
Bukittinggi, 4 Oktober 2026
RENUNGAN IMAN: 4 OKTOBER — TIGA PERISTIWA, SATU PESAN IMAN
Bersyukur, Rendah Hati, dan Melayani
Minggu, 4 Oktober 2026
Hari Minggu Biasa XXVII
Bacaan: Habakuk 1:2–3; 2:2–4 • Mazmur 95:1–2, 6–9 • 2 Timotius 1:6–8, 13–14 • Lukas 17:5–10
Ada peristiwa dalam kehidupan yang tampaknya hanya sebuah kebetulan, tetapi ketika direnungkan ternyata menyimpan pesan iman yang mendalam.
Minggu, 4 Oktober 2026, menjadi hari istimewa bagi saya. Pada hari ulang tahun, saya berkesempatan mengikuti Perayaan Ekaristi di Gereja Santo Petrus Claver, Bukittinggi, Sumatera Barat.
Saya kemudian mengetahui bahwa Paroki Santo Petrus Claver pertama kali dibuka pada 4 Oktober 1927, tepat 99 tahun sebelumnya. Lebih menarik lagi, tanggal 4 Oktober merupakan hari peringatan Santo Fransiskus dari Assisi.
Tiga peristiwa bertemu pada tanggal yang sama: ulang tahun pribadi, 99 tahun pembukaan paroki, dan peringatan Santo Fransiskus dari Assisi.
Apa pesan iman yang dapat kita pelajari?
Menanam Benih Iman yang Berbuah
Paroki Santo Petrus Claver Bukittinggi dibuka oleh para misionaris Belanda pada 4 Oktober 1927. Mereka meninggalkan tanah kelahiran untuk mewartakan Injil di Sumatera Barat.
Hampir satu abad kemudian, benih iman yang mereka tanam terus bertumbuh dan menghasilkan buah melalui kehidupan umat.
Sejarah ini mengajarkan bahwa kebaikan yang ditanam dengan iman dan kesetiaan dapat menghasilkan buah melampaui usia kehidupan kita.
Santo Fransiskus: Kebesaran dalam Kerendahan Hati
Santo Fransiskus dari Assisi lahir dalam keluarga kaya, tetapi memilih meninggalkan kemewahan untuk mengikuti Kristus melalui kehidupan sederhana dan pelayanan kepada kaum miskin.
Ia mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada kekayaan, melainkan pada kasih dan kedekatan dengan Tuhan.
Kita boleh memiliki impian besar dan mengejar keberhasilan, tetapi jangan kehilangan kesederhanaan, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama.
Santo Petrus Claver: Kasih dalam Tindakan
Santo Petrus Claver adalah seorang imam Jesuit dari Spanyol yang mengabdikan hidupnya untuk melayani orang-orang Afrika yang diperbudak di Cartagena, Kolombia.
Ia memberikan makanan, merawat orang sakit, menghibur mereka yang menderita, serta memperjuangkan martabat kemanusiaan.
Kehidupannya mengingatkan bahwa iman sejati bukan sekadar perkataan, melainkan kasih yang diwujudkan melalui tindakan nyata.
Bertambah Usia, Bertambah Kesempatan Menjadi Berkat
Dalam Injil hari ini, para rasul memohon kepada Yesus, “Tambahkanlah iman kami!” (Lukas 17:5).
Yesus mengajarkan bahwa iman, sekalipun sebesar biji sesawi, memiliki kekuatan yang luar biasa. Ia juga mengingatkan pentingnya kerendahan hati dalam pelayanan.
Pesan ini menyatukan ketiga peristiwa yang saya renungkan.
Para misionaris menunjukkan kesetiaan dalam menanam benih iman. Santo Fransiskus memberikan teladan kerendahan hati. Santo Petrus Claver menunjukkan kasih melalui pelayanan.
Pada hari ulang tahun ini, saya menyadari bahwa bertambahnya usia bukan hanya kesempatan menghitung berkat, tetapi juga mengevaluasi buah kehidupan.
Apakah kita semakin bijaksana, rendah hati, sabar, dan peduli kepada sesama?
Keberhasilan sejati bukan hanya tentang apa yang kita capai, tetapi juga tentang kebaikan yang kita tinggalkan bagi orang lain.
Semoga setiap tambahan usia menjadi kesempatan untuk semakin mengasihi Tuhan, melayani sesama, dan menghasilkan buah yang baik.
Doa: Tuhan Yesus, terima kasih atas anugerah kehidupan dan penyertaan-Mu sepanjang perjalanan hidupku. Tambahkanlah imanku, ajarlah aku memiliki kerendahan hati seperti Santo Fransiskus dan semangat pelayanan seperti Santo Petrus Claver. Bimbinglah aku menggunakan setiap berkat, kemampuan, dan kesempatan untuk menjadi berkat bagi sesama. Semoga bertambahnya usia menjadikanku semakin bijaksana, penuh kasih, dan setia melakukan kehendak-Mu. Amin.
Bukittinggi, 4 Oktober 2026
Dr. Manuntun Sitinjak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar