Senin, 23 Februari 2026

PERBUATAN KASIH YANG MENENTUKAN

Taba Mesir dekat Israel Border

PERBUATAN KASIH YANG MENENTUKAN

24 Februari 2026
Im 19:1–2.11–18; Mzm 19; Mat 25:31–46

Tuhan berfirman, “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” Kekudusan itu ternyata bukan sesuatu yang jauh dan sulit. Ia hadir dalam kejujuran, dalam tidak menipu, tidak menyimpan dendam, dan terutama dalam mengasihi sesama seperti diri sendiri. Kekudusan diwujudkan dalam kasih yang konkret.

Dalam Injil, Yesus menegaskan bahwa pada akhirnya kita akan dihakimi berdasarkan kasih. Ketika kita memberi makan yang lapar, melawat yang sakit, atau memperhatikan yang kecil dan tersisih, sesungguhnya kita sedang melayani Kristus sendiri. Kasih yang sederhana, tulus, dan tanpa pamrih itulah yang berkenan di hadapan Tuhan.

Hari ini, mari kita tidak menunda kebaikan. Mungkin hanya satu tindakan kecil—sebuah perhatian, bantuan, atau doa bagi sesama—namun di mata Tuhan itu sangat berharga.

Doa: Tuhan Yesus, jadikan hatiku lembut dan peka untuk mengasihi dengan nyata, agar hidupku sungguh berkenan di hadapan-Mu. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️,
Manuntun Sitinjak


Kamis, 12 Februari 2026

REFLECTION ON GOD’S WORD TODAY: FAITH THAT PERSISTS AND TOUCHES GOD’S HEART

Retret PLB Lembah Karmel 

REFLECTION ON GOD’S WORD TODAY: FAITH THAT PERSISTS AND TOUCHES GOD’S HEART

Thursday, February 12, 2026

Readings: 1 Kings 11:4–13; Psalm 106:3–4, 35–36, 37, 40; Mark 7:24–30

Today’s first reading shows us King Solomon, a man greatly blessed with wisdom, slowly losing the single-hearted devotion he once had. In his old age, his heart became divided. Not because he did not know God, but because his loyalty was no longer whole. This reminds us that faith is not only about starting well, but about remaining faithful until the end. God does not seek perfection, but a heart that stays focused on Him.

In the Gospel, we meet the Syrophoenician woman whose faith is tested. She does not withdraw when faced with what seems like rejection. Instead, her humility and perseverance open the way for God’s saving work. Jesus shows us that true faith is not about background, status, or eloquent words, but about total trust that does not give up when challenged. From this woman, we learn that faith which endures will always find its answer.

Prayer:
Lord Jesus, strengthen my faith so that it does not waver in trials or worldly temptations. Teach me to remain faithful as You are faithful, and to persevere in prayer even when answers seem delayed. Shape my heart to stay fixed on You alone. Amen.

God bless us all ❤️,
Manuntun Sitinjak

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: IMAN YANG TEKUN MENGETUK HATI TUHAN

RETRET PLB Lembah Karmel

RENUNGAN FIRMAN TUHAN HARI INI: IMAN YANG TEKUN MENGETUK HATI TUHAN

Kamis, 12 Februari 2026

Bacaan: 1Raj 11:4–13; Mzm 106:3–4.35–36.37.40; Mrk 7:24–30

Bacaan pertama hari ini menunjukkan bagaimana Salomo, yang begitu bijaksana dan diberkati Tuhan, perlahan kehilangan fokus hatinya. Di masa tuanya, ia membiarkan kasih dan kesetiaannya terbagi. Bukan karena ia tidak mengenal Tuhan, tetapi karena hatinya tidak lagi utuh. Firman ini mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya soal awal yang baik, melainkan tentang kesetiaan sampai akhir. Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tetapi hati yang tetap tertuju kepada-Nya.

Dalam Injil, kita bertemu dengan seorang ibu Siro-Fenesia yang imannya diuji. Ia tidak menyerah meski seakan ditolak. Kerendahan hati dan ketekunan doanya justru membuka jalan bagi karya Tuhan. Yesus menegaskan bahwa iman yang sejati bukan soal status, asal-usul, atau kata-kata indah, melainkan kepercayaan penuh yang tidak mundur meski diuji. Dari perempuan ini, kita belajar bahwa iman yang bertahan akan selalu menemukan jawabannya.

Doa:
Tuhan Yesus, kuatkanlah imanku agar tidak mudah goyah oleh keadaan atau godaan dunia. Ajarlah aku setia seperti Engkau setia, dan tekun berdoa meski belum melihat jawaban. Bentuklah hatiku agar selalu tertuju kepada-Mu. Amin.

Tuhan memberkati kita semua ❤️,
Manuntun Sitinjak

Minggu, 08 Februari 2026

Retret 4 Hari yang Sangat Berkesan dan Memberkati


Taman depan Kapel, sebelum pulang

Retret 4 Hari yang Sangat Berkesan dan Memberkati (5 to 8 Feb 2026): PENYEMBUHAN LUA BATIN di LEMBAH KARMEL

Saya mengikuti retret 4 hari bersama istri dan dua anak kami, Anastasia Sondang Sitinjak dan Michael Santoso H. Sitinjak. Retret ini sungguh menjadi pengalaman iman yang mendalam dan penuh karya Roh Kudus.

Hari pertama (Kamis) diawali dengan Misa pembukaan, dilanjutkan sesi pengantar dan adorasi. Suasana hening dan doa langsung membawa kami masuk dalam kehadiran Tuhan.

Hari kedua (Jumat) berfokus pada Doa Yesus dan sesi-sesi tentang kasih Tuhan yang menyembuhkan. Kami diteguhkan bahwa retret ini bukan kebetulan, melainkan sungguh undangan Tuhan. Sore harinya kami mengikuti Misa Jumat Pertama dan ditutup dengan Lectio Divina yang menenangkan jiwa.

Hari ketiga (Sabtu) dimulai dengan Misa pagi, dilanjutkan sesi tentang luka batin dan penjelasannya. Pada hari ini kami juga menerima Sakramen Pengakuan Dosa. Sore harinya dilanjutkan dengan tobat, doa penyembuhan luka batin, serta sesi pembasuhan kaki. Inilah bagian yang sangat berkesan: kami saling membasuh kaki, bahkan membasuh kaki figur yang melambangkan orang yang pernah melukai kami. Malam harinya ditutup dengan persekutuan doa yang penuh penghiburan.

Hari keempat (Minggu) diisi dengan Doa Yesus dan sesi Sakramen, yang menegaskan bahwa dalam Gereja Katolik, sakramen bukan sekadar simbol, melainkan sarana rahmat yang sungguh menyembuhkan. Ketika sakramen dijalani dengan iman, kepercayaan penuh, dan kesungguhan hati, Tuhan bekerja nyata memulihkan luka batin dan memperbarui hidup. Retret ditutup dengan Misa Penyembuhan yang penuh pengharapan.

Retret ini sangat saya rekomendasikan. Sungguh membantu menyembuhkan luka batin dan membawa kami semakin dekat dengan Tuhan. Kuncinya adalah percaya dan menjalaninya dengan kesungguhan. Ini nyata karya Roh Kudus yang bekerja lembut namun mendalam.

Kamis Malam Depan Kapel 

Di Taman depan Kapel

Sesi di Aula

Sesi dan doa di Kapel

Makan di kantin

Sesi di Kapel

Misa Penyembuhan