Minggu, 08 September 2024
Mendengarkan dan Bertindak: Pesan Harapan Paus Fransiskus di Indonesia
Selasa, 03 September 2024
Makna Bulan Kitab Suci Nasional dan Tindakan yang Sebaiknya Dilakukan oleh Umat Katolik
Jumat, 16 Agustus 2024
Mengampuni Tanpa Batas
Kamis, 27 Juni 2024
Melakukan Firman Tuhan adalah Dasar yang Kokoh
Pesan Injil hari ini: Mat 7: 21-29
Melakukan Firman Tuhan adalah Dasar yang Kokoh
Yesus menekankan pentingnya bukan hanya mendengar firman Tuhan, tetapi juga melakukannya. Dia mengingatkan bahwa tidak semua orang yang memanggil-Nya "Tuhan, Tuhan" akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, tetapi hanya mereka yang melakukan kehendak Bapa-Nya. Dalam perumpamaan tentang dua orang yang membangun rumah, Yesus menunjukkan bahwa mereka yang mendengar dan melakukan firman Tuhan seperti orang yang membangun rumah di atas batu, yang kuat dan tak tergoyahkan dalam menghadapi tantangan hidup. Iman sejati tercermin dalam tindakan dan ketaatan kepada kehendak Tuhan.
Amin. Tuhan memberkati 🙏
Minggu, 23 Juni 2024
Tuhan Selalu Menyertai Kita, Percayalah!
Pesan Injil Minggu ini Mark 4: 35-40
Tuhan Selalu Menyertai Kita, Percayalah!
Bacaan injil hari ini menggambarkan Yesus yang menenangkan badai di Danau Galilea, menunjukkan kuasa-Nya atas alam dan kehadiran-Nya dalam kesulitan. Saat para murid panik, Yesus tertidur dan setelah dibangunkan, Ia meredakan badai dengan berkata, “Diam! Tenanglah!” (Markus 4:39). Yesus kemudian menegur murid-murid karena kurangnya iman mereka.
Kisah ini mengajarkan bahwa Tuhan selalu menyertai kita, bahkan dalam badai kehidupan, dan menekankan pentingnya percaya kepada-Nya. Kepercayaan kita kepada Tuhan memberi ketenangan dan keberanian menghadapi segala tantangan dengan keyakinan bahwa Dia memegang kendali.
Amin
#pesaninjil #kitabsuci
Rabu, 20 Maret 2024
Kebenaran, Kebebasan dan Hubungan dengan Allah
Pesan Injil hari ini:
*Yohanes 8:31-42* berbicara tentang kebenaran, kebebasan, dan hubungan dengan Allah. Mari kita renungkan ayat-ayat ini:
1 *Kebebasan melalui Kebenaran*:
Yesus berkata, "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu" (Yohanes 8:31-32). Kita diberikan kebebasan melalui pengetahuan akan kebenaran yang terdapat dalam firman Tuhan. Kita harus tetap berpegang pada ajaran-Nya agar kita dapat hidup dalam kebebasan sejati.
2 *Keturunan Abraham dan Kehidupan yang Sejati*:
Orang Yahudi yang percaya kepada Yesus mengklaim sebagai keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun (Yohanes 8:33). Namun, Yesus mengajarkan bahwa kebebasan sejati bukan hanya berasal dari keturunan fisik, tetapi dari hubungan dengan Allah. Dia berkata, "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah" (Yohanes 8:42). Kita harus mengenal Allah sebagai Bapa kita dan hidup dalam hubungan yang benar dengan-Nya.
3 *Kesaksian dan Otoritas Yesus*:
Yesus menyatakan bahwa kesaksian-Nya benar karena Dia tahu dari mana Dia datang dan ke mana Dia pergi (Yohanes 8:14). Dia bukan hanya bersaksi tentang diri-Nya sendiri, tetapi juga bersama dengan Bapa yang mengutus-Nya. Kita harus mengakui otoritas Yesus sebagai Anak Allah dan mengikuti-Nya dengan setia.
Mari kita renungkan bagaimana kita dapat hidup dalam kebenaran, mengenal Allah sebagai Bapa kita, dan mengikuti Yesus dengan setia. Semoga firman ini memperdalam iman kita dan membawa kita ke dalam kebebasan sejati. 🙏
oleh: Stefanus Manuntun Sitinjak
Jumat, 08 Maret 2024
Mengasihi Allah dan Sesama adalah Hukum Yang Utama
Pesan Injil hari ini:
Mengasihi Allah dan Sesama adalah Hukum Yang Utama
*Markus 12: 28b-34* berbicara tentang hukum yang terutama. Seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus, "Hukum manakah yang paling utama?" Yesus menjawab dengan tegas:
1 *Kasihilah Tuhan, Allahmu*, dengan segenap hatimu, jiwamu, akal budimu, dan kekuatanmu.
2.*Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri*.
Dalam dua perintah ini, kita menemukan esensi iman dan kasih. Pertama, mencintai Tuhan dengan sepenuh hati, jiwa, dan pikiran. Kedua, mengasihi sesama manusia tanpa syarat. Ini lebih berharga daripada semua korban dan persembahan.
*Renungan:*
Mencintai diri sendiri berarti menerima diri apa adanya, termasuk pengalaman yang menyakitkan. Jika kita belum menerima diri kita, kita tidak dapat mencintai sesama atau Tuhan. Mencintai dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi adalah panggilan kita. Hidup yang bertumbuh, berkembang, dan menghasilkan buah adalah hidup yang mencintai Tuhan dalam segala situasi.
*Doa:*
Tuhan, tambahkanlah cinta kasihku kepada-Mu. Jadikan hatiku penuh dengan cinta seperti hati-Mu, agar aku dapat menghadapi perjuangan hidup dengan ketenangan dan kebahagiaan. 🙏❤️
oleh: Stefanus Manuntun Sitinjak
lingkungansantolouis.blogspot.com

.jpeg)

