Sabtu, 24 Oktober 2009

15 DOA BAPA KAMI - SANTA BRIGITA


St. Brigita dari Swedia menerima Tuhan di Gereja St. Paulus Roma . Karena telah lama ingin mengetahui berapa banyak pukulan yan ditanggung oleh Tuhan kita selama sengsaraNya, maka pada suatu hari Dia menampakkan diri padanya dan berkata, “Aku menerima pukulan 5480 pukulan pada tubuhKu. Bila kamu ingin menghormati semua pukulan tersebut dengan cara lain, doakanlah 15 ‘Salam Maria’ dan 15 ‘Bapa Kami’ beserta doa-doa berikut ini, yang Kuajarkan padamu, selama setahun penuh. Bila tahun itu berakhir, kamu telah menghormati setiap lukaKu.”
Orangtua yang membacakan doa ini kepada bayi-bayi kecil selama sekurang-kurangnya setahun, akan menjamin bahwa kehidupan mereka akan dilindungi dari kecelakaan fatal yang dapat mengakibatkan kehilangan salah satu dari pancainderanya.
Paus Pius IX telah merestui doa-doa ini pada 31 Mei 1862 dan mengakui bahwa doa-doa ini benar dan baik bagi jiwa-jiwa.
Banyak ditanyakan, apakah seseorang apakah seseorang harus mendaraskan doa-doa ini setiap hari, tanpa terputus untuk mendapatkan hak istimewanya.
Jawabannya adalah, bahwa seseorang dapat melewatkan beberapa hari, namun dengan alasan yang sungguh tepat, maka dia tidak akan kehilangan hak istiemwanya bila ia tetap mendaraskan 5480 doa-doa dengan penuh bakti dan memusatkan pikirannya pada setiap perkataan doa yang diucapkannya sepanjang tahun.
Doa-doa ini dapat dipakai sebagai ganti Doa Jalah Salib.

Berikut janji-janji bagi yang setia mendoakannya selama setahun :
1. Aku akan membebaskan 15 jiwa dari garis keturunannya dari api penyucian
2. Limabelas jiwa-jiwa dalam garis keturunannya akan diteguhkan dan dipelihara dalam rahmat
3. Limabelas pendosa dalam garis keturunannya akan ditobatkan
4. Siapa saja yang mendaraskan doa-doa ini akan mencapai kesempurnaan yang utama
5. Limabelas hari sebelum kematiannya, Aku akan memberinya Tubuh dan DarahKu yang berharga untuk meluputkannya dari kelaparan dan kehausan abadi
6. Limabelas hari sebelum kematiannya dia akan sangat menyesali dosa-dosanya, dan akan mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai dosa-dosa tersebut.
7. Aku akan menempatkan tanda salib kemenanganKu di hadapannya untuk menolongnya melawan serangan musuh
8. Sebelum kematiannya Aku akan datang bersama bersama BundaKu yang terkasih
9. Aku akan menerima jiwanya dengan sangat ramah dan membimbingnya menuju sukacita abadi
10. Dan setelah membimbingnya ke sana, Aku akan memberinya minuman istimewa dari air mancur ke-AllahanKu, yang tidak akan kuberikan bagi mereka yang tidak mendaraskan doa-doaKu.
11. Ketahuilah, barangsiapa telah hidup dalam dosa selama 30 tahun, tetapi mengucapkan doa-doa ini dengan sungguh-sungguh, maka Aku akan mengampuni dosanya.
12. Aku akan melindungimu dalam pencobaan-pencobaan besar.
13. Aku akan memelihara dan melindungi kelima panca inderamu.
14. Aku akan melindungimu dari kematian tiba-tiba.
15. Jiwamu akan dibebaskan dari kematian abadi.
16. Kamu akan mendapatkan segala sesuatu yang kamu minta dari Allah Bapa & Bunda Maria.
17. Jika selama hidupmu kamu telah berbuat sekehendak hati dan bila esok harinya kamu harus mati, maka hidupmu akan diperpanjang.
18. Setiap kali mengucapkan doa-doa ini, kamu akan mendapatkan indulgensi 100 hari.
19. Kamu dijamin akan menyertai paduan suara malaikat yang agung.
20. Siapa saja yang mengajarkan doa-doa ini kepada orang lain, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan dan jasa tidak henti-hentinya dan akan berlaku untuk selama-lamanya.
21. Dimana doa-doa ini diucapkan atau akan diucapkan di masa yang akan datang, maka Allah Bapa akan hadir dengan rahmat-Nya.
Orang tua yang membacakan doa-doa ini didepan anak-anak kecil, sekurang-kurangnya selama setahun maka anak-anak itu akan dipelihara selama hidupnya dari kecelakaan-kecelakaan besar yang dapat mengakibatkan KEHILANGAN salah satu panca indera mereka.


DOA PERTAMA

Bapa Kami……. Salam Maria……..

Ya Yesus, kebahagiaan abadi, kesukaan dan kesenangan bagi orang yang mencintai-Mu, penyelamat & pengharapan semua pendosa, yang telah membuktikan bahwa bagi-Mu, kesenangan terbesar adalah berada di tengah-tengah manusia bahkan menjadi manusia sepenuhnya karena cintamu pada manusia.
Ingatlah kesengsaraan yang telah Engkau derita, mulai dari kelahiran-Mu terutama selama masa sengsara-Mu seperti yang telah ditetapkan dan diramalkan dalam rencana ilahi.
Ingatlah Tuhan, ketika pada perjamuan terakhir dengan rasul-rasul-Mu, Engkau telah membasuh kaki mereka, Engkau telah memberi Tubuh & Darah-Mu yang tidak ternilai harganya dan pada saat yang sama Engkau telah meramalkan sengsara-Mu yang akan datang dan menghibur mereka yang akan Kau tinggalkan.
Ingatlah duka dan kepahitan yang telah diderita jiwa-Mu dengan mengatakan, “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya.”
Ingatlah semua ketakutan, kepiluan dan kesakitan yang Engkau alami sebelum disiksa disalib, ketika telah berdoa tiga kali bermandikan peluh darah. Engkau dikhianati Yudas, murid-Mu, Engkau ditawan oleh orang-orang dari bangsa yang telah Engkau pilih dan angkat; dituduh saksi-saksi palsu dan diadili secara semana-mena oleh tiga hakim di saat tumbuh kembangnya masa mudaMu dan selama perayaan masa paskah yang khidmat.
Ingatlah juga bahwa pakaian-Mu telah dilucuti, diganti dengan pakaian penghinaan. Muka & mata-Mu kabur, Engkau ditampar, dimahkotai duri, tongkat ditaruh pada tangan-Mu. Egkau dihancurkan oleh pukulan-pukulan dan ditenggelamkan dalam penghinaaan yang sangat menyakitkan.
Demi semua sengsara & derita yang telah Engkau alami sebelum masa sengsara-Mu disalib, berilah aku tobat sejati, penyesalan sungguh-sungguh dan sempurna sebelum kematianku dan pengampunan dari semua dosa-dosaku. Amin.

DOA KEDUA

Bapa Kami……. Salam Maria…..

Ya Yesus, kemerdekaan sejati para malaikat, kebahagiaan surgawi, ingatlah akan kengerian dan kedukaan yang Engkau derita, ketika musuh-musuh-Mu bagaikan singa lapar mengelilingi-Mu dengan seribu satu macam penghinaan, meludahi, memukuli, melukai dan dengan kesadisan-kesadisan yang tak terbayangkan menyengsarakan-Mu dengan sesuka hati mereka.
Demi kepahitan dan penghinaan kata-kata ini, aku mohon pada-Mu penyelamatku, lindungilah aku dari semua musuh-musuhku yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan dan bawalah aku dibawah perlindungan-Mu, pada keselamatan kekal yang sempurna. Amin.

DOA KETIGA

Bapa Kami……. Salam Maria…..

Ya Yesus, pencipta surga dan bumi yang tidak dapat dibendung maupun dibatasi, Engkau yang memegang dan melindungi dengan kuasa cinta-Mu.
Ingatlah akan kesakitan hebat yang Engkau derita ketika orang-orang Yahudi memaku tangan dan kaki-Mu dengan paku yang besar dan pukulan yang bertubi-tubi. Menganggap derita-Mu kurang besar untuk memuaskan kemarahan mereka, mereka terus memperbesar luka-luka-Mu dengan menambah kesakitan demi kesakitan yang tak terperikan, merentangkan badanMu disalib, menarik-Mu dari segala arah, hingga anggota tubuh-Mu bagaikan terlepas.
Aku mohon pada-Mu Yesus, mengingat cinta sengsara-Mu di kayu salib ini demi kami, berilah aku rahmat untuk takut kepada-Mu dan mencintai-Mu. Amin.


DOA KEEMPAT

Bapa Kami……. Salam Maria…..

Ya Yesus, tabib surgawi, diangkat tinggi, disalib untuk menyembuhkan luka-luka kami dengan luka-luka-Mu.
Ingatlah akan luka-luka yang Kau derita dan tubuh-Mu yang direnggangkan sedemikian rupa sehingga tak ada derita yang melebihi derita-Mu. Dari kepala sampai kaki-Mu tak ada bagian yang tersisa, meskipun demikian dengan melupakan segala derita-Mu, Engkau tidak henti-hentinya berdoa pada Bapa-Mu di Surga dengan berkata, “ Bapa, Ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan”.
Demi pengampunan besar dan mengingat sengsara-Mu yang pahit, berilah kami tobat sempurna dan pengampunan atas dosa-dosa kami

DOA KELIMA

Bapa Kami……. Salam Maria…..

Ya Yesus, cermin kemegahan abadi, ingatlah duka yang Kau alami ketika merenungkan dengan cahaya ilahi-Mu nasib orang-orang yang akan terselamatkan karena sengsara-Mu yang suci. Pada saat itu Engkau melihat banyak orang berdosa yang akan celaka karena dosa-dosa mereka, dan dengan pahit Engkau mengeluh bagi mereka yang tiada harapan dan celaka itu.
Demi lembah kerahiman ini dan demi belas kasihan yang Kau perlihatkan pada penjahat yang bertobat itu dengan berkata, “ Hari ini juga engkau akan ada bersama-Ku di dalam surga”.
Aku mohon pada-Mu Yesus, agar Engkau mengampuniku disaat kematianku. Amin.



DOA KEENAM

Bapa Kami……. Salam Maria…..

Ya Yesus, Raja tercinta yang paling kurindukan, ingatlah akan derita-Mu ketika ditelanjangi dan diperlakukan sebagai penjahat, diikat dan dinaikkkan ke atas salib, ketika semua kenalan dan sahabat meninggalkan-Mu, Bunda terkasih-Mu tetap dekat pada-Mu selama masa sengsara-Mu dan telah Engkau percayakan pada murid-Mu yang setia, ketika Engkau berkata, “ Ibu, inilah anakmu” dan kepada Santo Yohanes, “ Anak, inilah Ibumu”.
Aku mohon pada-Mu, ya penyelamatku, demi pedang penderitaan yang menembus hati bunda kudus-Mu, kasihanilah aku dalam penderitaan dan kesulitanku, baik jasmani maupun rohani, dan dampingilah aku dalam segala percobaan terutama di saat kematianku. Amin.




DOA KETUJUH

Bapa Kami……. Salam Maria…..

Ya Yesus, Air Mancur Kerahiman Kekal, yang dengan cinta yang dalam berkata dari atas kayu salib, “ Aku haus”, telah menderita dahaga untuk menyelamatkan umat manusia.
Aku mohon pada-Mu, Penyelamatku, agar menghidupkan dalam hatiku api kerinduan untuk berbuat sempurna dalam segala tindakanku dan untuk memadamkan hawa nafsu akan kesenangan jasmani dan kerinduan akan barang-barang duniawi. Amin.

DOA KEDELAPAN

Bapa Kami……. Salam Maria…..

Ya Yesus, Hati yang teramat manis, kesukaan Roh, demi kepahitan anggur asam dan bunga karang yang Kau cicipi disalib karena cinta pada kami, berilah kami rahmat untuk menerima Tubuh & Darah-Mu yang berharga dengan layak selama hidup kami dan disaat kematian kami, sehingga dapat memulihkan dan menguatkan jiwa kami. Amin.


DOA KESEMBILAN

Bapa Kami……. Salam Maria…..

Ya Yesus, Kebajikan Agung, Sukacita Rohani, ingatlah sengsara yang Kau derita ketika ditenggelamkan dalam samudra kepahitan pada saat kematian-Mu, dihina orang-orang Yahudi.
Dan kemudian Engkau berteriak nyaring karena merasa diabaikan oleh Bapa-Mu, “ Allah-Ku, ya Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”
Demi kengerian ini, aku mohon pada-Mu, ya Penyelamatku, jangan tinggalkan aku dalam kengerian dan kesakitan kematianku. Amin.

DOA KESEPULUH

Bapa Kami……. Salam Maria…..

Ya Yesus, Awal & Akhir segala sesuatu, Hidup & Kebajikan. Ingatlah bahwa demi kami, Engkau dilempar ke jurang sengsara, dari telapak kaki sampai puncak kepala-Mu. Demi kepedihan luar biasa dari luka-luka-Mu, ajarilah aku memelihara hukum-hukum-Mu karena cinta sejati yang jalannya lebar dam mudah bagi yang mencintai-Mu. Amin.

DOA KESEBELAS

Bapa Kami……. Salam Maria…..

Ya Yesus, Kerahiman yang dalam, aku mohon pada-Mu, mengingat luka-luka-Mu yang menusuk sampai ke tulang sumsum dan kedalam tubuh-Mu, agar menarik aku pendosa yang diliputi dosa-dosa ini dan menyembunyikan aku dari kehadiran-Mu yang pantas murka itu. Sembunyikanlah aku ke dalam luka-luka-Mu sampai kemurkaanmu yang adil itu berlalu. Amin.

DOA KEDUA BELAS

Bapa Kami……. Salam Maria…..

Ya Yesus, Cermin Kebenaran, Lambang Persatuan, Mata Rantai Kemurahan, ingatlah akan banyaknya luka-luka yang menutupi tubuh-Mu dari ujung kepada hingga ke ujung kaki, menganga dan memerah bersimbah darah suci-Mu. Oh, kesakitan yang mahapedih dan luar biasa, yang Kau derita dalam daging-Mu yang murni demi kasih akan kami! Yesus yang termanis, Engkau telah melakukan segala-galanya bagi kami! Semoga buah dari sengsara-Mu diperbaharui dalam jiwaku dengan peringatan akan sengsara-Mu dan semoga kasih-Mu selalu bertambah dalam hatiku hari demi hari, hingga aku melihat-Mu dalam keabadian. Aku mohon kepada-Mu, ya Yesus yang termanis, pengelola harta surgawi, kebaikan sejati dalam setiap sukacita di surga. Amin.

DOA KETIGA BELAS

Bapa Kami……. Salam Maria…..

Ya Yesus, Raja Kekal yang tak terkalahkan, ingatlah duka yang Kau derita ketika kekuatan-Mu, rohani & jasmani telah habis sama sekali, Engkau menundukkan kepala-Mu dengan berkata, “ Sudah selesai”.
Demi derita dan duka ini, aku mohon pada-Mu Tuhan Yesus, ampunilah aku disaat kematianku ketika pikiranku terasa sangat susah dan jiwaku dalam ketakutan. Amin.

DOA KEEMPAT BELAS

Bapa Kami……. Salam Maria…..

Ya Yesus, Putra tunggal Bapa, kemegahan dan rupa Ilahi-Nya, ingatlah kerendahan hati dan kesederhanaan jiwa-Mu yang telah Kau serahkan pada Bapa-Mu yang kekal, dengan berkata, “ Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu, Kuserahkan Nyawa-Ku”.
Dengan tubuh terluka, hati yang patah, dan lambung kerahiman-Mu terbuka untuk menyilih kami, Engkau wafat.
Aku mohon pada-Mu, Penyelamatku, hiburlah aku dan tolonglah aku menyangkal setan, tubuh, dan dunia, sehingga dengan mati terhadap dunia, hidupku hanya untuk-Mu. Aku mohon pada saat kematianku, terimalah aku orang asing yang telah kembali pada-Mu. Amin.

DOA KELIMA BELAS

Bapa Kami……. Salam Maria…..

Ya Yesus, pokok anggur sejati yang berbuah, ingatlah curahan darah yang telah Kau tumpahkan dari tubuh-Mu yang suci, seperti sari anggur yang mengalir dari mesin pemerah. Lambung-Mu yang ditusuk dengan tombak, Darah & Air mengalir, tak setetespun yang tinggal pada tubuh-Mu. Bagaikan segenggam dupa yang diangkat ke atas salib, tubuh-Mu layu, daging yang halus hancur, serta sumsum tulangmu mengering.
Demi sengsara yang pahit dan demi tumpahan darah-Mu yang tidak ternilai ini, aku mohon pada-Mu Yesus, terimalah jiwaku saat menjelang ajal. Amin.


DOA PENUTUP
Yesus terkasih, lukailah hatiku, agar airmata tobat dan cinta akan merupakan makananku sehari-hari. Semoga tobatku hanya untuk-Mu, semoga hatiku menjadi tempat tinggal-Mu yang abadi. Dan akhirnya semoga hidupku sedemikian sempurna sehingga aku layak berada di samping-Mu di Surga dan disana bersama para Kudus, memuji-Mu untuk selama-lamanya. Amin.

Jumat, 09 Oktober 2009

Mengapa Harus Melayani?


Pada waktu hidupnya di dunia sebagai manusia, Yesus mewartakan kabar gembira tidak dengan membawa kitab Suci atau Taurat ke mana-mana. Tetapi, Ia mewartakan Kerajaan Allah dengan memberikan pelayanan, seperti, mengajar, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, memberi makan orang yang sedang lapar.
Pelayanan Yesus justru sangat kuat berbicara dan mewartakan siapa Dia sebenarnya. Itulah yang menjadi daya pikat mengapa para muridnya mengikuti, meneruskan misi Yesus setelah kematianNya dan kenaikanNya ke surga. Bahkan daya pikat itu tetap berlangsung kini sampai selama-lamanya.
Yesus meminta kita untuk mewartakan Kerajaannya hingga ke ujung bumi dengan cara yang sama.
Ironisnya, sekarang ini, banyak orang yang mewartakan Yesus dengan mulai membahas Kitab Suci, meminta orang untuk dibabtis, sehingga seolah-olah bahwa hal inilah yang utama. Kitab suci dan pembabtisan justru akan semakin dicari, apabila orang Kristen bersedia lebih banyak bersaksi melalui pelayanan.
Mengapa? Karena pelayanan adalah perbuatan kasih, yang jauh lebih kuat berbicara dari pada sekedar kata-kata. Pelayanan dapat dilakukan dari hal-hal yang paling sederhana, termasuk melakukan tugas dengan sebaik-baiknya di tempat kerja, mengunjungi dan mendoakan orang sakit, menolong orang yang sedang kesusahan, menghibur orang yang sedang dalam penderitaan.

Hal inilah yang dilakukan oleh Ibu Theresa di India, sehingga ia begitu dihargai, bahkan saat kematiannya, dia dihargai sebagai pahlawan nasional dan bahkan Internasional.

