Kamis, 15 Jan 2026
(1 Samuel 4:1–11; Markus 1:40–45)
Bangsa Israel mengalami kekalahan karena mengandalkan simbol kehadiran Tuhan tanpa hidup setia dan bertobat. Tabut Allah dibawa ke medan perang, tetapi hati mereka tidak sungguh-sungguh kembali kepada Tuhan. Mereka berharap kemenangan dari tanda lahiriah, bukan dari relasi yang benar dengan Allah. Peristiwa ini mengingatkan bahwa iman tidak bisa digantikan oleh ritual, simbol, atau kebiasaan rohani yang dijalankan tanpa ketaatan.
Sebaliknya, orang kusta dalam Injil datang kepada Yesus dengan iman sederhana dan penyerahan total: “Kalau Engkau mau.” Ia tidak menuntut, tidak memaksa, hanya percaya pada belas kasih Tuhan. Iman yang tulus inilah yang membuka jalan bagi pemulihan. Tuhan berkenan pada hati yang berserah, dan ketika iman sejati bertemu kasih-Nya, hidup dipulihkan secara utuh.
Doa:
Tuhan Yesus, ajarlah kami datang kepada-Mu dengan iman yang tulus dan hati yang taat. Pulihkan hidup kami seturut kehendak-Mu. Amin.
Tuhan memberkati kita semua ❤️
Manuntun Sitinjak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar