Rabu, 10 September 2008
Update Pelantikan Lektor
Persiapan Pelantikan Lektor PKKC
Pada hari Sabtu, 12 September nanti, dalam Misa sore, para lektor yang berjumlah 47 akan dilantik. Untuk mempersiapkan diri, para lektor yang akan dilantik ini, pada hari sabtu, tgl 06 lalu, diberikan pembekalan oleh Romo Paroki kita tercinta yang tak lain adalah Rm. Harsono Pr. Banyak nasehat dan masukan yang beliau beri dan bagikan sebagai bentuk perhatian beliau kepada komunitas lektor di paroki kita ini.
Kadangkala, masih banyak orang yang berfikir bahwa menjadi lektor itu lumayan mudah, hanya bermodalkan suara yang bagus, konotasi kalimat yang pas, dan sedikit penghayatan. Ternyata semua itu tidak segampang yang dibayangkan, ditambah lagi setelah mendengarkan ucapan – ucapan dari Rm. Harsono, Pr, yang sangat membuka mata para Anggota Lektor akan siapakah Lektor itu dan apa saja yang seharusnya dimiliki oleh seorang Lektor.
Menjadi Lektor dan membacakan Kitab Suci didepan umat tidaklah sama dengan seseorang yang membaca berita atau membawakan puisi. Dengan membaca Kitab Suci, seorang Lektor itu mengalami pengkudusan melalui Sabda Suci yang diwartakannya, dan hendaknyalah dari cara membawakan dan memahami isi bacaan Kitab Suci yang diwartakan kepada umat, umat juga dapat dikuduskan dengan sabda yang yang dibacakan. Dari pernyataan ini, sudah menjadi jelas bahwa seharusnyalah Komunitas Lektor menjadi kelompok pembelajaran dalam memahami Liturgi Ekaristi, yang adalah pendalaman iman dari sang Lektor itu sendiri dengan membacakan Kitab Suci. Ini menjadi kunci dari Lektor, dimana kedalaman imannya memampukan Sabda Allah yang diwartakannya dalam Liturgi Ekaristi mampu mengkuduskan umat yang mendengarkan saat itu. Dan bukan hanya dalam membacakan Kitab Suci didepan umat, lantas serta merta tanggung jawab seorang Lektor itu sudah selesai. Namun kiranya, hidup Rohani dan hubungannya dengan Allah juga menjadi kudus, dalam artian untuk mengkuduskan hidup dilingkungan terkecil yaitu diri sendiri.
Selain itu, Rm. Harsono, Pr, juga memaparkan bahwa menjadi seorang Lektor berarti dari satu pihak membawa tanggung jawab tetapi dari lain pihak membawa pengharapan. Yaitu tanggung jawab untuk menghayati Kitab Suci dan harapan membawa dampak yang baik, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain. Bak seorang yang sedang mengaji / membaca ayat-ayat Suci Al-Quran, bukan hanya yang membaca saja yang disucikan, bahkan yang mendengarkan sang pelantun pun ikut disucikan.
Wah… sekarang kita bisa melihat, ternyata menjadi seorang Lektor memiliki tanggung jawab yang mulia ya. Ayo para Lektor yang akan dilantik, bisa nggak? Pasti bisa dong. Yang penting terus berdoa dan memohon hikmat pada Allah, Sumber segala kehidupan. BersamaNya tanggung jawab yang berat akan menjadi harapan yang bersinar.
Sebenarnya, mengapa para Lektor ini dilantik ? Begini penuturan Rm. Harsono, Pr, dalam kata-katanya yang bijak untuk menjelaskan hal itu. Tujuan dari pelantikan ini tidak lain adalah memberkati para Lektor untuk tugas Perutusan. Tugas untuk menjadi bagian dalam liturgi dan menjadi salah satu petugas liturgi / ibadah bersama, dimana seluruhnya harus saling mendukung dan menjadi satu kesatuan dalam membangun liturgi yang hidup, yang bukan hanya mengkuduskan para pelayan sabda dan pelayan liturgi yang lainnya, tetapi juga mengkuduskan seluruh umat yang hadir dan mengikuti jalannya liturgi, yang juga menjadi bagian dari sebuah kesatuan liturgi yang didalamnya ada Allah yang hadir, dalam rupa Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus. Sepertinya para petugas liturgi yang lain seperti para Prodiakon, Koor, Misdinar bahkan para Romo harus memperhatikan hal ini juga dan bersama-sama berusaha menjadi lebih baik dan menciptakan suasana Liturgi yang indah.
Selain Rm. Harsono, Pr, hadir juga Bpk. Suparlan, dari Sie Liturgi Paroki. Beliaulah yang membantu kelancaran jalannya pelantikan nanti. Diluar dari tanggungjawab sebagai Sie. Liturgi Paroki yang memang sudah menjadi salah satu tugas beliau, semangat melayani Beliau perlu diacungkan jempol rupanya. Terimakasih atas perhatian dan kerelaan hati Bpk. Suparlan untuk membantu para Lektor. Mas Supanto, Ketua Komunitas Lektor, juga angkat bicara, beliau memberikan informasi bahwa pada saat pelantikan nanti, para lektor yang hadir dan di lantik, juga akan menerima Surat Penugasan dari Paroki sebagai tanda Perutusan.
Selamat mempersiapkan diri bagi para lektor yang nanti akan dilantik. Semoga rahmat perutusan yang akan diterima semakin memantapkan iman para Lektor dalam panggilan dan pelayanan. Tetap semangat !
Bagi umat PKKC yang ingin mendukung dan menguatkan tekad para lektor ini, diharapkan turut serta dalam Misa Sabtu sore tgl 12 September nanti. Doa dan dukungan para umatlah yang membuat nyala api ini tetap berkobar dalam hati para lektor dalam melaksanakan tanggung jawab dan yang terutama, setia kepada tanggung jawab itu. Tanpa umat, kami bukan apa-apa.
Terima kasih untuk Rm. Harsono, Pr yang dengan segala nasehat dan kata-kata bijaknya telah memberikan angin segar yang mampu menyentuh dan menyejukkan hati kami para lektor. Dan yang pasti telah menyalakan semangat baru, semangat yang lebih besar lagi.
Hidup Lektor Paroki Keluarga Kudus Cibinong. Maju Terus.
Salam,
Anggota Komunitas Lektor PKKC
Jumat, 05 September 2008
Doa Kepada Santo Michael bagi Gereja Kudus

Santo Michael dianugerahi kehormatan yang sangat tinggi oleh Allah sebagai penghargaan atas kesetiaannya. Pada saat Lucifer dan malaikat pemberontak berteriak “Aku ingin menyamai Allah”, Santo Michael bersujud dihadapan Allah dengan kerendahan hati dan rasa hormat dan cinta kasih setia yang mendalam kepada Allah. Sementara ia membenamkan kepala begitu rendahnya, diapun mulai berseru “Siapa seperti Allah?” Seruan ini kemudian diikuti oleh para malaikat lain yang setia kepada Tuhan dan seruan itu semakin keras dan menggelegar. Maka terjadilah pertempuran yang maha dahsyat di surga antara Santo Michael bersama para malaikat yang setia melawan Lucifer dengan para malaikatnya yang menghianat.
Santo Michael yang tidak kenal rasa takut dan dengan sekuat tenaga bertempur berhasil mengalahkan Lucifer dan membuatnya tidak berdaya. Lucifer diusir dari surga dan dijatuhkan ke Bumi. Itulah yang terjadi jutaan tahun lalu (atau ribuan tahun lalu?) sehingga Lucifer telah berkeliaran di dunia dan berusaha memerangi setiap makhluk yang setia kepada Allah khususnya manusia. Dan manusia yang paling dibencinya adalah umat Kristen yang setia dalam wujudnya sebagai gereja. Lucifer dan para pasukan setannya yang kalah selalu menunggu waktu yang tepat untuk menyerang dan menggoda manusia untuk menjadi pengikutnya. Menghancurkan gereja adalah sasaran utamanya.
Hal ini diketahui dengan sangat baik oleh pimpinan tertinggi gereja dan untuk itu salah satu Paus yakni Paus Leo XIII, telah menuliskan sebuah doa yang sangat berkuasa berikut ini untuk Gereja Kudus
Datanglah membantu manusia, yang diciptakan kekal oleh Allah Mahakuasa, menciptakan mereka menurut gambar dan rupa-Nya sendiri dan menebus mereka dengan pengorbanan yang besar karena kekejaman setan. Lawanlah hari ini pertempuran terhadap Tuhan bersama laskar malaikatmu yang kudus, sebagaimana dulu engkau berperang melawan Lucifer, pemimpin roh-roh yang sombong dan semua malaikat pemberontak, yang tanpa daya berdiri melawan engkau.
Panglima yang tak dapat ditaklukkan, bantulah umat Allah melawan serangan mendadak dari roh-roh yang kalah dan berilah kami kemenangan
Amin.
Setiap orang Kristen diminta untuk dapat mendaraskan doa ini setiap hari tanpa henti agar Gereja Kudus memperoleh kemenangan hingga akhir jaman.
Selamat bersekutu dengan Santo Michael, pahalanya menyertai anda semua.
Ditulis oleh:
Stefanus Manuntun Sitinjak
Selasa, 02 September 2008
Domain Baru Lingk St Louis Lebih Cute
Pengunjung yang dikasihi Tuhan,
Terimakasih atas kunjungan anda ke blog kami ini dan semoga bermanfaat bagi anda dan harapan kebaikan seluruh dunia.
http://www.lingkungansantolouis.tk
atau anda cukup ketik di browser anda:
Dengan nama baru ini sekarang website Lingkugan Santo Louis lebih mudah diingat.
Kami juga perlu beritahu bahwa website ini juga sudah dikenali oleh search engine terbesar di dunia yaitu Google, anda cukup mengetikkan “lingkungansantolouis” dan andapun akan menemukannya dalam hitungan detik.
Selamat menikmati sharing-sharing kami berikutnya.
Tuhan memberkati anda!
Amin
Minggu, 24 Agustus 2008
Apakah Arti Sebuah Nama?
Setelah sekian lama tidak posting ke blog ini, pada kesempatan ini saya ingin meringkas kembali, khotbah yang disampaikan oleh Romo Michael, pastor baru di Paroki Keluarga Kudus Cibinong, Keuskupan Bogor.
Chingaleieun (Singalion) atau Cecep Gorbachev, itu adalah nama anak dari masing-masing pasangan China-Sunda dan Rusia-Sunda. Demikian Pastor Michael memulai khotbahnya sore ini Minggu 24 Aug 2008. Umat jadi agak ramai sebentar mendengar nama yang lucu-lucu dan aneh tersebut.
Ternyata pilihan nama dapat sangat berarti, termasuk bagi Yesus ketika Ia bertanya “…menurut kamu siapakah Aku ini?” Lalu Simon menjawab “Engkau adalah Mesias Putera Allah yang hidup” (Mat
Demikian juga dengan nama orang Katolik, yang biasanya diberi nama Baptis. Walaupun menurut kanonik bahwa orang katolik boleh mempunyai nama baptis dan boleh tidak. Tetapi alangkah baiknya bila kita memiliki nama Baptis, karena dengan nama itu seseorang diharapkan akan berusaha meneladani kesetiaan dan jalan hidup dari orang suci yang menjadi pemilik nama itu.
Menurut hemat saya orang Katolik pantas berbahagia bahwa mereka boleh memiliki nama babtis atau nama pelindung, karena selain orang yang dianugerahi nama itu akan berusaha meneladani orang atau malaikat suci pemilik asli nama tersebut, sesungguhnya penyandang nama Baptis itu akan mendapatkan doa dan perlindungan dari orang atau malaikat suci pemilik asli nama itu.
Alangkah baiknya pula bila kita mempelajari sejarah kehidupan dari tokoh yang manamanya menjadi nama pelindung kita. Katakan saja Santo Michael misalnya yang merupakan Malaikat Agung dan Kepala Penghuni Surga. Santo Michael diberi kehormatan dan kuasa yang sangat besar oleh Allah karena kesetiaan dan kerendahan hatinya saat membela Allah terhadap pemberontakan Lucifer. Lucifer dan pasukannya tidak berdaya di hadapan Santo Michael yang terkenal dengan ucapannya yang penuh kerendahan hati ”Siapa seperti Allah?” dan ”semoga Allah menghardiknya”. Santo Michael, tidak mengucapkan kata-kata yang kejam menusuk kepada Lucifer atas pemberontakannya, tetapi hanya mengucapkan kata-kata seperti di atas.
Nah, mari kita mengenal dengan lebih baik Santo dan Santa pelindung kita, baik yang namanya kita peroleh melalui Sakramen Permandian, Sakramen Krisma, maupun kesempatan lainnya.
Terimakasih atas perhatiannya, dan silahkan memberi komentar!
Salam,
Stefanus Manuntun Sitinjak
Ps. Stefanus adalah nama pelindung saya saat menerima Sakramen Krisma di Keuskupan Agung Pontianak, Kalimantan Barat. Saya tidak mempunyai nama Baptis, seperti layaknya kebanyakan umat dari daerah saya di Samosir, Sumatera Utara. Saya mohon doa anda supaya sayapun dapat meneladani Santo Stefanus yang adalah martir pertama.
Jumat, 18 Juli 2008
Tanah Semacam Apakah Saya?
Demikianlah Yesus menyampaikan perumpamaan tentang firman yang diibaratkan sebagai benih, dan manusia yang mendengar firman itu sebagai tanah .
Penjelasan Yesus kepada para murid menegaskan bahwa benih yang jaruh di pinggir jalan adalah firman yang disampaikan kepada orang, namun tidak memahaminya atau tidak berusaha memahaminya sehingga tidak pernah tumbuh sama sekali. Benih yang tumbuh di tanah berbatu adalah orang yang mendengar kemudian begitu senang, tetapi ketika penindasan atau pengucilan datang karena firman itu, maka dengan mudah dia akan murtad.
Benih yang tumbuh di tengah semak duri adalah orang yang mendengarkan firman, bertumbuh sebentar, namun kekuatiran dan nafsu kekayaan duniawi menghimpitnya sehingga firman itu tidak pernah berbuah. Dan yang terakhir adalah benih yang jatuh di tabah yang baik yakni orang yang mendengarkan firman, berusaha memahaminya dan tentu saja melaksanakannya. Buah yang dihasilkan adalah berupa pikiran, perkataan dan perbuatan baik yang dilaksanakan hanya demi kemuliaan nama Tuhan, sehingga banyaklah jiwa-jiwa yang terselamatkan oleh karyaNya dan nama Tuhan semakin ditinggikan.
Setelah mendengarkan bacaan itu pada misa ketiga hari Minggu lalu 13 Juli 2008 di gereja Paroki Keluarga Kudus Cibinong, sayapun bertanya kepada diri sendiri, tanah seperti apakah saya? Yang jelas belum menjadi tanah yang baik.
Menurut hemat saya, jenis-jenis tanah yang dijelaskan Yesus merupakan tingkatan kemauan seseorang untuk memahami dan melaksanakan firman Tuhan. Tentu saja setiap kita, sebagai murid Yesus, harus selalu berusaha seperti tanah yang baik dan berbuah seratus kali atau seribu kali lipat. Namun permasalahan duniawi, kesulitan ekonomi, nafsu dan keinginan duniawi yang seringkali mengemuka, kita sadari atau tidak telah menjadi duri-duri yang menghimpit pertumbuhan iman kita.
Namun sesungguhnya, tingkat keberhasilan usaha kita untuk keluar dari himpitan tersebut akan sangat tergantung kepada sikap iman kita. Bila kita berserah kepada Tuhan dan mengatakan dengan sepenuh hati “Jadilah kehendakMu atas hidupku”, maka pikiran kita akan lebih terbuka dan hati kita akan dikuasai oleh kebaikan Allah. Sebab hanya di dalam Yesuslah kita akan berbuah. Kita tidak pernah dapat berbuah dengan kemampuan kita sendiri (Yoh 15:1-8).
Sesungguhnya setiap orang hadir di dunia telah direncanakan oleh Tuhan, dan rencanaNya itulah yang terbaik. Untuk itu sudah sepatutnya bila kita senantiasa berserah kepada Tuhan dan menerima KehendakNya dalam hidup kita. Hanya dengan cara itulah kita akan berbuah banyak, seperti yang difirmankan oleh Yesus.
Saya jadi teringat dengan sebuah doa di dalam buku Puji Syukur oleh Charles de Foucauld:
”Bapa kuserahkan diriku ke dalam tanganMu. Lakukanlah atas diriku apa yang Kaukehendaki. Apapun yang Kauperbuat, aku bersyukur kepadaMu. Aku siap untuk segalanya. Biarlah hanya kehendakMu yang terlaksana dalam dalam diriku dan dalam semua ciptaanMu.
Itulah, ya Tuhan, yang kuharapkan, tidada yang lain. Kedalam tanganMu kuserahkan nyawaku, kepadaMu kupersembahkan hidupKu dengan segenap cinta yang membara dalam hatiku, sebab aku mencintaiMu, ya Tuhan. Oleh karena itu kuberikan diriku, kuserahkan diriku ke dalam tanganMu, tanpa syarat dan dengan kepercayaan tapa batas, sebab Engkau adalah Bapaku (Amin).”
Senin, 09 Juni 2008
Doa 7 Bapa Kami dari Santa Brigita

Doa Yang Diajarkan Yesus Kepada St Brigita dari Swedia
Tuhan senantiasa berkarya diantara manusia. Setelah kenaikan Yesus ke surga, Allah melakukan karyanya melalui roh kudus sebagaimana dijanjikan Yesus. Penampakan Yesus dan Santa Perawan Maria kepada para orang-orang kudus telah mewarnai perjalanan gereja dari awal hingga saat ini. Tentu saja kedua hal inipun merupakan sarana yang diberikan oleh Roh Kudus agar memudahkan komunikasi manusia dengan Allah.
Dalam peristiwa yang demikian, secara khusus gereja Katolik mempunyai pengalaman yang sangat mengesankan dan menguatkan. Salah satu orang kudus yang diakui oleh gereja Katolik adalah Santa Brigita dari Swedia yang hidup pada tahun 1300-an, menerima wahyu istimewa dari roh kudus, dan sering menerima kunjungan dari Bunda Maria Terberkati dan Yesus sendiri.
Salah satu wujud nyata dari kunjungan Bunda Maria yang sangat penting adalah DOA 7 kali Bapa Kami dan 7 kali Salam Maria yang didaraskan setiap hari untuk kurun waktu 12 tahun. Devosi ini telah diakui oleh Paus Clement XII dan ditegaskan kempali ole Paus Innocent X, bahwa wahyu ini berasal dari Tuhan.
Dijanjikan 5 rahmat bagi yang medoakannya. Bila orang tersebut meninggal dunia sebelum waktu 12 tahun tersebut, maka Tuhan akan menerimanya sebagai doa yang telah lengkap. Bila satu atau dua hari terlewatkan karena alasan yang jelas, dapat diperbaiki kemudian.
Kelima rahmat setsebut adalah:
- satu: Jiwa yang mendaraskan doa ini tidak akan menderita api penyucian
- dua: Jiwa yang mendaraskan doa ini akan diterima di antara para martir, dan dianggap telah menumpahkan darahnya bagi imannya
- tiga: Jiwa yang mendaraskan doa ini boleh memilih tiga jiwa lain yang sesuai dengan kehendak Yesus agar berada dalam keadaan rahmat sehingga membuatnya menjadi kudus.
- empat: Empat keturunaan berikutnya dari jiwa yang mendaraskan doa ini, tida akan ada yang binasa
- lima: Jiwa yang mendaraskan doa ini akan menyadari saat kemantiannya satu bulan sebelumnya.
Doanya adalah sebagai berikut:
Ya Yesus, sekarang aku ingin berdoa 7 kali Bapa Kami dan mempersatukannya dengan kasih-Mu yang menyucikan doa ini di Hati-Mu. Ambillah doa ini dari bibirku dan masukkanlah ke dalam Hati Ilahi-Mu. Perbaikilah dan sempurnakanlah sedemikian rupa agar dapat membawa kemuliaan dan sukacita bagi Tritunggal, seperti yang dahulu Kau berikan kepada-Nya di dunia. Semoga doa-doa ini tercurahkan ke atas Kemanusisaan-Mu yang kudus sebagai penghormatan pada luka-luka-Mu yang pedih dan darah termulia yang telah Kau tumpahkan.
1 YESUS DISUNAT
Bapa Kami..., Salam Maria...