Apakah kita siap untuk mewartakan Kristus dengan pelayanan kita? Semoga demikian. Amin

Selasa, 29 September 2009

Kesetiaan membawa Kemenangan dan Kemuliaan


“Kesetiaan? Ah kuno, wong sekarang ini orang banyak selingkuh koq, terus kalo ga korupsi juga ga kaya-kaya…ente pasti bercanda!”. Mungkin kita kadang berpikir demikian dalam hati atau berkata demikian saat berbicara tentang nilai kesetiaan kepada seorang teman. Ya, tapi kenyataannya dunia telah morat-marit, kacau balau, karena tidak adanya kesetiaan. Dunia sedang krisis kesetiaan, lebih tepatnya kesetiaan kepada kebenaran.

Begitu banyak luka batin karena penghianatan janji pernikahan setiap hari, misalnya. Perceraian tidaklah menyelesaikan masalah, bahkan akan menyebabkan masalah baru, luka batin baru, anak-anakpun ikut menderita luka batin yang dalam. Berapa trilliun yang dikorupsi pertahun oleh orang-orang yang tidak setia? Semua bentuk ketidak-setiaan membawa pada kesengsaraan dan malapetaka!

Mungkin orang setia, tetapi kesetiaannya salah, bukan kepada kebenaran tetapi malah kepada hal yang menyimpang. Lalu istilah kesetiaan tidak pada tempatnya, tetapi istilah yang tepat untuk itu adalah sebaliknya “pengkhianatan”.

Steven Covey dalam bukunya “Principle Centered Leadership” menekankan perlunya kesetiaan kepada prinsip-prinsip yang benar. Dalam bukunya “the eighth habit”, beliau juga menekankan pribadi yang agung yang menjunjung tinggi kesetiaan.

Tuhan sangat menghargai kesetiaan, karena Dia sendiri setia “dulu, sekarang dan selamanya”. Dia juga menginginkan kita setia, taat, patuh pada FirmanNya, kebenaran yang membawa pada kehidupan yang sesungguhnya.

Tuhan sangat menghargai kesetiaan para malaikatNya, dan memberi mereka penghargaan yang besar atas kesetiaan itu. Santo Michael, Santo Gabriel dan Santo Rafael, adalah tiga malaikan agung yang diberi kemuliaan besar oleh Tuhan.

Sebaliknya Lucifer si malaikat yang berkhianat dan tidak setia telah dijatuhkan ke tempat yang rendah dengan hukuman kekal yang sangat mengerikan. Dan Lucifer dengan pasukannya selalu saja menggoda manusia untuk mengikutinya, untuk tidak setia.

Apakah kita mau tetap setia? Semoga Tuhan memberi kita kekuatan untuk tetap setia!


Ditulis pada Pesta Malaikat Agung St Michael, Gabriel dan Rafael

Manuntun Sitinjak

Senin, 28 September 2009

Yang Terbesar , Yang Melayani


Jika berbicara mengenai “yang terbesar”, biasanya orang akan terpikir dengan pemimpin, presiden, pejabat, leader dan sejenisnya. Pandangan ini tentunya tidak salah, alias benar. Tapi jika kita berbicara dengan “yang melayani”, kita pasti berbikir dengan office boy, pembantu rumah tangga, pelayan toko, waitress dan sebagainya.
Dalam banyak hal dalam kehidupan manusia, memang yang terbesarlah yang dilayani dan bukan yang melayani. Lalu apa yang terjadi? Muncullah istilah bos, yang maunya dilayani. Lebih disayangkan lagi, bos mulai banyak maunya.

Coba kita pikirkan, kita menikmati banyak hal secara gratis, katakan saja yang palin mendasar adalah udara bebas yang kita hirup setiap saat. Udara tersedia bagi kita, berarti ada yang menyediakan, ada yang melayani. Lalu siapa yang memberikan pelayanan itu? Pastilah Dia sang Maha Pencipta, yang melayani kita dengan penuh kasih. Dialah Yang Terbesar dalam arti yang sesungguhnya.

Nah, bagaimana sekarang, apakah kita mau menjadi pelayan? Jika kita mau menjadi yang terbesar secara personal, maupun secara organisasi, maka kita harus rela melayani, bahkan bukan sekedar melayani, tetapi “melayani dengan penuh kegairahan”.

Selamat menjadi yang terbesar dengan menjadi pelayan bagi semuanya.

Salam,
Stefanus Manuntun Sitinjak

Selasa, 18 Agustus 2009

Aku di dalam Kristus dan Kristus di dalam Aku

Barangsiapa yang makan tubuhKu dan minum darahKu, dia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam Dia. (Yoh 6: 56)

Sabda Yesus ini menjadi dasar utama bagi pusat dari seluruh kehidupan iman dalam gereja Katolik, yakni Ekaristi. Dengan menerima hosti kudus dalam perayaan Ekaristi, maka kita benar-benar bersatu dengan Kristus. Persatuan dengan Kristus ini adalah dalam arti yang sebenarnya, dimana Kristus dalam rupa roti menyatu dengan sel-sel tubuh setiap orang yang menerimanya.

Jika Kristus hidup di dalam diri seseorang, maka seseorang itu seharusnyalah berpikir dan bertindak seperti Yesus. Yesus akan meraja di dalam hatinya dan selalu siap untuk melaksanakan sabdaNya. Dan sabdanya itu adalah supaya kita mengasihi sesama kita, saling mengasihi.

Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup (1 Yoh 2:6)
Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita (1 Yoh 3:24)

Dengan kata lain, seseorang yang menerima Kristus haruslah hidup dalam Roh, sehingga Roh Kristuslah yang mengarahkan dan menguasai segenap hidupnya. Dengan cara inilah maka kehendak Allah akan terjadi pada diri kita dan kita menjadi sarana bagi perwujudan Kerajaan Allah di dunia. Demikian khotbah Rm Thomas pada hari Minggu lalu.

Lalu, apakah kita semua harus menjadi pengkhotbah? Apakah Kerajaan Allah itu tidak dapat dilihat dalam peristiwa sederhana dalam hidup sehari-hari? Ya, tentu saja…justru Yesus meminta kita agar menjadikan penyataan Kerajaannya melalui cara hidup kita sehari-hari:
• Kasih menjadi dasarnya
• Penyerahan diri dan segenap hidup pada penyelenggaraan Allah sebagai perwujudannya
• Percayalah Yesus akan melakukan hal-hal besar dalam hidup anda. Bersiaplah!
• Kita akan melihat dunia dengan kacamata Kristiani (Kasih, Kerendahan hati, kesabaran, belaskasihan, kemurahan)

Karena apa yang akan terjadi dalam hidup kita akan sangat ditentukan oleh ‘bagaimana kita melihat dunia’. Maka apabila kita melihat dunia dengan kaca mata Kristus, maka Kristus sang Maharaja yang Mahabesar itu akan berkarya dalam diri kita.

Apakah anda siap?

By
Stefanus M Sitinjak

Jumat, 14 Agustus 2009

Mari Berkarya – Para Lulusan KEB St Louis

Beberapa waktu lalu di awal Agustus Bapa Uskup Mgr Michael Angkur telah memberikan berkat pengutusannya bagi 84 orang lulusan KEB-1 dari Paroki Keluarga Kudus Cibinong. Pengutusan yang ditandai dengan pencurahan Roh Kudus, tentu mengandung harapan baru dalam kehidupan menggereja di Keuskupan Bogor.

Dengan pemahaman yang lebih mendalam akan Sabda Tuhan dan ajaran Kristus, menghadirkan kerajaan Allah dalam kehidupan masyarakat tentulah menjadi harapan utama Bapa Uskup dan gereja.

Di lingkungan St Louis sendiri sudah ada beberapa orang yang telah mengikuti KEB sejak beberapa waktu lalu, namun hingga saat ini belum dapat dirasakan kehadiran mereka secara nyata dalam komunitas. Aktifitas di lingkungan tetap sepi, tidak ada kegiatan mingguan, bahkan bulanan.

