yang sangat sungguh-sungguh. Sebelum berangkat, setiap prajurit diberi sebua Rosario di tangan kanan dan senjata di tangan kiri.
Bapa Paus pada saat yang sama meminta kepada seluruh penduduk Eropa untuk berdoa Rosario tidk henti-henti. Seluruh penduduk Eropa berdoa Rosario selama 24 jam terus-menerus demi kemenangan pasukan gabungan Katolik Eropa.
Pada 7 Oktober 1571, pukul 11.30 kedua armada mulai bertempur dengan sangat dahsyat, hingga baru berakhir pukul 5.30 sore, keesokan harinya. Mukzizat benar-benar terjadi, sehingga di saat pertempuran sedang berlangsung begitu sengitnya, angin tiba-tiba berubah, sehingga menguntungkan pihak armada Katolik. Armada Turki berhasil dikalahkan, Halifasya sendiri gugur.
Karena kemenangan Rosario ini maka 7 Oktober ditetapkan sebagai Hari Raya Rosario.
Di dunia modern sekarang ini, sesungguhnya umat Katolik seluruh dunia, sedang menghadapi musuh yang sangat besar dan kuat yaitu armada dosa dan segala antek-anteknya. Berbagai godaan dan terpaan muncul seiring dengan perkembangan teknologi dan modernisasi.
Manusia menjadi terlalu beresiko untuk jatuh ke dalam dosa dan setan begitu mudahnya memanfaatkan gemerlap dunia untuk mempengaruhi manusia dan jatuh kedalam dosa melalui perjudian, pergaulan dan tontonan yang tidak sehat, permusuhan dan kebencian, dan berbagai daya tipu dan muslihatnya.
Pada 7 Oktober hari ini dan seterusnya, marilah kita umat Katolik sedunia meningkatkan devosi kita kepada Bunda Maria melalui Rosario suci, agar setan dapat ditakhlukkan dan iman kepada Kristus memperoleh kemenagnan sejati. Bunda Maria telah menyampaikan pesan saat penampakannya di Fatimah, agar umat Katolik berdoa Rosario setiap hari, dan semakin sering berdoa, bahwa pada akhirnya hatinya yang tidak bernoda akan memperoleh kemenangan.

Dikutib dari berbagai sumber

Rabu, 02 Oktober 2013

Ulang Tahun Stasi St Vincentius Gn Putri


Tanpa terasa, Minggu 29 September, Stasi Santo Vincentius telah genap berusia satu tahun. Ini juga berarti bahwa Santo Louis naik status menjadi wilayah juga sudah satu tahun.
Pada kesempatan ini dilakukan pesta umat, dimana setelah misa bersama Romo Yatno, umat bernyanyi dan makan-makan yang disiapkan sendiri oleh umat secara suka rela, meneladani umat purba di Yerusalem.
Ulang tahun ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Romo Yatno dan diberikan kepada ketua Stasi Bapak Roni Simanjuntak, sebagai lambang sukacita dan penghargaan atas jerih payah pengurus dan seluruh team, dan umat semuanya.
Pak Roni menegaskan dalam sambutannya bahwa ini semua terjadi bukan karena kekuatan pengurus atau umat, tetapi karena bimbingan Tuhan dan kuasa Roh Kudus. Sementara itu, Romo Yatno menghimbau seluruh umat dan pengurus untuk bekerja keras, menyentuh semua komunitas umat hingga paling bawah, dan harus mempersiapkan diri untuk langkah-langkah berikutnya yang lebih besar.

Semoga Stasi Santo Vincentius dapat segera membangun fisik gereja yang memadai dan tentunya membangun umat yang beriman mendalam dan menyatu dalam komunitas, dan mudah-mudahan suatu saat nanti siap melangkah menjadi Paroki. Amin

Administrator



BULAN MARIA, BULAN PENUH RAHMAT



Salam sejahtera umat Katolik seluruh dunia, dimanapun anda berada.
Kita baru saja memasuki bulan Maria, dan tanpa terasa sudah memasuki hari yang kedua. Bagi kita umat Katolik, tentu inilah saat yang kita tunggu-tunggu. Setiap lingkungan pasti sudah siap dengan jadwal doa rosarionya.
Tentu, kita semua berharap bahwa hal ini bukan semata merupakan rutinitas, tetapi setiap tahun kita menginnginkan pertumbuhan iman yang lebih mendalam. Dan lebih jauh lagi, setiap umat penting untuk menyadari bahwa bulan Maria kali ini adalah bulan yang penuh rahmat. Kita percaya Bunda Maria tidak pernah gagal menyampaikan doa-doa dan permohonan kita kepada Yesus Puteranya.
Inilah kekhususan iman katholik, dimana kita mempunyai bunda yang selalu merangkul dan mengumpulkan kita anak-anaknya. Mari kita lihat bahwa para Bapa Gereja, selalu menempatkan Bunda kita di tempat yang teristimewa dalam hati dan tindakan. Bahkan Bapak Yohanes Paulus II mempunyai motto terserah padamu Maria (Totus tuus sum Maria).
Marilah di bulan Maria ini kita mempersiapkan hati, jiwa dan roh kita untuk menerima rahmat Tuhan melalui Bunda Maria, dan bersiaplah untuk mengalami mujizat-mujizatnya sebagaimana terjadi pada Perkawinan di Kana, karena dorongn Bunda kita. Siapkan rosario anda untuk mendaraskan doa rosario, minimal satu peristiwa setiap hari, dan jika memungkinkan 4 peristiwa :)
Bersiap juga untuk melakukan perjalanan jiarah ke gua Maria terdekat atau bahkan terjauh, mungkin di Lourdes atau di Guadalupe Mexico, yang mungkin telah anda rencanakan.

Selamat menyambut rahmat berlimpah di Bulan Maria kali ini. Tuhan memberkati. Amin

Administrator

Senin, 30 September 2013

Prasyarat Doa Menurut Santa Theresa dari Avila

Siapakah Santa Theresa dari Avila?
Santa Theresa Avila adalah wanita Katolik pertama yang diberi gejar Doktor dan Pujangga Gereja. Buku-buku dan tulisannya memberikan kontribusi yang sangat besar dan bermakna bagi kemajuan iman Katolik. Santa Theresa bersama Santo Ignatius dari Loyola, melalui tindakan dan doa-doanya telah berhasil membendung arus protestanisme di abad ke 16 dengan menampilkan ajaran penghayatan iman akan Kristus yang ssangat mendalam. Setelah membaca tulissannya, banyak tokoh-tokoh protestan saat itu yang berbalik menjadi Katholik dan bahkan bersedia menjadi martir.

Dalam tulisan Santa Theresa mengenai doa, yang didapatkan berdasarkan pengalaman pribadinya yang membutuhkan pencarian dan perjuangan selama 18 tahun, menyatakan bahwa doa membutuhkan tiga prasyarat, yaitu:

1. Cinta Kasih: cinta dan perdamaian dengan sesama dan saudara adalah prasyarat yang pertama. Perdamaian dengan sesama ini sesunggungnya sudah diajarkan Yesus dalam sabdaNya: "jika hendak berdoa, dan ada sesuatu dalam hatimu tentang saudaramu, ampunilah terlebih dahulu, setelah itu barulah engkau berdoa" (Mrk 11,25).

2. Kelepasan: mampu melepaskan diri dari harta milik duniawi atau ciptaan apapun, termasuk keluarga dan diri sendiri. Penyerahan total kepada kehendak Tuhan harus mengatasi segalanya.

3. Kerendahan hati: mengutamakan Tuhan dan menganggap diri ini tidak berarti sama sekali. Membuang segala ego dan kepentingan di hadapan Tuhan dan berserah sepenuh hati kepadaNya.

Dengan ketiga prasyarat ini, maka seseorang siap memasuki hadirat Tuhan. Tidak semata berbicara tentang kepentingan dan kebutuhan diri sendiri tetapi bersyukur atas segala berkat yang telah diterima dari Tuhan dan akan lebih banyak berkat lagi. Hening, dan merasakan kehadiran Tuhan, walau tanpa kata-kata akan memberikan pengalaman doa yang sangat luar biasa jika seseorang mau membuka diri dan menyambut kehadiran Tuhan dalam hatinya.

Semoga doa kita berkenan padaNya dan menjadikan setiap orang dari kita menjadi lebih akrab dan bersatu dengannya setiap hari sepanjang hidup kita. Amin

Bagi kemuliaan Tuhan,
Stefanus Manuntun Sitinjak

Lingkungan Santolouis Naik Peringkat, Berita Gembira

Sahabatku pengunjung Blog Santolouis yang setia,

Maaf sudah begitu lama blog ini tidak tersentuh, dikarenakan kesibukan yang amat sangat selama ini. Namun Tuhan berkehendak, bahwa blog ini harus tetap dipelihara, dan di update.

Dua tahun lalu, sekitar di akhir 2011, Lingkungan Santo Louis telah naik peringkatnya menjadi Wilyah yang membawahi tiga lingkungan di sekitar kompleks Griya Bukit Jaya. Kompleks di mana saya berada saat ini menjadi Lingkungan Monika.

Puji Tuhan, perubahan ini sejalan dengan pertumbuhan umat, dan untuk lebih terbangkitkannya semangat menggereja setiap umat, karena umat akan lebih tersentuh oleh para pengurus lingkungan.

Sejalan dengan itu maka judul blog berubah menjasi Santo Louis saja, dan blog juga bisa diakses dengan alamat santolouis.co.nr

Demikian kami informasikan, dan mohon doa dari semua pengunjung, agar karya Kristus di dunia, khususnya wilayah Santo Louis, Paroki Keluarga Kudus Cibinong semakin berkembang. Amin

Damai Sejahter selalu,
Stefanus Manuntun Sitinjak