Bapa Yang Kekal, melalui tangan Maria yang tak bernoda dan Hati Ilahi Yesus, kupersembahkan kepada-Mu, luka, kesakitan dan tetesan Darah-Nya yang pertama sebagai penebusan bagiku dan semua dosa manusia, terutama kaum muda, sebagai perlindungan terhadap dosa berat, khususnya di antara keluargaku.
2 YESUS MENDERITA DI BUKIT ZAITUN
Bapa Kami..., Salam Maria...
Bapa Yang Kekal, melalui tangan Maria yang tak bernoda dan Hati Ilahi Yesus, kupersembahkan kepadaMu penderitaan Hati Yesus yang mengerikan di Bukit Zaitun dan setiap tetes keringan Darah-Nya sebagai penebusan bagiku dan semua dosa manusia yang melanggar cinta kasih, sebagai perlindungan terhadap segala dosa dan untuk menyebarkan Kasih Ilahi pada sesama.
3 YESUS DIDERA
Bapa Kami..., Salam Maria...
Bapa Yang Kekal, melalui tangan Maria yang tak bernoda dan Hati Ilahi Yesus, kupersembahkan kepadaMu beribu-ribu luka, kesakitan yang mengerikan dan Darah Termulia dari bilur-bilur-Nya sebagai penebusan bagiku dan semua dosa manusia yang mengutamakan kesenangan jasmani, sebagai perlindungan terhadap segala dosa dan untuk memelihara kemurnian, khususnya diantara keluargaku.
4 YESUS DIMAHKOTAI DURI
Bapa Kami..., Salam Maria...
Bapa Yang Kekal, melalui tangan Maria yang tak bernoda dan Hati Ilahi Yesus, kupersembahkan kepadaMu luka, kesakitan dan Darah Termulia dari kepada Yesus yang dimahkotai duri sebagai penebusan bagiku dan semua dosa manusia terhadap Roh Kudus, sebagai perlindungan dari segala dosa dan untuk menyebarluaskan kerajaan Kristus di dunia.
5 YESUS MEMANGGGUL SALIB
Bapa Kami..., Salam Maria...
Bapa Yang Kekal, melalui tangan Maria yang tak bernoda dan Hati Ilahi Yesus, kupersembahkan kedapaMu Penderitaan-Nya di jalan salib terutama luka suci di bahu-Nya dan Darah Termulia sebagai penebusan bagiku dan semua dosa manusia yang menentang Salib, setiap keluhan yang melawan rencara kudus-Mu dan semua dosa yang disebabkan oleh perkataan, sebagai perlindungan terhadap segala dosa dan untuk mencintai Salib dengan sepenuh hati.
6 YESUS DISALIB
Bapa Kami..., Salam Maria...
Bapa Yang Kekal, melalui tangan Maria yang tak bernoda dan Hati Ilahi Yesus, kupersembahkan kedapa-Mu Putra-Mu yang tersalib, penderitaan-Nya saat dipaku dan ditinggikan. Luka-luka di tangan dan kaki-Nya serta tiga aliran Darah Termulia-Nya yang dicurahkan bagi kami, sengsara-Nya yang paling mengerikan pada jiwa dan raga-Nya, wafat-Nya yang tak ternilai dan kurban tak berdarah yang diperbaharui dalam setiap Misa Kudus di dunia sebagai penebusan semua luka yan gdisebabkan oleh pelanggaran janji pernikahan yang sah, sebagai pemulihan bagiku dan semua dosa dunia, bagi mereka yang sakit dan menjelang ajal, bagi semua imam kudus dan awam, bagi ujud Sri Paus untuk memulihkan keluarga Kristiani, untuk menguatkan iman, untuk negara kami dan persatuan di antara segala bangsa dalam Kristus dan Gereja-Nya, juga Gereja Diaspora (Gereja – gereja kecil yang terpisah).
7 LAMBUNG YESUS DITIKAM
Bapa Kami..., Salam Maria...
Bapa Yang Kekal, terimalah Darah Termulia dan Air yang memancar dari luka Hati Ilahi Yesus agar Gereja Kudus layak memperoleh segala kebutuhannya dan sebagai penebusan semua dosa manusia. Dengarkanlah dan kasihanilah kami. Darah Kristus, yang memancar dari Hati Kudus, bersihkanlah segala kesalahan dan dosa kami. Air yang memancar dari lambung Kristus, hapuskanlah hukuman dosa dan padamkahlah nyala api penyucian bagiku dan semua jiwa-jiwa malang. Amin
DOA DEVOSI TUJUH DUKA MARIA
Barang siapa merenungkan sengsara Kristus juga harus merenungkan Bunda-Nya. Bunda Allah memberikan kepada St Brigita, bahwa apabila seseorang berdoa 7x Salam Maria sambil merenungkan air mata dan penderitaannya serta menyebarluaskan devosi ini, akan memperoleh rahmat berikut ini:
1 Damai dalam keluarga
2 Pengertian akan misteri Allsah
3 Semua permohonan akan dikabulkan jika sesuai dengan kehendak Allah yang kudus dan berguna bagi keselamatan jiwa kita
4 Sukacita abadi dalam Yesus dan Maria
Butir-butir Permenungan sebagai berikut:
1) Penderitaan ke 1: Nubuat Simeon
Salam Maria...
2) Penderitaan ke 2: Pengungsian ke Mesir
Salam Maria...
3) Penderitaan ke 3: Kehilangan Yesus yang berumur 12 tahun di Bait Allah Yerusalem
Salam Maria...
4) Penderitaan ke 4: Maria bertemu Yesus di jalan salib
Salam Maria...
5) Penderitaan ke 5: Penyaliban Yesus, Wafat-Nya, Hati-Nya yang ditikam tombak, dan penurunan jenasah Yesus dari kayu salib.
Salam Maria...
6) Penderitaan ke 6: Maria menerima jenasah Yesus di pangkuannya.
Salam Maria...
7) Penderitaan ke 7: Pemakaman Yesus, air mata dan kesepian Maria.
Salam Maria...
Demikianlah doa-doa yang diwahyukan tersebut. Selamat menikmati rahmat Tuhan
Ditulis oleh: Stefanus Manuntun Sitinjak
Beranikan Kita ?
Beranikah Kita? (Ringkasan Homili Rm Eeng 080608)
Minggu 8 Juni 2008, saya ikut misa ketiga di gereja Paroki Keluarga Kudus Cibinong. Misa dipimpin oleh Romo Robertus Eeng Gunawan. Inti dari khotbah yang beliau sampaikan adalah bahwa kita harus berani seperti Yesus tidak memilih-milih dalam bergaul dan berteman. Tidak memikirkan untung rugi, tetapi justru mengusahakan bergaul dengan orang-orang kecil dan tersingkirkan.
Setelah di rumah saya membaca kembali lembaran “Warta”, yakni lembaran yang menyebut diri sebagai “Media Komunikasi PKKC”, dimana Romo Eeng selalu menulis pada halaman-2. Saya membaca tulisan itu dan saya semakin berusaha menyimak apa yang beliau sampaikan. Dengan tulisan Romo Eeng, bagi saya semakin jelas, apa yang beliau sampaikan pada khotbah beliau.
Didasari oleh Injil Matius (9:9-13), kita hendak dicerahkan dan didorong untuk berani melakukan apa yang berkenan kepada Allah, dan tidak semata apa yang berkenan kepada manusia. Manusia sangat suka dengan sesuatu yang hebat, sesuatu yang membuat dirinya terkenal, menjadi seseorang yang dikagumi. Bahkan bergaul dengan seseorang yang dikagumi seringkali menjadi rebutan banyak orang. Mengidolakan para artis dan selebritis, bahkan ada program nginap dengan selebritis, dan seterusnya.
Pertanyaannya apakah kita mau seperti Yesus mau bergaul dengan orang-orang yang terlupakan, orang-orang miskin dan orang-orang berdosa? Inilah tantangan yang diberikan Yesus kepada kita sebagai pengikutnya. Karena hanya dengan cara inilah kita akan menjadi berkat bagi sesama. Dengan berbuat hal yang demikian kita akan memberi warna baru bagi dunia, yakni warna yang dipenuhi dengan cinta kasih dimana Tuhan hadir.
Semoga kita segenap warga Lingkungan Santo Louis berani menjadi pengikut Kristus yang sejati, menjadi kabar gembira bagi semua orang, terutama orang-orang kecil dan terlupakan. Amin.
Oleh: Stefanus M Sitinjak