Kamis, 02 April 2026

KASIH YANG MERENDAHKAN DIRI DAN MELAYANI DI KAMIS PUTIHI


RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: KASIH YANG MERENDAHKAN DIRI dan MELAYANI

Kamis Putih, 2 April 2026

Bacaan:
Kel 12:1–8, 11–14
Mzm 116:12–13, 15–18
1Kor 11:23–26
Yoh 13:1–15

Bacaan hari ini mengajak kita masuk dalam misteri kasih yang nyata. Dalam Injil, Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya—sebuah tindakan yang tampak sederhana, tetapi penuh makna. Ia yang adalah Tuhan justru mengambil posisi sebagai pelayan. Ini bukan sekadar simbol, tetapi teladan hidup: kasih yang sejati selalu merendahkan diri dan memberi diri sepenuhnya.

Bacaan pertama tentang Paskah dan bacaan kedua tentang Perjamuan Tuhan menegaskan satu hal: kasih Allah selalu dinyatakan dalam pengorbanan. Yesus tidak hanya mengajarkan kasih, tetapi menyerahkan diri-Nya. Maka, ketika Ia berkata “kamu juga harus saling membasuh kaki,” Ia mengundang kita untuk hidup dalam kasih yang aktif—menguatkan, melayani, dan membangun sesama setiap hari.

Tuhan, mampukan kami memiliki kerendahan hati seperti Engkau. Mampukan kami untuk melayani dengan tulus, mengasihi tanpa syarat, dan menjadi berkat bagi sesama.

Tuhan memberkati kita semua ❤️, Manuntun Sitinjak

JANGAN MENJUAL YESUS DALAM HIDUP KITA


RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: JANGAN MENJUAL YESUS DALAM HIDUP KITA
Rabu, 1 April 2026

Bacaan: Yes 50:4–9a; Mzm 69:8–10,21–22,31,33–34; Mat 26:14–25

Dalam Injil hari ini, kita melihat momen yang sangat menyayat hati: Yudas Iskariot menjual Gurunya sendiri, Yesus Kristus, hanya dengan tiga puluh keping perak. Ini bukan sekadar kisah pengkhianatan, tetapi cermin yang mengajak kita bertanya: apakah kita juga pernah “menjual” Tuhan dalam hidup kita?

Nabi Yesaya menggambarkan hamba Tuhan yang tetap setia meski dihina dan disakiti. Yesus menggenapi itu dengan sempurna—Ia tahu akan dikhianati, tetapi tetap memilih kasih dan ketaatan. Di sisi lain, Yudas memilih jalan yang berbeda: ia dekat dengan Yesus, tetapi hatinya jauh. Ia berjalan bersama Tuhan, tetapi tidak sungguh-sungguh hidup untuk Tuhan.

Seringkali kita pun demikian. Kita mengenal Tuhan, melayani, bahkan berbicara tentang-Nya, tetapi dalam keputusan sehari-hari kita bisa saja lebih memilih “tiga puluh keping perak”: kenyamanan, ego, ambisi, atau kompromi kecil yang perlahan menjauhkan kita dari Tuhan.

Hari ini adalah undangan untuk bertobat dengan sungguh. Bukan sekadar menyesal, tetapi kembali. Bukan sekadar sadar, tetapi berubah. Karena yang Tuhan rindukan bukan kesempurnaan kita, tetapi hati yang mau kembali dan setia.

Tuhan, jangan biarkan aku menjauh dari-Mu. Bersihkan hatiku, kuatkan aku untuk setia, dan ajar aku memilih Engkau di atas segalanya. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️,
Manuntun Sitinjak