Lalu pertanyaannya adalah, ke manakah para peserta KEB ini? Apakah mereka tidak merasa terdorong untuk menggiatkan dan menghidupkan lingkungan dengan kemampuan yang sudah mereka dapatkan? Apakah mereka merasa kurang difasilitasi untuk lebih berperan aktif? Apakah mereka beranggapan bahwa menghidupkan lingkungan itu semata tugas ketua lingkungan?

Masih banyak pertanyaan yang bakal muncul, jika kita mencoba merenungkan kenyataan ini. Padahal, dalam KEB “Integrasi ke dalam Komunitas” telah ditekankan sebagai salah satu jari-jari utama dari kehidupan menggereja.

Nah, dari pada kita hanya bertanya, saya ingin mengajak para lulusan KEB untuk berpegangan tangan bersama membangun kehidupan menggereja, menghadirkan Kerajaan Allah di lingkungan St Louis melalui:
• Kunjungan ke saudara-saudara seiman secara rutin
• Mengusulkan program rutin lingkungan, rukun, kring
• Menjadi pionir dalam mengaktifkan komunitas basis di sekitar tempat tinggalnya
• Memprakarsai event-event yang dapat membangun iman dan kehidupan menggereja.

Marilah kita wujudkan perintah Yesus dalam Mat 28: 18 – 20. Yesus selalu menyertai kita sampai akhir jaman.

By : Stefanus
Lulusan KEB-1 PKKC

Selasa, 04 Agustus 2009

Orang Pilihan

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu (Yoh 15:16)

Pantaslah kita bersyukur karena kita adalah orang pilihan!
Mari kita coba renungkan:

1.Mengapa saya lahir ke dunia?
2.Mengapa aku mempunyai bentuk hidup seperti saat ini? (Awam, imam, biarawan/ti?)
3.Mengapa saya mendapat tugas pelayanan seperti saat ini? (Pembimbing rohani, guru, petani, karyawan, pejabat, pilot, dll ?)

Mungkin kebanyakan orang akan mengatakan bahwa itu hanyalah suatu kebetulan, atau itu adalah usaha atau jerih payahnya sendiri.

Bagi kita yang percaya pada Tuhan dan sebagai murid Yesus, harusnya percaya atas sabda Yesus di atas. Bahwasanya kita lahir ke dunia, memiliki bentuk hidup dan pelayanan adalah karena Tuhan telah memilih kita untuk panggilan itu.

Untuk itu, pantaslah bahwa kita senantiasa bersyukur, karena kita telah dipilih untuk menghasilkan buah, buah yang lebat. Dan dengan kesadaran ini, kita akan selalu bersyukur dalam keadaan seperti apapun, dan selalu bersukacita dalam melaksanakan tugas kita. Kita akan memikul salib kita dengan penuh sukacita karena kita tahu Yesus selalu menyertai kita.

Dalam kehidupan dewasa ini, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan di kota lain di seluruh dunia, sudah terlalu banyak orang yang mengalami depresi. Para dokter dan ahli farmasi mencoba mengatasinya dengan obat-obatan dengan pemahaman bahwa depresi merupakan suatu gejala kelainan dalam otak manusia.
Dengan pemahaman ini, manusia telah mencoba memandang manusia itu sendiri dari aspek yang terlalu sempit, yakni fisik. Aspek rohani dan kehadiran Tuhan dalam diri manusia telah dilupakan.

Bukankah St Paulus mengatakan bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus ? Bait Allah ? Penolakan kehadiran Allah dalam diri manusia telah mengakibatkan berbagai penyakit dan kekeringan dalam jiwa manusia. Bukankah Yesus mengatakan, bila kamu berada di luar Aku maka kamu akan kering dan tidak berbuah, tidak berguna selain di buang ke dalam api.

Oh Yesus, terimakasih karena Engkau telah memilihku ! Amin

@Stefanus M sitinjak for Lingkungan St Louis